Ad Placeholder Image

Mayonaise Terbuat dari Apa? Bahan dan Cara Buatnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Mayones Terbuat dari Apa? Resep & Bahan Utama

Mayonaise Terbuat dari Apa? Bahan dan Cara Buatnya!Mayonaise Terbuat dari Apa? Bahan dan Cara Buatnya!

DAFTAR ISI


Mayonaise adalah salah satu saus atau bumbu (condiment) yang paling populer dan banyak digunakan di seluruh dunia. Teksturnya yang kental, lembut, dan rasanya yang gurih sedikit asam membuatnya sangat cocok disajikan sebagai olesan sandwich, saus salad, hingga pendamping aneka gorengan. Meskipun sering kita konsumsi, tahukah kamu apa saja bahan baku mayonaise yang sebenarnya?

Secara umum, mayonaise sering kali dikaitkan dengan makanan tinggi kalori yang perlu dibatasi konsumsinya, terutama bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau memiliki masalah kesehatan tertentu seperti kolesterol tinggi. Memahami bahan baku mayonaise sangat penting agar kita bisa lebih bijak dalam mengatur porsi konsumsinya sehari-hari. Pemahaman ini juga membantu kita dalam memilih produk mayonaise komersial yang lebih sehat di pasaran.

Pada dasarnya, pembuatan mayonaise melibatkan proses kimia alami yang disebut emulsifikasi, yaitu menyatukan dua cairan yang secara alami tidak bisa bercampur, seperti minyak dan air. Proses ini membutuhkan bahan pengemulsi yang tepat agar saus tidak terpisah. Kualitas bahan-bahan inilah yang nantinya menentukan nilai gizi dan dampaknya bagi tubuh kita.

Nah, mau tahu apa saja rahasia di balik tekstur lembut bahan baku mayonaise serta dampaknya bagi kesehatan tubuhmu? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa Saja Bahan Baku Mayonaise?

Mayonaise tradisional sebenarnya dibuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana dan kemungkinan besar sudah tersedia di dapurmu. Rahasia utama dari mayonaise terletak pada teknik pencampurannya. Berikut adalah bahan baku mayonaise yang utama:

1. Kuning Telur (Pengemulsi Alami)

Kuning telur adalah bahan kunci yang membuat pembuatan mayonaise menjadi mungkin. Di dalam kuning telur terdapat senyawa yang disebut lesitin (lecithin). Lesitin berfungsi sebagai agen pengemulsi, yaitu molekul yang memiliki satu ujung yang tertarik pada air (hidrofilik) dan ujung lainnya tertarik pada minyak (lipofilik). Saat kuning telur dikocok bersama minyak dan cairan asam, lesitin akan mengikat molekul air dan molekul minyak secara bersamaan, sehingga menciptakan campuran yang stabil, kental, dan tidak terpisah (pecah). Selain sebagai pengemulsi, kuning telur juga memberikan warna kekuningan yang khas dan tekstur yang kaya (creamy).

2. Minyak Nabati

Sebagian besar volume dari bahan baku mayonaise adalah minyak. Dalam mayonaise komersial, minyak yang paling sering digunakan adalah minyak kedelai (soybean oil) atau minyak kanola (canola oil) karena rasanya yang netral dan harganya yang ekonomis. Jika kamu membuat mayonaise sendiri, kamu bisa menggunakan berbagai jenis minyak lain, seperti minyak zaitun (olive oil), minyak alpukat, atau minyak bunga matahari. Pemilihan jenis minyak ini sangat memengaruhi profil lemak dan nutrisi akhir dari mayonaise tersebut.

3. Bahan Asam (Cuka atau Jus Lemon)

Untuk menyeimbangkan rasa berlemak dari minyak dan telur, bahan asam mutlak diperlukan. Asam yang paling umum digunakan adalah cuka putih, cuka sari apel, atau perasan air lemon segar. Selain memberikan profil rasa tajam dan segar yang menjadi ciri khas mayonaise, penambahan asam juga memiliki peran penting dalam keamanan pangan. Cairan asam akan menurunkan tingkat pH campuran, menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi pertumbuhan bakteri, yang sangat krusial mengingat mayonaise menggunakan telur mentah.

4. Perasa Tambahan (Mustard, Garam, dan Gula)

Mustard bukan sekadar penambah rasa dalam bahan baku mayonaise. Sedikit tambahan mustard (biasanya mustard bubuk atau pasta mustard Dijon) juga mengandung bahan pengemulsi alami (mucilage) yang membantu menstabilkan campuran telur dan minyak. Sementara itu, garam ditambahkan untuk mengangkat seluruh cita rasa, dan sedikit gula kadang dimasukkan untuk menyeimbangkan keasaman cuka atau lemon. Pada mayonaise komersial modern, produsen mungkin juga menambahkan perisa alami, pengawet, atau penstabil kimia (seperti EDTA) untuk memperpanjang umur simpan produk di rak supermarket.

