Ad Placeholder Image

Mata Plus: Pahami Rabun Dekat dengan Mudah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Pahami Mata Plus: Gejala, Penyebab, Solusi

Mata Plus: Pahami Rabun Dekat dengan MudahMata Plus: Pahami Rabun Dekat dengan Mudah

Mata plus, atau yang dikenal juga sebagai hipermetropi atau rabun dekat, adalah kondisi penglihatan yang membuat seseorang kesulitan melihat objek yang berada pada jarak dekat dengan jelas. Sebaliknya, objek yang berada jauh justru terlihat lebih jernih. Kondisi ini terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak fokus tepat di retina, melainkan jatuh di belakang retina, sehingga menyebabkan pandangan dekat menjadi kabur.

Apa Itu Mata Plus (Hipermetropi)?

Mata plus, atau hipermetropi, merupakan sebuah kelainan refraksi pada mata. Kelainan ini membuat mata mengalami kesulitan dalam memfokuskan cahaya dari objek dekat. Akibatnya, gambar yang dihasilkan menjadi buram saat melihat sesuatu dari jarak dekat.

Kondisi ini berbeda dengan mata minus (miopi) yang kesulitan melihat objek jauh. Meskipun disebut rabun dekat, objek yang jauh umumnya terlihat jelas bagi penderita mata plus, kecuali pada kasus yang parah atau seiring bertambahnya usia.

Gejala Mata Plus yang Perlu Diperhatikan

Gejala mata plus dapat bervariasi pada setiap individu. Tingkat keparahan gejala sering kali bergantung pada seberapa jauh kelainan refraksi yang dialami.

Beberapa gejala umum yang menandakan kondisi mata plus meliputi:

  • Pandangan dekat buram. Kesulitan membaca buku, melihat layar ponsel, atau melakukan pekerjaan detail lainnya.
  • Mata lelah. Sering merasa mata cepat lelah, terutama setelah membaca atau fokus pada objek dekat dalam waktu lama.
  • Sering menyipit. Kebiasaan menyipitkan mata saat mencoba melihat objek yang dekat agar pandangan menjadi lebih jelas.
  • Sakit kepala. Sakit kepala dapat muncul setelah aktivitas jarak dekat yang intens, seperti membaca atau bekerja di depan komputer, karena mata bekerja lebih keras untuk memfokuskan cahaya.

Penyebab Mata Plus

Mata plus umumnya disebabkan oleh dua faktor utama yang berkaitan dengan bentuk anatomi mata. Kedua faktor ini mempengaruhi bagaimana cahaya dibiaskan dan difokuskan di dalam mata.

Penyebab-penyebab tersebut adalah:

  • Bola mata terlalu pendek. Ini adalah penyebab paling umum. Jika panjang bola mata dari depan ke belakang lebih pendek dari normal, cahaya akan terfokus di belakang retina.
  • Kelengkungan kornea atau lensa tidak normal. Kornea adalah lapisan bening di bagian depan mata, sedangkan lensa berada di belakang kornea. Jika kelengkungan salah satu atau kedua struktur ini terlalu datar, kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya dengan tepat akan terganggu, menyebabkan cahaya jatuh di belakang retina.

Mata plus juga bisa bersifat genetik, artinya dapat diturunkan dalam keluarga. Kondisi ini seringkali sudah ada sejak lahir.

Cara Mengatasi dan Mengobati Mata Plus

Penanganan mata plus bertujuan untuk menggeser titik fokus cahaya agar jatuh tepat di retina, sehingga pandangan menjadi jelas. Ada beberapa metode yang umum digunakan untuk mengoreksi mata plus.

Metode penanganan yang tersedia meliputi:

  • Kacamata Plus. Ini adalah metode paling umum dan sederhana. Kacamata dengan lensa plus (cembung) membantu membengkokkan cahaya sebelum masuk ke mata, sehingga fokusnya tepat di retina.
  • Lensa Kontak. Lensa kontak berfungsi serupa dengan kacamata, namun ditempatkan langsung pada permukaan mata. Tersedia dalam berbagai jenis dan durasi pakai.
  • Operasi Refraktif (misalnya LASIK). Prosedur bedah seperti LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) dapat mengubah bentuk kornea mata secara permanen. Tujuannya adalah untuk mengoreksi kelengkungan kornea agar cahaya dapat fokus dengan benar di retina.

Penanganan Gejala Pendukung

Penderita mata plus terkadang mengalami sakit kepala akibat ketegangan mata yang terus-menerus. Jika seseorang merasakan sakit kepala sebagai gejala penyerta mata plus atau kondisi lainnya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat merekomendasikan penanganan yang tepat, termasuk penggunaan obat pereda nyeri jika diperlukan.

Sebagai contoh, Praxion Suspensi 60 ml adalah obat yang mengandung paracetamol, digunakan untuk meredakan demam dan nyeri ringan seperti sakit kepala. Namun, perlu diingat bahwa Praxion Suspensi 60 ml hanya meredakan gejala, bukan mengobati penyebab utama mata plus atau kondisi mata itu sendiri. Penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan dosis yang tepat.

Pencegahan dan Perawatan Mata untuk Kesehatan Optimal

Meskipun mata plus seringkali merupakan kondisi bawaan atau struktural yang sulit dicegah sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan mata secara umum dan meminimalkan ketegangan mata.

Upaya pencegahan dan perawatan mata yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan Mata Rutin. Melakukan pemeriksaan mata secara berkala sangat penting untuk mendeteksi dini masalah penglihatan, termasuk mata plus, terutama pada anak-anak.
  • Berikan Istirahat pada Mata. Jika sering melakukan aktivitas jarak dekat, terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
  • Pencahayaan yang Cukup. Pastikan area kerja atau membaca memiliki pencahayaan yang memadai untuk mengurangi ketegangan mata.
  • Gaya Hidup Sehat. Konsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin A, C, E, dan omega-3 yang baik untuk kesehatan mata. Hindari merokok.

Kapan Harus ke Dokter?

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata jika mengalami gejala-gejala mata plus yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.

Dokter mata dapat melakukan pemeriksaan komprehensif untuk mendiagnosis kondisi secara akurat dan merekomendasikan pilihan koreksi penglihatan yang paling sesuai, baik itu kacamata, lensa kontak, maupun mempertimbangkan operasi refraktif.