Ad Placeholder Image

Mata Plus dan Silinder Bersamaan: Cara Mudah Atasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Mata Plus dan Silinder Bersamaan: Tenang, Ini Solusinya

Mata Plus dan Silinder Bersamaan: Cara Mudah AtasinyaMata Plus dan Silinder Bersamaan: Cara Mudah Atasinya

Mata plus (hipermetropi) dan silinder (astigmatisme) adalah dua jenis kelainan refraksi yang sangat umum ditemukan dan sering terjadi secara bersamaan. Kondisi ini menyebabkan pandangan menjadi kabur atau berbayang, baik saat melihat objek dekat maupun jauh. Penyebab utamanya adalah bentuk kornea atau lensa mata yang tidak rata, sehingga cahaya tidak dapat fokus dengan sempurna pada satu titik di retina.

Kondisi gabungan ini dapat diatasi melalui penggunaan kacamata dengan lensa khusus, seperti lensa multifokal atau progresif, atau melalui kontak lensa yang dirancang untuk mengoreksi kedua kelainan refraksi tersebut sekaligus.

Definisi Mata Plus dan Silinder

Mata plus, atau hipermetropi, adalah kondisi di mana mata mengalami kesulitan untuk melihat objek jarak dekat dengan jelas. Ini terjadi ketika bola mata terlalu pendek atau kornea memiliki kelengkungan yang kurang, menyebabkan cahaya yang masuk ke mata jatuh dan terfokus di belakang retina.

Sementara itu, silinder atau astigmatisme adalah kelainan refraksi yang diakibatkan oleh bentuk kornea atau lensa mata yang tidak simetris atau tidak rata. Ketidaksempurnaan ini menyebabkan cahaya yang masuk ke mata terfokus pada beberapa titik, bukan pada satu titik tunggal di retina.

Akibatnya, objek yang dilihat menjadi buram, berbayang, atau terdistorsi pada semua jarak. Ketika kedua kondisi ini, mata plus dan silinder, terjadi bersamaan, gangguan penglihatan dapat menjadi lebih kompleks dan memengaruhi kemampuan melihat baik dekat maupun jauh.

Mengapa Mata Plus dan Silinder Terjadi Bersamaan?

Kombinasi mata plus dan silinder bersamaan sangat umum karena keduanya berasal dari kelainan struktural pada sistem optik mata. Hipermetropi terkait dengan panjang bola mata yang kurang atau daya fokus lensa yang lemah.

Sementara itu, astigmatisme disebabkan oleh bentuk kornea atau lensa mata yang tidak bulat sempurna, melainkan lebih menyerupai bola rugby. Ketidaksempurnaan bentuk ini menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus pada satu titik.

Cahaya justru menyebar dan terfokus pada beberapa titik yang berbeda, baik di depan maupun di belakang retina. Karena kedua kondisi ini melibatkan anomali pada bentuk dan ukuran struktur mata, tidak mengherankan jika keduanya sering ditemukan secara bersamaan pada individu.

Gejala Mata Plus dan Silinder Bersamaan

Gejala yang muncul ketika mengalami mata plus dan silinder bersamaan dapat bervariasi. Umumnya, penglihatan kabur atau berbayang menjadi keluhan utama.

Berikut adalah beberapa gejala yang sering dilaporkan:

  • Penglihatan buram atau tidak fokus saat melihat objek dekat maupun jauh.
  • Mata terasa lelah atau nyeri, terutama setelah membaca atau fokus dalam waktu lama.
  • Sering menyipitkan mata untuk memperjelas pandangan.
  • Sakit kepala berulang, terutama di area dahi atau pelipis.
  • Kesulitan melihat dengan jelas saat berkendara di malam hari.
  • Adanya distorsi atau bayangan ganda pada objek yang dilihat.

Gejala-gejala ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dan seringkali mendorong perlunya pemeriksaan mata lebih lanjut.

Diagnosis Mata Plus dan Silinder

Diagnosis mata plus dan silinder bersamaan dilakukan melalui pemeriksaan mata komprehensif oleh dokter spesialis mata. Pemeriksaan ini mencakup serangkaian tes untuk mengevaluasi tajam penglihatan.

Selain itu juga mengukur kelengkungan kornea, serta kondisi refraksi mata secara keseluruhan. Dokter akan menggunakan alat khusus seperti foropter dan autorefraktor untuk menentukan resep kacamata atau lensa kontak yang paling sesuai.

Pemeriksaan rutin penting untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini dan memastikan penanganan yang tepat.

Pilihan Pengobatan untuk Mata Plus dan Silinder Bersamaan

Pengobatan untuk mata plus dan silinder bersamaan bertujuan untuk mengoreksi kelainan refraksi dan meningkatkan kualitas penglihatan. Beberapa pilihan pengobatan yang umum meliputi:

  • Kacamata: Penggunaan kacamata dengan lensa khusus, seperti lensa multifokal, progresif, atau lensa silinder (torik), dapat membantu mengoreksi kedua kondisi secara simultan. Lensa-lensa ini dirancang untuk memfokuskan cahaya dengan tepat di retina.
  • Lensa Kontak: Lensa kontak torik tersedia untuk mengoreksi astigmatisme, sementara lensa kontak multifokal atau progresif dapat digunakan untuk mengatasi hipermetropi. Beberapa jenis lensa kontak dapat mengoreksi kedua kondisi dalam satu lensa.
  • Bedah Refraktif (LASIK): Untuk beberapa individu, prosedur bedah seperti LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) dapat menjadi pilihan. Prosedur ini mengubah bentuk kornea secara permanen untuk mengoreksi kelainan refraksi.

Pemilihan metode pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi, gaya hidup individu, dan rekomendasi dari dokter mata.

Pencegahan dan Pemeliharaan Kesehatan Mata

Meskipun kelainan refraksi seperti mata plus dan silinder seringkali bersifat genetik dan tidak dapat sepenuhnya dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata secara keseluruhan:

  • Melakukan pemeriksaan mata rutin setiap satu atau dua tahun sekali, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan kelainan refraksi.
  • Menggunakan pencahayaan yang cukup saat membaca atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus visual.
  • Mengurangi waktu layar dan menerapkan aturan 20-20-20 (istirahat 20 detik setiap 20 menit untuk melihat objek sejauh 20 kaki).
  • Mengkonsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin A, C, E, dan omega-3, seperti wortel, bayam, buah jeruk, dan ikan berlemak.
  • Melindungi mata dari paparan sinar UV berbahaya dengan menggunakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan.

Langkah-langkah ini dapat membantu mempertahankan kesehatan mata dan mendeteksi masalah penglihatan sejak dini.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Mata plus dan silinder bersamaan adalah kondisi kelainan refraksi yang sangat umum, disebabkan oleh bentuk kornea atau lensa mata yang tidak simetris. Kondisi ini dapat menyebabkan pandangan kabur dan berbagai keluhan mata lainnya. Penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur untuk diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

Halodoc merekomendasikan agar setiap individu yang mengalami gejala penglihatan kabur atau ketidaknyamanan mata untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Dokter dapat memberikan diagnosis yang akurat dan menentukan pilihan koreksi terbaik, baik melalui kacamata, lensa kontak, atau opsi bedah refraktif.