Ad Placeholder Image

Mata Sering Gatal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Reaksi alergi merupakan salah satu penyebab utama mata gatal.

Mata Sering Gatal? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaMata Sering Gatal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Mata gatal adalah salah satu keluhan kesehatan yang sangat umum terjadi dan hampir pasti pernah dialami oleh semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Rasa gatal pada area mata ini sering kali tidak datang sendirian. Kondisi ini umumnya disertai dengan serangkaian gejala lain yang membuat tidak nyaman, seperti mata menjadi merah, berair, kelopak mata membengkak, hingga sensasi perih atau seperti ada pasir di dalam mata.

Di era modern ini, gaya hidup yang banyak dihabiskan di depan layar digital, paparan polusi udara, serta penggunaan pendingin ruangan (AC) yang intens, turut menyumbang tingginya angka keluhan seputar kesehatan mata. Sayangnya, banyak orang merespons kondisi ini dengan cara yang salah, yaitu dengan mengucek mata secara agresif. Padahal, gesekan kuat dari tangan tidak hanya berisiko merusak lapisan luar kornea mata, tetapi juga bisa mentransfer bakteri dari tangan ke mata, yang pada akhirnya memicu infeksi sekunder yang jauh lebih serius dan sulit disembuhkan.

Karena sangat mengganggu produktivitas, banyak orang sering mencari tahu kenapa mata gatal bisa muncul secara tiba-tiba atau bahkan bertahan dalam waktu yang lama. Secara medis, sensasi gatal pada mata (dikenal sebagai pruritus okular) sering kali merupakan bentuk respons pertahanan dari sistem kekebalan tubuh. Ketika mendeteksi adanya ancaman dari luar, sel-sel mast di mata akan melepaskan senyawa kimia yang disebut histamin. Histamin inilah yang membuat pembuluh darah di mata melebar, meradang, dan memicu saraf untuk mengirimkan sinyal gatal yang kuat ke otak.

Memahami penyebab pasti dari mata yang gatal adalah langkah pertama dan paling krusial untuk menemukan penanganan yang tepat. Pengobatan untuk mata gatal karena alergi tentu berbeda dengan mata gatal akibat infeksi bakteri. Lantas, apa saja faktor pemicu utama di balik kondisi medis ini, dan bagaimana cara aman serta efektif untuk mengatasinya? Mari kita bahas secara mendalam ulasannya di bawah ini!

Berbagai Penyebab Mata Gatal

Rasa gatal pada mata bisa dipicu oleh berbagai macam kondisi, mulai dari paparan lingkungan yang ringan hingga penyakit mata tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab utama yang paling sering ditemui dalam dunia medis:

1. Alergi Musiman dan Sepanjang Tahun (Konjungtivitis Alergi)

Alergi menempati urutan pertama sebagai dalang utama di balik mata gatal. Konjungtivitis alergi terjadi ketika lapisan bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata (konjungtiva) meradang akibat reaksi terhadap alergen. Alergi musiman biasanya dipicu oleh serbuk sari dari pohon, rumput, atau gulma. Sedangkan alergi sepanjang tahun (perenial) dipicu oleh debu, tungau debu rumah, spora jamur, atau bulu hewan peliharaan (kucing, anjing).

2. Sindrom Mata Kering (Dry Eye Syndrome)

Air mata bukan sekadar cairan yang keluar saat kita menangis; air mata adalah pelumas alami yang menjaga kornea tetap lembap, bersih, dan ternutrisi. Jika kelenjar air mata tidak memproduksi cukup cairan, atau air mata menguap terlalu cepat akibat gangguan pada kelenjar meibom (kelenjar penghasil minyak pada kelopak mata), maka akan terjadi sindrom mata kering. Kondisi ini membuat mata terasa berpasir, perih, dan sangat gatal. Menatap layar komputer berjam-jam tanpa berkedip adalah pemicu utama sindrom mata kering di zaman sekarang.

3. Blefaritis (Radang Kelopak Mata)

Blefaritis adalah peradangan yang terjadi pada tepi kelopak mata, tepat di area tempat bulu mata tumbuh. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh penumpukan bakteri, ketombe di kulit kepala atau alis yang jatuh ke kelopak mata, atau produksi minyak berlebih dari kelenjar di kelopak mata. Gejala blefaritis meliputi mata merah, kelopak mata bengkak, rasa gatal yang hebat, dan munculnya kerak atau serpihan mirip ketombe di pangkal bulu mata saat bangun tidur.

