Ad Placeholder Image

Memar: Berdarah di Dalam Kulit? Kapan Perlu Waspada?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Berdarah di Dalam Kulit? Kenali Penyebab dan Cara Atasi

Memar: Berdarah di Dalam Kulit? Kapan Perlu Waspada?Memar: Berdarah di Dalam Kulit? Kapan Perlu Waspada?

Apa Itu Berdarah di Dalam Kulit? Memahami Memar, Petekie, dan Purpura

Berdarah di dalam kulit, yang sering dikenal sebagai memar atau hematoma, adalah kondisi umum yang terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit pecah. Kondisi ini menyebabkan darah merembes ke jaringan sekitarnya, menimbulkan perubahan warna kulit yang khas, mulai dari merah, ungu, hingga biru kehitaman. Selain perubahan warna, dapat timbul bengkak dan rasa nyeri pada area yang terdampak.

Sebagian besar kasus berdarah di dalam kulit adalah akibat cedera ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius, seperti efek samping obat-obatan tertentu, infeksi, atau gangguan pembekuan darah. Penting untuk memahami penyebab dan jenis perdarahan di dalam kulit agar dapat menentukan penanganan yang tepat dan kapan perlu mencari bantuan medis.

Definisi Berdarah di Dalam Kulit

Berdarah di dalam kulit terjadi saat kapiler atau pembuluh darah kecil di bawah kulit mengalami kerusakan dan pecah. Darah yang bocor dari pembuluh yang rusak tersebut kemudian terkumpul di bawah permukaan kulit. Penumpukan darah ini membentuk apa yang dikenal sebagai hematoma atau memar.

Gejala awal yang sering terlihat adalah perubahan warna kulit. Area yang terpengaruh dapat berwarna merah muda atau merah terang pada awalnya. Seiring waktu, warna ini akan berubah menjadi biru keunguan atau hitam karena darah mulai mengering dan dipecah oleh tubuh. Pembengkakan dan rasa nyeri tekan juga umum terjadi pada area yang mengalami perdarahan.

Penyebab Umum Berdarah di Dalam Kulit

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan berdarah di dalam kulit, mulai dari yang paling umum hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian khusus.

  • Cedera fisik: Benturan, jatuh, atau trauma fisik lainnya adalah penyebab paling sering dari memar. Kekuatan mekanis ini dapat merusak pembuluh darah kecil di bawah kulit.
  • Efek samping obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti aspirin atau antikoagulan (pengencer darah), dapat mengurangi kemampuan darah untuk membeku. Kondisi ini meningkatkan risiko seseorang mengalami perdarahan di dalam kulit meskipun hanya akibat cedera ringan.
  • Infeksi: Beberapa infeksi, baik virus maupun bakteri, dapat memengaruhi pembuluh darah atau trombosit. Contohnya adalah demam berdarah dengue yang dapat menyebabkan perdarahan di bawah kulit.
  • Gangguan pembekuan darah: Kondisi medis seperti trombositopenia (kadar trombosit yang rendah) atau hemofilia dapat menyebabkan seseorang mudah mengalami memar atau perdarahan. Trombosit memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah.
  • Penuaan: Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan pembuluh darah lebih rapuh. Hal ini membuat lansia lebih rentan mengalami memar meskipun hanya akibat trauma ringan.
  • Reaksi alergi atau autoimun: Dalam beberapa kasus, reaksi alergi yang parah atau kondisi autoimun tertentu dapat memicu peradangan pada pembuluh darah. Peradangan ini dapat menyebabkan perdarahan di dalam kulit.

Jenis dan Tampilan Berdarah di Dalam Kulit

Berdarah di dalam kulit dapat muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran, tergantung pada penyebab dan jumlah darah yang terkumpul.

