Memar Warna Kuning: Wajar atau Perlu ke Dokter?

DAFTAR ISI
- Apa Itu Memar dan Bagaimana Terjadinya?
- Tahapan Perubahan Warna Memar
- Penyebab Tubuh Mudah Mengalami Memar
- Cara Mengatasi Memar Secara Mandiri di Rumah
- Kapan Memar Menjadi Tanda Bahaya?
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu terbentur meja atau terjatuh, lalu beberapa hari kemudian muncul bercak di kulitmu yang warnanya terus berubah? Dari yang awalnya merah, keunguan, hijau, hingga akhirnya muncul memar warna kuning. Banyak orang sering kali merasa panik ketika melihat perubahan warna pada memar mereka, terutama ketika warnanya menjadi kekuningan yang tampak tidak wajar.
Kenyataannya, memar merupakan respons alami tubuh terhadap cedera pada pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah permukaan kulit. Darah yang merembes keluar dari pembuluh darah ini akan terperangkap di jaringan sekitarnya, sehingga menimbulkan perubahan warna pada kulit yang kita sebut sebagai memar atau dalam istilah medis dikenal dengan ekimosis.
Perubahan warna pada memar, termasuk kemunculan memar warna kuning, sebenarnya adalah sebuah indikator biologis yang luar biasa. Ini adalah cara tubuh memberitahumu bahwa proses penyembuhan sedang berlangsung dan sistem kekebalan tubuhmu sedang bekerja keras membersihkan sisa-sisa darah yang terperangkap.
Namun, dalam beberapa kasus, memar yang muncul tanpa sebab yang jelas atau tidak kunjung sembuh bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan lain yang lebih serius. Nah, mau tahu secara detail proses di balik perubahan warna memar dan kapan kamu harus mulai waspada? Berikut ulasannya!
Apa Itu Memar dan Bagaimana Terjadinya?
Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit rusak atau pecah, biasanya akibat benturan benda tumpul, pukulan, atau cedera fisik lainnya. Karena tidak ada luka terbuka yang merobek kulit, darah dari pembuluh darah yang pecah tidak bisa keluar dari tubuh. Akibatnya, darah tersebut berkumpul dan menggenang di dalam jaringan di bawah kulit.
Sel darah merah yang tumpah ke jaringan ini kaya akan hemoglobin, yaitu protein yang bertugas membawa oksigen. Ketika hemoglobin ini terlepas dari dalam pembuluh darah, tubuh akan mengenalinya sebagai benda asing yang harus dibersihkan. Di sinilah sel-sel darah putih tipe makrofag (sel pembersih tubuh) mulai datang ke area cedera untuk menelan dan menghancurkan sel darah merah yang mati tersebut.
Proses pemecahan hemoglobin inilah yang secara visual terlihat di permukaan kulit sebagai perubahan warna memar. Jadi, jika kamu memiliki memar, kamu sebenarnya sedang melihat proses daur ulang darah secara langsung dari luar tubuh.
Tahapan Perubahan Warna Memar
Warna memar akan berubah seiring berjalannya waktu. Setiap warna mewakili tahapan kimiawi yang berbeda dalam proses pemecahan sel darah merah. Berikut adalah timeline umum perubahan warna memar:
1. Merah atau Merah Muda (0 hingga 2 Hari)
Sesaat setelah kamu terbentur, memar biasanya akan berwarna kemerahan atau merah muda. Hal ini terjadi karena darah yang baru saja keluar dari pembuluh darah masih sangat segar dan kaya akan oksigen. Pada fase ini, area yang memar biasanya akan terasa hangat, sedikit bengkak, dan nyeri jika disentuh karena adanya proses peradangan akut.
2. Biru, Ungu, atau Hitam (1 hingga 5 Hari)
Dalam 1 hingga 2 hari setelah cedera, warna memar akan menggelap menjadi biru, ungu tua, atau bahkan hampir hitam. Perubahan ini disebabkan oleh darah yang mulai kehilangan oksigen di luar pembuluh darah. Tanpa suplai oksigen yang baru, hemoglobin berubah warna menjadi lebih gelap. Pada fase ini, pembengkakan mungkin mulai sedikit mereda, meski rasa nyeri seringkali masih ada.