4. Infeksi Mata (Konjungtivitis Bakteri atau Virus)

Meskipun infeksi mata (pink eye) lebih identik dengan mata merah pekat dan belekan (keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau), pada tahap awal infeksinya, mata sering kali terasa sangat gatal dan mengganjal. Infeksi virus biasanya sangat menular dan sering menyertai gejala flu, sedangkan infeksi bakteri memerlukan penanganan medis spesifik.

5. Penggunaan Lensa Kontak yang Tidak Tepat

Bagi pengguna lensa kontak, rasa gatal adalah alarm bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Hal ini bisa disebabkan oleh lensa kontak yang dipakai melampaui batas waktu anjuran (misalnya dipakai tidur), penumpukan protein pada permukaan lensa, atau reaksi iritasi terhadap cairan pembersih lensa. Pada kasus yang parah, pengguna lensa kontak bisa mengembangkan Giant Papillary Conjunctivitis (GPC), yaitu terbentuknya benjolan-benjolan kecil di bagian dalam kelopak mata atas yang memicu gatal ekstrem.

Faktor Pemicu Mata Gatal dari Lingkungan Sekitar
  1. Polusi Udara: Asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan kabut asap sangat iritatif bagi permukaan mata.
  2. Asap Rokok: Menjadi perokok pasif saja sudah cukup untuk membuat mata merah, kering, dan gatal.
  3. Bahan Kimia Harian: Kandungan iritan dalam parfum, hairspray, sabun cuci muka, atau kosmetik di area mata (seperti maskara dan eyeliner) bisa meresap ke lapisan mata dan memicu gatal.

Cara Tepat Mengatasi Mata Gatal

Penanganan yang tepat harus disesuaikan dengan akar masalahnya. Melakukan diagnosis mandiri terkadang sulit, namun ada beberapa langkah pertolongan pertama dan pengobatan yang secara umum terbukti aman serta efektif untuk meredakan gatal:

1. Kompres Dingin

Ini adalah cara paling cepat, murah, dan aman untuk meredakan mata gatal, terutama yang disebabkan oleh alergi. Sensasi dingin berfungsi menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriksi) di mata, yang secara instan akan mengurangi kemerahan, meredakan pembengkakan, dan menumpulkan sinyal saraf yang mengirimkan rasa gatal. Caranya, celupkan waslap bersih ke dalam air es, peras, lalu tempelkan pada kelopak mata yang tertutup selama 10-15 menit. Lakukan beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.

2. Gunakan Tetes Mata Air Mata Buatan (Artificial Tears)

Jika penyebabnya adalah mata kering atau paparan debu, artificial tears adalah solusinya. Obat tetes ini dirancang untuk meniru komposisi alami air mata manusia, berfungsi melumasi mata, dan membilas alergen serta kotoran dari permukaan kornea. Obat ini sangat aman digunakan setiap hari. Kamu bisa menemukan dan beli obat tetes mata jenis ini secara bebas di apotek tanpa perlu resep dokter.

3. Tetes Mata Antihistamin (Untuk Alergi)

Jika gatal disebabkan oleh reaksi alergi yang kuat, air mata buatan saja mungkin tidak cukup. Kamu akan membutuhkan obat tetes mata yang mengandung antihistamin atau mast-cell stabilizer. Obat ini bekerja langsung memblokir histamin yang diproduksi oleh tubuh, sehingga rasa gatal dapat ditekan dari sumbernya. Beberapa jenis obat ini dijual bebas, namun untuk varian yang lebih kuat mungkin memerlukan konsultasi dokter.

4. Istirahatkan Mata dengan Aturan 20-20-20

Untuk mengatasi gatal akibat mata lelah dan kering karena layar digital, terapkan metode 20-20-20 dari para ahli mata. Artinya: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandanganmu ke objek benda yang berjarak sekitar 20 kaki (kurang lebih 6 meter) selama minimal 20 detik. Jangan lupa untuk sengaja berkedip lebih sering untuk merangsang produksi air mata.

Langkah Pencegahan Mata Gatal

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Karena sebagian besar kasus mata gatal dipicu oleh faktor eksternal, beberapa penyesuaian gaya hidup berikut bisa sangat membantu:

