Ad Placeholder Image

Mata Terasa Buram: Dari Lelah hingga Penyakit Serius

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Mata Terasa Buram? Yuk, Pahami Berbagai Sebabnya

Mata Terasa Buram: Dari Lelah hingga Penyakit SeriusMata Terasa Buram: Dari Lelah hingga Penyakit Serius

Mata Terasa Buram: Kenali Penyebab, Gejala, dan Kapan Harus ke Dokter

Mata terasa buram adalah kondisi umum yang bisa dialami siapa saja, ditandai dengan penglihatan yang tidak jernih atau berkabut. Kondisi ini dapat bervariasi dari ringan dan sementara hingga serius yang memerlukan perhatian medis segera. Pemahaman tentang penyebab dan gejala yang menyertai sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Apa Itu Mata Terasa Buram?

Mata terasa buram adalah gangguan penglihatan di mana objek terlihat kurang jelas, kabur, atau tidak tajam. Kondisi ini bisa memengaruhi satu mata atau kedua mata. Tingkat keparahan buramnya penglihatan juga bervariasi, mulai dari samar hingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab Mata Terasa Buram

Penglihatan buram dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ringan hingga penyakit serius yang membutuhkan penanganan medis. Berikut adalah beberapa penyebab umum:

  • Mata Lelah Digital (Computer Vision Syndrome): Terjadi akibat penggunaan perangkat digital terlalu lama. Paparan layar dapat mengurangi frekuensi kedipan mata, menyebabkan kekeringan dan kelelahan.
  • Mata Kering: Kondisi ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata atau air mata menguap terlalu cepat. Gejalanya meliputi rasa gatal, perih, dan penglihatan yang berfluktuasi.
  • Kelainan Refraksi: Masalah struktural pada mata yang mengubah cara cahaya fokus pada retina. Ini termasuk miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), dan astigmatisme (silinder). Kelainan ini umumnya bisa dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak, atau operasi refraktif.
  • Katarak: Penglihatan buram yang progresif dan lambat berkembang, sering terjadi pada lansia. Ini disebabkan oleh pengeruhan lensa mata yang seharusnya jernih.
  • Glaukoma: Kerusakan saraf optik akibat tekanan tinggi di dalam mata. Glaukoma dapat menyebabkan penglihatan buram, kehilangan lapang pandang, dan bila tidak diobati bisa menyebabkan kebutaan permanen.
  • Retinopati Diabetik: Komplikasi diabetes yang merusak pembuluh darah di retina. Kondisi ini bisa menyebabkan penglihatan buram, bintik-bintik gelap, atau bahkan kehilangan penglihatan.
  • Migrain Okular: Jenis migrain yang memengaruhi penglihatan, menyebabkan penglihatan buram, kilatan cahaya, atau titik buta sementara.
  • Infeksi atau Peradangan Mata: Kondisi seperti konjungtivitis (mata merah) atau uveitis (radang uvea) dapat menyebabkan mata buram disertai nyeri dan kemerahan.

Penyebab Serius yang Memerlukan Penanganan Darurat

Beberapa kondisi yang menyebabkan penglihatan buram bisa menjadi tanda darurat medis:

  • Ablasi Retina: Kondisi ketika retina terlepas dari posisi normalnya di bagian belakang mata. Gejala meliputi penglihatan buram secara tiba-tiba, kilatan cahaya, dan melihat bintik atau 'floaters' yang banyak.
  • Neuritis Optik: Peradangan saraf optik yang menghubungkan mata ke otak. Biasanya ditandai dengan penglihatan buram tiba-tiba dan nyeri saat menggerakkan mata.
  • Stroke atau TIA (Transient Ischemic Attack): Penglihatan buram mendadak pada satu mata atau kedua mata bisa menjadi salah satu gejala stroke atau TIA.

Gejala Penyerta Mata Terasa Buram

Tergantung pada penyebabnya, penglihatan buram dapat disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Nyeri pada mata.
  • Mata merah atau iritasi.
  • Sakit kepala.
  • Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu (halo).
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
  • Penglihatan ganda (diplopia).
  • Mata terasa gatal atau berpasir.
  • Kesulitan melihat di malam hari.

Kapan Harus ke Dokter Mata?

Jika penglihatan buram terjadi secara tiba-tiba, disertai nyeri mata, atau tidak membaik setelah beberapa waktu, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter mata. Penanganan cepat sangat krusial untuk kondisi serius seperti ablasi retina atau neuritis optik, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen jika terlambat ditangani.

Diagnosis dan Pengobatan

Dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh untuk mendiagnosis penyebab penglihatan buram. Pemeriksaan meliputi tes ketajaman penglihatan, pemeriksaan slit-lamp, tonometri untuk mengukur tekanan mata, dan funduskopi untuk melihat bagian dalam mata. Pengobatan akan disesuaikan dengan diagnosis, mulai dari penggunaan kacamata atau lensa kontak, tetes mata, obat-obatan, hingga prosedur bedah.

Pencegahan Mata Terasa Buram

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah penglihatan buram:

  • Batasi waktu di depan layar dan terapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek 20 kaki jauhnya selama 20 detik).
  • Gunakan pencahayaan yang cukup saat membaca atau bekerja.
  • Konsumsi makanan sehat yang kaya vitamin A, C, E, dan omega-3.
  • Hindari merokok.
  • Gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas yang berisiko.
  • Lakukan pemeriksaan mata rutin, terutama bagi penderita diabetes atau riwayat keluarga dengan penyakit mata.

Kesimpulan

Penglihatan buram adalah gejala yang tidak boleh diabaikan. Mengenali penyebab, gejala penyerta, dan kapan harus mencari bantuan medis adalah kunci untuk menjaga kesehatan mata. Untuk diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, sangat direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter mata. Melalui aplikasi Halodoc, konsultasi dengan dokter spesialis mata dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, memastikan penanganan terbaik untuk kondisi penglihatan.