3. Hijau Pucat (5 hingga 7 Hari)
Setelah beberapa hari, memar akan mulai memudar dan berubah warna menjadi kehijauan. Warna hijau ini berasal dari senyawa yang disebut biliverdin. Biliverdin adalah produk sampingan dari pemecahan hemoglobin. Tubuh menggunakan enzim khusus yang disebut heme oxygenase untuk mengubah sisa-sisa hemoglobin menjadi biliverdin.
4. Memar Warna Kuning (7 hingga 10 Hari)
Inilah fase yang sering ditanyakan. Memar warna kuning menandakan bahwa memar kamu sudah memasuki tahap akhir penyembuhan. Warna kuning terang atau keemasan ini berasal dari senyawa yang disebut bilirubin. Bilirubin terbentuk ketika enzim tubuh memecah biliverdin. Jadi, jika kamu melihat memar warna kuning, itu adalah kabar baik! Artinya tubuhmu hampir selesai membersihkan sisa darah yang bocor di area tersebut.
5. Cokelat Terang dan Menghilang (10 hingga 14 Hari)
Pada tahap paling akhir, memar mungkin akan terlihat berwarna cokelat muda pucat sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya. Warna cokelat ini berasal dari hemosiderin, yaitu bentuk simpanan zat besi sisa dari hemoglobin. Setelah makrofag tubuh selesai mengangkut semua hemosiderin ini, kulitmu akan kembali ke warna normalnya.
Faktor Pemicu Memar yang Sering Tidak Disadari
- Olahraga Berat: Angkat beban atau olahraga intensitas tinggi dapat menyebabkan robekan mikroskopis pada pembuluh darah di bawah kulit.
- Paparan Sinar Matahari Berlebih: Sinar UV dalam jangka panjang dapat melemahkan dinding pembuluh darah sehingga lebih rentan pecah.
- Defisiensi Nutrisi: Kurangnya asupan vitamin C atau vitamin K membuat pembuluh darah lebih rapuh.
Penyebab Tubuh Mudah Mengalami Memar
Meskipun memar adalah hal yang wajar setelah terjadinya benturan, beberapa orang mungkin menyadari bahwa mereka sangat mudah memar, bahkan dari benturan yang sangat ringan yang tidak mereka ingat. Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami memar:
1. Faktor Usia
Seiring bertambahnya usia, kulit kita akan menipis dan kehilangan sebagian besar lapisan lemak pelindung di bawahnya yang berfungsi seperti bantalan (cushion). Selain itu, produksi kolagen yang menurun membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rapuh. Hal ini menyebabkan lansia lebih mudah mengalami memar meskipun hanya tersenggol pelan.
2. Konsumsi Obat-obatan Tertentu
Obat pengencer darah seperti aspirin, warfarin, atau clopidogrel dapat membuat darah sulit membeku, sehingga jika terjadi benturan kecil, darah akan mengalir lebih banyak dan menyebabkan memar yang lebih luas. Begitu juga dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen, serta obat kortikosteroid topikal maupun oral yang jika digunakan dalam jangka panjang dapat menipiskan kulit.
3. Kondisi Medis yang Mendasari
Beberapa kondisi medis dapat mengganggu proses pembekuan darah. Misalnya, gangguan fungsi hati (karena hati memproduksi protein pembekuan darah), trombositopenia (jumlah trombosit darah yang rendah), atau penyakit kelainan genetik seperti hemofilia dan penyakit Von Willebrand.
Jika kamu sering mengalami memar tanpa sebab atau memar sangat sulit hilang, kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan layanan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis medis yang tepat.
Cara Mengatasi Memar Secara Mandiri di Rumah
Meskipun memar akan sembuh dengan sendirinya, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan di rumah untuk mempercepat proses penyembuhan, mengurangi rasa sakit, dan mengendalikan pembengkakan, terutama di hari-hari pertama setelah cedera. Metode yang paling efektif dikenal dengan singkatan RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation).
1. Rest (Istirahat)
Segera istirahatkan area tubuh yang mengalami memar. Mengurangi pergerakan akan menurunkan aliran darah ke area tersebut, sehingga meminimalkan jumlah darah yang bocor dari pembuluh darah yang rusak.
2. Ice (Kompres Dingin)
Gunakan kompres es yang dibalut handuk pada area yang terbentur selama 15 hingga 20 menit pada 24 hingga 48 jam pertama. Suhu dingin akan menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah), yang efektif menghentikan pendarahan internal dan mengurangi bengkak.
3. Compression (Kompresi)
Membalut area yang memar dengan perban elastis (jangan terlalu ketat) dapat memberikan tekanan yang membantu mencegah darah merembes lebih jauh ke jaringan sekitarnya.