  • Jaga Kebersihan Udara di Rumah: Gunakan air purifier yang dilengkapi filter HEPA untuk menyaring debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan di dalam rumah, terutama di kamar tidur.
  • Rutin Mencuci Seprai: Cuci seprai, sarung bantal, dan selimut menggunakan air panas minimal satu minggu sekali untuk membasmi tungau debu yang sering memicu alergi.
  • Gunakan Kacamata Pelindung: Saat beraktivitas di luar ruangan yang berangin, berdebu, atau saat musim serbuk sari sedang tinggi, gunakan kacamata hitam yang menutupi hingga ke sisi mata (wraparound sunglasses) untuk menghalau iritan masuk ke mata.
  • Disiplin Kebersihan Lensa Kontak: Jangan pernah mencuci lensa kontak dengan air keran. Gunakan selalu cairan khusus yang baru, dan patuhi jadwal penggantian lensa sesuai anjuran pabrik.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sering kali bukan pertanda kondisi fatal, rasa gatal pada mata tidak boleh diremehkan jika disertai dengan tanda-tanda bahaya (red flags) berikut ini. Segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami:

  • Rasa gatal tidak kunjung mereda setelah lebih dari 3 hari pengobatan mandiri.
  • Muncul rasa nyeri yang tajam atau berdenyut di dalam bola mata.
  • Penurunan kualitas penglihatan secara tiba-tiba (pandangan kabur atau ganda).
  • Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya terang (fotofobia).
  • Keluarnya nanah atau kotoran mata berwarna hijau/kuning pekat secara terus-menerus.

Studi Mengenai Konjungtivitis Alergi

Journal of Allergy and Clinical Immunology menerbitkan studi di tahun 2023 yang secara komprehensif menjelaskan bahwa prevalensi konjungtivitis alergi di negara-negara berkembang terus mengalami peningkatan tajam akibat perubahan iklim dan memburuknya polusi udara. Studi tersebut menemukan bahwa lebih dari 30% populasi global kini mengalami gejala pruritus okular (mata gatal) yang terkait erat dengan alergen lingkungan.

Hasil penelitian ini juga menekankan secara kuat bahwa edukasi pasien untuk menghindari kebiasaan mengucek mata, dikombinasikan dengan penggunaan terapi tetes mata antihistamin topikal generasi baru, merupakan lini pertama yang paling efektif. Peneliti menyoroti bahwa diagnosis yang lebih awal sangat penting untuk mencegah terjadinya kerusakan jaringan permukaan okular yang bisa berdampak pada gangguan fungsi penglihatan jangka panjang.

Kesehatan mata adalah investasi jangka panjang. Jika gejala mulai mengganggu aktivitas, jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Kamu bisa membeli berbagai produk kesehatan mata dengan praktis di apotek tepercaya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Itchy eyes: Causes and cures.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Eye Itching: Possible Causes & How to Treat.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. Eye Allergies.
National Eye Institute. Diakses pada 2026. Dry Eye.
Journal of Allergy and Clinical Immunology. Diakses pada 2026. Allergic conjunctivitis and the rising environmental triggers.

FAQ

1. Sebenarnya kenapa mata gatal sering kali terasa lebih parah di malam hari menjelang tidur?

Mata gatal yang memburuk di malam hari biasanya merupakan akumulasi dari kelelahan mata setelah seharian penuh beraktivitas, terutama menatap layar gawai. Selain itu, produksi air mata manusia secara alami menurun di malam hari. Jika kamu memiliki alergi debu, penumpukan tungau pada kasur dan bantal juga langsung memicu reaksi histamin begitu kamu merebahkan diri.

2. Apakah kenapa mata gatal bisa menular ke orang lain di sekitar saya?

Hal ini sangat bergantung pada penyebabnya. Jika gatal disebabkan oleh alergi debu, makanan, atau sindrom mata kering, maka kondisi tersebut sama sekali tidak menular. Namun, jika gatal merupakan gejala awal dari infeksi virus atau bakteri (seperti pink eye), maka itu sangat menular melalui sentuhan tangan atau berbagi barang pribadi seperti handuk.

3. Amankah menggunakan obat tetes mata penghilang kemerahan setiap hari untuk mengatasi kenapa mata gatal?

Sangat tidak dianjurkan. Obat tetes mata yang dirancang khusus untuk meredakan mata merah (dekongestan) bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah secara paksa. Jika digunakan secara rutin setiap hari, obat ini bisa menyebabkan efek rebound, di mana mata justru akan menjadi jauh lebih merah dan lebih gatal ketika efek obatnya habis.

4. Saya memakai lensa kontak dan kenapa mata gatal terus, haruskah saya berhenti memakainya sementara waktu?

Ya, ini adalah langkah yang sangat penting. Saat mata sedang gatal dan meradang, memakai lensa kontak hanya akan memperangkap alergen, debu, dan bakteri di antara lensa dan kornea mata, yang bisa memicu infeksi kornea serius (ulkus kornea). Lepaskan lensa kontak, gunakan kacamata sementara waktu, dan periksakan ke dokter jika gatal tidak mereda setelah 24 jam.