• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Membedakan Alasan Bayi Menangis di Malam Hari
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Membedakan Alasan Bayi Menangis di Malam Hari

Membedakan Alasan Bayi Menangis di Malam Hari

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 02 Mei 2018
Membedakan Alasan Bayi Menangis di Malam HariMembedakan Alasan Bayi Menangis di Malam Hari

Halodoc, Jakarta – Setelah satu harian menghabiskan waktu bersama Si Kecil, tentu ibu mengharapkan bayi bisa tidur dengan tenang di malam hari. Tak hanya bayi yang membutuhkan tidur di malam hari, tapi juga sang ibu. Namun, bagaimana jika Si Kecil malah terus menangis dan tidak membiarkan ibu tidur?

Bagi bayi yang baru lahir, menangis adalah satu-satunya cara berkomunikasi dengan sekitar. Meski terdengar sama saja, ternyata setiap tangisan bayi mungkin memiliki makna yang berbeda, lho. Artinya, hal yang ingin ia sampaikan pun biasanya berbeda. Lantas bagaimana cara membedakan tangisan bayi, terutama di malam hari?

Orangtua memang dianjurkan untuk sigap  menghadapi tangisan bayi. Sebab ada banyak faktor yang bisa membuat Si Kecil mengeluarkan tangisan. Seperti kelelahan, kesakitan, mengantuk, hingga rasa lapar atau sekadar tidak nyaman terhadap satu hal.

Tangisan yang dikeluarkan bayi memang terdengar hampir sama. Sebab ia belum memiliki kontrol yang cukup baik terutama dalam menyampaikan ekspresi dengan tepat. Namun, orangtua harus lebih peka dan memerhatikan apa yang sebenarnya dibutuhkan Si Kecil. Biasanya, dalam waktu satu bulan ibu sudah bisa mulai mengenali  makna di balik tangisan bayi.

  1. Lapar

Saat sedang merasa lapar, biasanya tangisan yang dikeluarkan bayi akan terdengar lebih pendek. Selain itu, tangisan karena lapar pun hanya akan terjadi dalam waktu yang singkat dengan nada yang rendah. Namun, jika orangtua tidak segera merespon dan memberi apa yang diinginkan anak, biasanya tangisannya akan berubah menjadi lebih keras dan intens.

  1. Sakit

Sementara saat sedang merasa sakit, bayi biasanya akan menangis secara tiba-tiba dan durasi yang lebih panjang hingga dua kali lipat. Tangisan karena rasa sakit cenderung terjadi lebih panjang, jeritan yang dikeluarkan tidak terlalu melengking tapi dengan nada yang merendah.

Nah kalau hal ini yang terjadi, cobalah untuk lebih memperhatikan dan memeriksa seluruh bagian tubuh bayi. Bisa jadi ada sesuatu yang dirasa salah dan membuatnya merasa sakit. Rasa sakit bisa juga disebabkan oleh penggunaan diaper yang terlalu ketat, atau karena digigit serangga tertentu yang ada di kasur.

  1. Lelah

Terkadang Si Kecil juga akan menangis untuk memberi tahu bahwa ia sudah merasa lelah dan mulai mengantuk. Biasanya hal ini biasanya akan terjadi setelah bayi bangun untuk waktu yang lama sehingga ia butuh segera tidur. Nah, biasanya tangisan yang menjadi tanda bayi mengantuk akan terdengar lebih lembut dan lemah. Terkadang, bayi akan menangis lebih lama jika ia masih belum merasa cukup nyaman dana man untuk terlelap.

Jika ibu bisa dengan segera mengenali maksud tangisan bayi, biasanya ia hanya akan menangis sebentar sebelum akhirnya tertidur. Agar Si Kecil tidur dengan nyaman, pastikan untuk selalu memeriksa kondisinya mulai dari urusan pakaian yang pas dan tidak terlalu ketat, hingga tempat tidur yang nyaman. Ingat-ingat juga apakah ia sudah meminum susu, sebab tidur dengan perut yang sudah terisi bisa membuat bayi lebih lelap.

Jika bayi menangis terus menerus, tidak menutup kemungkinan ia merasa ada yang salah di dalam tubuhnya. Tidak perlu khawatir, jika menemukan masalah pada bayi segera bicarakan pada dokter di aplikasi Halodoc. Sampaikan keluhan seputar masalah kesehatan si kecil pada dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play.