Tips Aman Membuat Mayonaise Rumahan
  1. Gunakan Telur Pasteurisasi: Untuk mencegah risiko infeksi bakteri Salmonella, selalu gunakan telur yang sudah dipasteurisasi, terutama jika saus akan dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil, atau lansia.
  2. Pilih Minyak Berkualitas: Gunakan minyak dengan rasa netral yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal (seperti minyak zaitun ringan atau minyak alpukat) untuk profil kesehatan yang lebih baik.
  3. Simpan dengan Benar: Mayonaise rumahan tanpa bahan pengawet tidak tahan lama. Selalu simpan di dalam kulkas dalam wadah kedap udara dan habiskan dalam waktu maksimal 3 hingga 4 hari.

Kandungan Nutrisi dalam Mayonaise

Karena bahan baku mayonaise didominasi oleh minyak, tidak heran jika makanan pendamping ini sangat padat kalori. Secara umum, satu sendok makan (sekitar 14-15 gram) mayonaise komersial rata-rata mengandung:

  • Kalori: 90 – 100 kalori
  • Lemak Total: 10 gram (terdiri dari campuran lemak jenuh, lemak tak jenuh ganda, dan lemak tak jenuh tunggal, tergantung jenis minyak yang dipakai)
  • Kolesterol: 5 – 10 miligram
  • Natrium (Sodium): 70 – 90 miligram
  • Karbohidrat dan Protein: Kurang dari 1 gram

Kandungan lemak dalam mayonaise bisa menjadi hal yang baik atau buruk, sangat bergantung pada jenis minyak yang digunakan sebagai bahan baku. Jika mayonaise dibuat dengan minyak zaitun atau minyak alpukat, sebagian besar lemaknya akan berupa asam lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk mendukung kesehatan jantung. Sebaliknya, mayonaise berbahan dasar minyak kedelai biasanya tinggi asam lemak omega-6. Walaupun tubuh membutuhkan omega-6, konsumsi berlebihan tanpa diimbangi asupan omega-3 (yang sering terjadi dalam pola makan modern) dapat memicu peradangan di dalam tubuh.

Jika kamu memiliki target asupan nutrisi tertentu, melengkapi kebutuhan gizi tak harus selalu dengan membatasi makanan. Terkadang kamu butuh tambahan asupan luar. Apabila kamu merasa pola makan sehari-harimu kurang seimbang, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen dan vitamin yang tepat untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Dampak Konsumsi Mayonaise bagi Kesehatan

Bahan baku mayonaise membuat hidangan ini lezat, tetapi pengonsumsiannya dalam jumlah berlebihan bisa mendatangkan sejumlah masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa dampak yang perlu kamu waspadai:

1. Risiko Kenaikan Berat Badan

Dengan kandungan hampir 100 kalori per sendok makan, sangat mudah untuk mengonsumsi ratusan kalori ekstra tanpa disadari, misalnya ketika mayonaise dicampur dalam porsi besar salad kentang, salad makaroni, atau sebagai olesan tebal pada burger. Jika tidak diimbangi dengan pembakaran kalori melalui aktivitas fisik, penumpukan kalori berlebih ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan hingga obesitas.

2. Potensi Penyakit Kardiovaskular

Meskipun mayonaise modern menggunakan minyak nabati cair, beberapa produk komersial mungkin masih mengandung kadar lemak jenuh atau bahkan natrium yang cukup tinggi sebagai pengawet rasa. Asupan natrium yang tinggi secara terus-menerus diketahui memicu peningkatan tekanan darah (hipertensi). Jika ditambah dengan konsumsi kalori yang tidak terkontrol, risiko terkena penyakit jantung koroner atau stroke dapat meningkat.

3. Risiko Keracunan Makanan

Bahan baku mayonaise yang paling rawan adalah kuning telur mentah. Telur mentah memiliki risiko terkontaminasi bakteri *Salmonella enteritidis*. Bakteri ini adalah salah satu penyebab utama penyakit bawaan makanan (foodborne illness). Gejala keracunan makanan ini bisa ringan hingga berat. Jika kamu mengalami sakit perut hebat, muntah berkali-kali, atau demam tinggi yang dicurigai sebagai gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi mayonaise yang dibiarkan lama di suhu ruang, segeralah cari pertolongan medis agar tidak terjadi dehidrasi.

