Ad Placeholder Image

Mata Tiba-Tiba Perih dan Berair? Ini Sebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Mata Tiba Tiba Perih dan Berair? Kenali Penyebabnya

Mata Tiba-Tiba Perih dan Berair? Ini SebabnyaMata Tiba-Tiba Perih dan Berair? Ini Sebabnya

Mata tiba-tiba perih dan berair seringkali menjadi keluhan umum yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sensasi tidak nyaman ini bisa muncul secara mendadak dan membuat seseorang merasa tidak nyaman. Meskipun umumnya bukan kondisi serius, penting untuk memahami penyebabnya agar penanganan yang tepat dapat diberikan.

Penyebab Mata Tiba-Tiba Perih dan Berair

Kondisi mata perih dan berair dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi yang memerlukan perhatian medis. Berikut adalah beberapa penyebab umum:

  • Iritasi Lingkungan: Paparan debu, asap, polusi udara, bahan kimia dalam semprotan (parfum, pembersih), atau angin kencang dapat dengan cepat menyebabkan iritasi pada mata.
  • Alergi: Mata dapat bereaksi terhadap alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, tungau debu, atau kosmetik. Reaksi alergi seringkali disertai gatal, kemerahan, dan pembengkakan.
  • Mata Kering: Kondisi ini terjadi ketika mata tidak memproduksi air mata yang cukup atau kualitas air mata buruk. Akibatnya, permukaan mata tidak terlindungi dengan baik, menyebabkan sensasi perih, kering, dan ironisnya, kadang memicu produksi air mata berlebihan sebagai respons kompensasi.
  • Infeksi Mata: Konjungtivitis, atau mata merah, adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan kelopak mata bagian dalam. Infeksi ini bisa disebabkan oleh virus (lebih umum) atau bakteri, dan sangat menular. Gejalanya meliputi mata merah, perih, gatal, berair, dan terkadang keluar kotoran.
  • Pemakaian Lensa Kontak Kelamaan: Penggunaan lensa kontak melebihi durasi yang direkomendasikan, atau kebersihan lensa yang kurang baik, dapat menyebabkan iritasi, mata kering, bahkan infeksi karena kekurangan oksigen pada kornea.
  • Kemasukan Benda Asing: Partikel kecil seperti pasir, bulu mata, serpihan make up, atau serangga yang masuk ke mata dapat memicu rasa perih yang hebat dan produksi air mata berlebihan untuk mencoba membersihkan benda tersebut.
  • Masalah Kelopak Mata: Kondisi seperti blefaritis (peradangan kelopak mata), entropion (kelopak mata melipat ke dalam), atau ektropion (kelopak mata melipat ke luar) dapat menyebabkan bulu mata atau kulit bergesekan dengan bola mata, mengakibatkan iritasi dan mata berair.

Gejala Lain yang Menyertai Mata Tiba-Tiba Perih dan Berair

Selain perih dan berair, beberapa gejala lain dapat muncul tergantung pada penyebabnya. Gejala tersebut meliputi kemerahan pada mata, rasa gatal, sensasi seperti ada pasir di mata, sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia), pembengkakan kelopak mata, atau bahkan pandangan buram sementara. Perhatikan gejala-gejala ini untuk membantu menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi Mata Tiba-Tiba Perih dan Berair di Rumah

Jika kondisi perih dan berair baru saja terjadi dan gejalanya ringan, beberapa langkah dapat dilakukan untuk meredakannya:

  • Bersihkan Mata dengan Lembut: Gunakan air bersih yang mengalir atau larutan saline steril untuk membilas mata, terutama jika ada dugaan kemasukan benda asing atau iritasi. Hindari menggosok mata terlalu keras.
  • Hindari Pemicu Alergi: Jika dicurigai alergi sebagai penyebabnya, sebisa mungkin hindari kontak dengan alergen. Cuci muka dan tangan setelah terpapar.
  • Kompres Air Hangat: Kompres hangat dapat membantu meredakan mata kering atau blefaritis dengan melonggarkan kelenjar minyak yang tersumbat.
  • Istirahatkan Mata: Batasi penggunaan layar digital (komputer, ponsel) dan hindari membaca di tempat kurang cahaya. Istirahatkan mata untuk mengurangi ketegangan.
  • Gunakan Tetes Mata Tanpa Resep: Tetes mata lubrikan atau air mata buatan dapat membantu mengatasi mata kering dan membersihkan iritan. Pastikan memilih produk tanpa bahan pengawet jika digunakan secara teratur.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun banyak kasus mata perih dan berair dapat diatasi di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis oleh dokter. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami:

  • Gejala yang parah atau tidak membaik setelah beberapa hari penanganan di rumah.
  • Nyeri hebat pada mata.
  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau ada bercak.
  • Mata sangat merah dan mengeluarkan nanah atau cairan kental.
  • Sensitivitas ekstrem terhadap cahaya.
  • Adanya dugaan benda asing yang tidak dapat dikeluarkan sendiri.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab pasti dan mungkin akan meresepkan tetes mata khusus, seperti antibiotik untuk infeksi bakteri, tetes mata anti-inflamasi, atau obat alergi.

Pencegahan Mata Tiba-Tiba Perih dan Berair

Melakukan tindakan pencegahan adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan mata. Beberapa tips yang dapat diterapkan meliputi:

  • Jaga kebersihan tangan dan hindari menyentuh atau menggosok mata.
  • Gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di lingkungan berdebu, berangin, atau saat menggunakan bahan kimia.
  • Hindari paparan asap rokok dan polusi udara.
  • Bagi pengguna lensa kontak, patuhi jadwal penggantian dan aturan kebersihan yang ketat.
  • Istirahatkan mata secara berkala saat menatap layar digital, terapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).
  • Gunakan pelembap udara di dalam ruangan jika lingkungan kering.

Kesimpulan

Mata tiba-tiba perih dan berair adalah kondisi yang seringkali dapat diatasi dengan penanganan sederhana di rumah. Namun, mengenali penyebabnya sangat penting untuk menentukan langkah yang tepat. Jika gejala tidak membaik, semakin parah, atau disertai dengan gangguan penglihatan, segera konsultasikan dengan dokter atau spesialis mata melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang sesuai.