4. Elevation (Elevasi)
Angkat area yang cedera sedikit lebih tinggi dari posisi jantung. Jika memar ada di kaki, kamu bisa mengganjalnya dengan bantal saat berbaring. Gravitasi akan membantu cairan menjauh dari area memar sehingga mengurangi pembengkakan.
Perawatan Setelah 48 Jam (Terapi Panas)
Setelah melewati 2 hari, kamu bisa mengganti kompres dingin dengan kompres hangat. Suhu hangat akan melebarkan pembuluh darah, meningkatkan aliran darah yang membawa makrofag, dan mempercepat pembersihan bilirubin sehingga memar warna kuning bisa lebih cepat pudar. Di samping perawatan alami, kamu juga dapat mempercepat pemulihan dengan produk kesehatan khusus. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
Kapan Memar Menjadi Tanda Bahaya?
Walaupun memar warna kuning adalah tanda penyembuhan, ada beberapa tanda bahaya (red flags) terkait memar yang tidak boleh diabaikan. Segera temui dokter jika kamu mengalami kondisi berikut:
- Memar muncul tiba-tiba secara masif tanpa adanya riwayat benturan atau cedera.
- Memar disertai rasa nyeri yang sangat hebat dan bengkak yang terus membesar. Ini bisa jadi tanda compartment syndrome atau penumpukan darah dalam jumlah besar (hematoma) yang menekan saraf.
- Memar tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan warna atau tidak memudar setelah lebih dari 2 minggu.
- Disertai gejala pendarahan di area lain, seperti mimisan yang sering, gusi berdarah, atau adanya darah pada urine dan feses.
- Memar muncul berulang kali secara tidak wajar di area tubuh yang jarang terbentur, seperti di punggung, dada, atau wajah.
Studi Terkait Penyembuhan Memar
Journal of Forensic and Legal Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bagaimana tahapan warna memar dapat dianalisis untuk menentukan estimasi usia luka memar tersebut secara medis dan forensik. Studi ini mengkonfirmasi bahwa transisi dari hemoglobin menjadi biliverdin dan akhirnya menjadi bilirubin (yang memicu memar warna kuning) adalah proses yang berurutan secara biologis.
Penelitian tersebut menegaskan bahwa kemunculan warna kuning atau bilirubin secara konsisten terjadi pada fase akhir pemulihan jaringan otot atau kulit yang mengalami perdarahan kapiler, membuktikan bahwa tubuh berada di tahap pemulihan optimal.
Jika memar yang kamu alami tak kunjung sembuh atau disertai gejala mengkhawatirkan lainnya, jangan ragu untuk memeriksakan diri lebih lanjut.
Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Bruise: First aid.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Bruises.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Pathophysiology of Ecchymosis.
World Health Organization. Diakses pada 2024. Recognizing early signs of bleeding disorders.
FAQ
1. Apakah memar warna kuning berbahaya?
Tidak. Memar warna kuning justru merupakan pertanda yang sangat baik. Warna kuning berasal dari senyawa bilirubin, yang menandakan bahwa tubuhmu sedang dalam proses akhir menyerap kembali dan membersihkan sisa-sisa sel darah merah dari area kulit yang cedera.
2. Berapa lama memar berubah menjadi kuning?
Umumnya, sebuah memar akan berubah warna menjadi kuning dalam waktu 7 hingga 10 hari setelah cedera pertama kali terjadi. Setelah masuk ke fase kuning, biasanya memar akan sepenuhnya hilang dalam waktu beberapa hari ke depan atau maksimal 14 hari sejak awal terbentur.
3. Bolehkah memijat atau menggosok memar yang berwarna kuning?
Sebaiknya hindari memijat memar dengan keras. Meskipun sudah berwarna kuning dan tampak mau sembuh, memijat terlalu kuat bisa kembali merusak kapiler (pembuluh darah kecil) yang baru saja pulih dan justru memicu pendarahan ulang di bawah kulit.
4. Kenapa memar saya keras dan sedikit menonjol?
Terkadang darah yang menumpuk di bawah kulit dapat menggumpal dan mengeras, kondisi ini disebut hematoma. Tubuh membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menyerap kembali darah yang menggumpal ini. Mengompresnya dengan air hangat dapat membantu melancarkan aliran darah dan mempercepat pelunakan gumpalan darah tersebut.





