Mata Perih Saat Merem? Kenali Penyebab dan Solusinya

Mata Perih Saat Merem: Penyebab dan Solusinya
Mata perih saat merem adalah keluhan umum yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sensasi tidak nyaman ini seringkali disebabkan oleh kondisi seperti mata kering, iritasi, atau bahkan infeksi. Pemahaman mengenai penyebab dan penanganan yang tepat sangat penting untuk meredakan gejala dan menjaga kesehatan mata.
Apa Itu Mata Perih Saat Merem?
Mata perih saat merem adalah kondisi ketika permukaan mata terasa sakit, terbakar, atau gatal setiap kali kelopak mata menutup dan bergesekan. Sensasi ini dapat bervariasi dari ringan hingga parah dan seringkali disertai gejala lain.
Kondisi ini terjadi karena permukaan mata menjadi kering atau meradang, sehingga gesekan alami antara kelopak mata dan bola mata saat berkedip atau menutup terasa menyakitkan.
Penyebab Utama Mata Perih Saat Merem
Beberapa faktor dapat memicu mata perih saat merem. Mengenali penyebabnya membantu dalam menentukan langkah penanganan yang paling sesuai.
Mata Kering
Mata kering adalah penyebab paling umum. Kondisi ini terjadi ketika mata tidak memproduksi air mata yang cukup atau kualitas air mata tidak baik. Air mata berfungsi melumasi dan melindungi permukaan mata. Ketika mata kering, gesekan kelopak mata terasa perih.
Faktor risiko mata kering meliputi usia, penggunaan lensa kontak, kondisi medis tertentu, dan lingkungan kering atau berangin.
Iritasi Mata
Iritasi dapat berasal dari berbagai sumber eksternal yang memicu peradangan pada permukaan mata. Debu, asap, polusi udara, dan bahan kimia seperti klorin di kolam renang adalah beberapa contohnya.
Alergi juga dapat menyebabkan iritasi. Paparan alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, atau tungau debu dapat membuat mata merah, gatal, berair, dan terasa perih saat merem.
Kelelahan Mata Akibat Layar Digital (Computer Vision Syndrome)
Menatap layar digital terlalu lama seperti komputer, smartphone, atau tablet dapat mengurangi frekuensi berkedip. Penurunan frekuensi berkedip ini mengakibatkan penguapan air mata lebih cepat, sehingga mata menjadi kering dan perih.
Gejala kelelahan mata digital seringkali meliputi mata perih, penglihatan kabur, sakit kepala, dan leher kaku.
Infeksi dan Peradangan
Infeksi atau peradangan pada mata juga dapat menyebabkan rasa perih yang signifikan. Beberapa kondisi yang sering dikaitkan adalah:
- Konjungtivitis: Peradangan pada konjungtiva, selaput tipis yang melapisi bagian putih mata dan kelopak mata bagian dalam. Dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau alergi.
- Blefaritis: Peradangan pada kelopak mata, biasanya di sekitar bulu mata. Sering disebabkan oleh bakteri atau masalah kelenjar minyak pada kelopak mata.
- Keratitis: Peradangan pada kornea, lapisan bening di bagian depan mata. Ini adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera.
Gejala Lain yang Menyertai Mata Perih Saat Merem
Selain rasa perih, ada beberapa gejala lain yang mungkin muncul secara bersamaan, tergantung pada penyebabnya:
- Mata merah atau meradang
- Sensasi berpasir atau ada benda asing di mata
- Mata berair atau keluar kotoran
- Gatal atau terbakar
- Penglihatan kabur sementara
- Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia)
Cara Mengatasi Mata Perih Saat Merem di Rumah
Untuk meredakan mata perih saat merem, ada beberapa langkah yang bisa dicoba di rumah:
- Kompres Dingin: Tempelkan kompres dingin atau handuk bersih yang dibasahi air dingin pada mata yang tertutup selama 5-10 menit. Ini dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan rasa perih.
- Tetes Mata Pelumas (Artificial Tears): Penggunaan tetes mata pelumas tanpa resep dokter dapat membantu melumasi permukaan mata yang kering. Pilih produk tanpa pengawet jika menggunakannya secara teratur.
- Istirahatkan Mata: Hindari aktivitas yang memicu kelelahan mata, terutama paparan layar digital. Lakukan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).
- Hindari Iritan: Jauhi asap rokok, debu, alergen, dan lingkungan berangin atau ber-AC terlalu dingin secara langsung.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Meskipun banyak kasus mata perih saat merem dapat diatasi dengan perawatan rumahan, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis profesional. Segera konsultasi ke dokter jika mengalami:
- Rasa perih yang sangat parah atau terus-menerus.
- Penglihatan kabur yang tidak membaik.
- Mata sangat merah, bengkak, atau mengeluarkan nanah.
- Demam yang disertai gejala mata.
- Mata perih setelah cedera atau terpapar bahan kimia.
- Tidak ada perbaikan setelah beberapa hari melakukan perawatan di rumah.
Pencegahan Mata Perih Saat Merem
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa tips untuk mencegah mata perih saat merem meliputi:
- Pastikan hidrasi tubuh cukup dengan minum air putih.
- Gunakan pelembap udara di lingkungan kering.
- Kenakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan atau terpapar debu.
- Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV saat di bawah sinar matahari.
- Ikuti instruksi penggunaan lensa kontak dengan benar dan jangan melebihi batas waktu pakai.
- Beristirahat secara teratur saat menggunakan perangkat digital.
Kesimpulan
Mata perih saat merem adalah kondisi yang seringkali dapat diatasi dengan penanganan sederhana. Namun, penting untuk mengenali tanda-tanda kapan diperlukan intervensi medis. Jika rasa perih berlanjut atau memburuk, segera dapatkan saran profesional.
Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, konsultasi dengan dokter mata sangat disarankan. Melalui Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan rekomendasi dan resep yang sesuai.