Alternatif Sehat Pengganti Mayonaise

Jika kamu menyukai tekstur krim (creamy) dari mayonaise namun ingin menghindari tingginya kalori dan lemak dari bahan baku mayonaise asli, ada banyak alternatif sehat yang bisa kamu gunakan dalam masakan sehari-hari:

1. Greek Yogurt (Yogurt Yunani) Plain

Greek yogurt adalah salah satu substitusi terbaik. Teksturnya kental dan memiliki rasa sedikit asam yang menyerupai karakter mayonaise. Perbedaannya, Greek yogurt kaya akan protein tinggi, mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan, dan memiliki jumlah kalori yang jauh lebih rendah. Kamu bisa menggunakan Greek yogurt dengan takaran 1:1 untuk menggantikan mayonaise dalam salad tuna, salad ayam, atau saus pendamping.

2. Alpukat Tumbuk (Mashed Avocado)

Alpukat memiliki tekstur yang sangat halus dan kaya akan lemak sehat (lemak tak jenuh tunggal) serta serat pangan. Alpukat yang dihancurkan dengan garpu lalu dicampur dengan sedikit perasan jeruk nipis, garam, dan lada, bisa menjadi olesan sandwich atau burger yang luar biasa lezat. Selain lebih sehat untuk jantung, alpukat bebas dari kolesterol dan memberikan tambahan vitamin E serta kalium bagi tubuh.

3. Hummus

Hummus, yang terbuat dari kacang arab (chickpeas) yang dihaluskan bersama tahini (pasta wijen), bawang putih, minyak zaitun, dan jus lemon, adalah pengganti mayonaise yang kaya rasa. Hummus tidak hanya memberikan tekstur kental, tetapi juga menyumbang serat nabati dan protein. Hummus sangat cocok digunakan sebagai bahan olesan roti isi (wrap) atau celupan sayuran segar (crudités).

Studi Terkait

Terkait dengan bahan baku mayonaise, banyak peneliti pangan berfokus pada masalah keamanan mikrobiologis dan profil lemaknya. National Center for Biotechnology Information (NCBI) menyimpan berbagai riset yang menunjukkan bahwa asam asetat (cuka) dan asam sitrat (lemon) yang digunakan dalam mayonaise sangat efektif menghambat pertumbuhan patogen bawaan makanan jika kadar pH dijaga di bawah 4,1.

Di sisi nutrisi, studi dari *American Heart Association* secara konsisten merekomendasikan penggantian lemak jenuh dalam makanan dengan lemak tak jenuh (seperti yang terdapat dalam minyak kanola atau minyak zaitun) untuk menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Oleh karena itu, mayonaise komersial saat ini lebih banyak yang menggunakan minyak nabati cair demi mencapai profil kesehatan yang lebih diterima masyarakat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Dietary fats: Know which types to choose.
U.S. Department of Agriculture (USDA) FoodData Central. Diakses pada 2024. Mayonnaise, regular.
Food Safety.gov. Diakses pada 2024. Salmonella and Eggs.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Healthy Swaps for Condiments.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Survival of Salmonella Enteritidis in homemade mayonnaise.

FAQ

1. Apakah bahan baku mayonaise aman untuk ibu hamil?

Ibu hamil sangat disarankan untuk menghindari mayonaise rumahan yang menggunakan telur mentah untuk menghindari risiko infeksi bakteri *Salmonella*. Namun, mayonaise komersial yang dijual di supermarket umumnya aman dikonsumsi karena menggunakan telur yang sudah melalui proses pasteurisasi, yang secara efektif telah membunuh bakteri patogen.

2. Mengapa mayonaise rumahan saya bisa pecah (terpisah) minyaknya?

Mayonaise pecah terjadi ketika proses emulsifikasi gagal. Ini biasanya disebabkan oleh penuangan minyak yang terlalu cepat ke dalam adonan telur, atau karena telur dan minyak berada pada suhu yang berbeda (sebaiknya semua bahan berada pada suhu ruang). Kamu bisa menyelamatkannya dengan mengocok satu kuning telur baru di mangkuk terpisah, lalu sedikit demi sedikit masukkan mayonaise yang pecah tadi sambil terus diaduk kuat.

3. Apakah mayonaise baik untuk program diet keto?

Secara umum, mayonaise diperbolehkan dalam diet ketogenik (keto) karena sangat tinggi lemak dan nyaris nol karbohidrat. Namun, praktisi diet kesehatan menyarankan untuk memilih mayonaise yang terbuat dari minyak zaitun atau minyak alpukat, dan menghindari produk yang tinggi minyak kedelai atau ditambahkan gula rahasia.

4. Bagaimana cara menyimpan mayonaise yang benar?

Mayonaise komersial yang belum dibuka bisa disimpan di suhu ruang yang sejuk dan gelap (seperti di lemari dapur). Namun, setelah segelnya dibuka, mayonaise wajib disimpan di dalam kulkas dan dapat bertahan hingga 2 bulan. Untuk mayonaise buatan sendiri yang tanpa pengawet buatan, harus selalu berada di dalam kulkas sejak awal dan segera dihabiskan dalam kurun waktu kurang dari 4 hari.