  • Memar (Ekimosis): Ini adalah jenis yang paling umum, berupa area kebiruan atau keunguan dengan berbagai ukuran. Memar terjadi akibat darah terkumpul setelah pembuluh darah pecah akibat cedera.
  • Petekie: Muncul sebagai bintik-bintik kecil, merah atau ungu, dan datar pada kulit. Petekie seringkali tidak disebabkan oleh cedera langsung, melainkan akibat masalah pembekuan darah atau infeksi tertentu yang memengaruhi kapiler.
  • Purpura: Mirip dengan memar tetapi ukurannya bisa lebih besar dari petekie. Purpura dapat muncul tanpa riwayat cedera yang jelas dan sering dikaitkan dengan gangguan autoimun atau efek samping obat-obatan.
  • Lepuh Darah (Blood Blister): Ini adalah kantung berisi darah yang terbentuk di bawah lapisan kulit terluar. Lepuh darah biasanya muncul setelah cedera ringan yang menyebabkan gesekan atau tekanan pada kulit.

Penanganan Awal Berdarah di Dalam Kulit Akibat Cedera Ringan

Untuk kasus berdarah di dalam kulit yang disebabkan oleh cedera ringan, penanganan awal dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri. Metode RICE adalah salah satu pendekatan yang direkomendasikan.

  • Rest (Istirahat): Batasi aktivitas pada area yang memar untuk mencegah cedera lebih lanjut. Beri waktu bagi tubuh untuk menyembuhkannya.
  • Ice (Kompres Dingin): Segera tempelkan kompres dingin atau es yang dibungkus kain pada area yang memar selama 15-20 menit. Lakukan beberapa kali sehari untuk membantu menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi pembengkakan.
  • Compression (Bebat Tekan): Balut area yang memar dengan perban elastis secara lembut. Bebat ini membantu mengurangi pembengkakan dan memberikan dukungan. Pastikan tidak terlalu ketat agar tidak mengganggu sirkulasi darah.
  • Elevation (Angkat Lebih Tinggi): Jika memungkinkan, angkat bagian tubuh yang memar lebih tinggi dari posisi jantung. Ini membantu mengurangi aliran darah ke area tersebut dan meminimalkan pembengkakan.

Selain itu, obat pereda nyeri seperti parasetamol dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit. Hindari penggunaan aspirin karena dapat memperburuk perdarahan.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus berdarah di dalam kulit tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera.

  • Hematoma atau memar yang semakin membesar atau terasa sangat nyeri. Hal ini dapat mengindikasikan perdarahan internal yang lebih serius.
  • Demam tinggi atau kesulitan menggerakkan bagian tubuh yang memar. Gejala ini mungkin menandakan infeksi atau cedera yang lebih kompleks.
  • Perdarahan di dalam kulit muncul tanpa penyebab yang jelas atau berulang kali. Ini bisa menjadi tanda gangguan pembekuan darah atau kondisi medis lain yang belum terdiagnosis.
  • Seseorang sedang mengonsumsi obat pengencer darah dan mengalami memar yang signifikan. Obat ini dapat meningkatkan risiko perdarahan serius.
  • Muncul nanah atau tanda-tanda infeksi lain pada area yang memar, seperti kemerahan yang meluas atau hangat saat disentuh.
  • Munculnya banyak bintik merah atau ungu (petekie/purpura) yang disertai gejala infeksi seperti demam, mual, muntah, atau sakit kepala hebat. Kondisi ini dapat mengindikasikan infeksi parah seperti demam berdarah atau kondisi medis darurat lainnya.

Rekomendasi Medis Halodoc

Memahami tanda-tanda berdarah di dalam kulit dan kapan harus mencari pertolongan medis adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan. Jika memiliki kekhawatiran mengenai memar yang tidak biasa atau perdarahan di dalam kulit, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah berbicara dengan dokter umum atau spesialis. Halodoc menyediakan layanan konsultasi medis yang profesional dan terpercaya, membantu memperoleh diagnosis akurat serta penanganan yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan.