Ad Placeholder Image

Mencret dan Sendawa Bau? Kenapa Ya, Begini Cara Atasinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Mencret Plus Sendawa Bau Telur Busuk? Atasi Segera!

Mencret dan Sendawa Bau? Kenapa Ya, Begini Cara Atasinya!Mencret dan Sendawa Bau? Kenapa Ya, Begini Cara Atasinya!

Ringkasan Singkat: Mengapa Mencret dan Sendawa Bau Terjadi Bersamaan?

Mencret atau diare yang disertai sendawa bau, sering kali seperti telur busuk, merupakan pertanda adanya gangguan pada sistem pencernaan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi bakteri atau virus (gastroenteritis), keracunan makanan, hingga alergi makanan.

Selain itu, peradangan usus seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau Inflammatory Bowel Disease (IBD), serta masalah lambung seperti GERD atau gastritis, juga dapat memicu gejala tersebut. Makanan tinggi sulfur atau yang sulit dicerna sering kali menjadi pemicu karena dapat terfermentasi di usus, menghasilkan gas berbau.

Penanganan awal melibatkan menjaga hidrasi tubuh dengan banyak cairan seperti oralit, mengonsumsi makanan lembut, dan menghindari pemicu seperti produk susu atau makanan pedas. Penting untuk segera mencari bantuan medis jika gejala memburuk, seperti demam tinggi, lemas, BAB berdarah atau berlendir, atau tidak membaik dalam 2-3 hari.

Memahami Sendawa Bau dan Mencret (Diare)

Sendawa bau adalah keluarnya gas dari saluran pencernaan bagian atas yang memiliki aroma tidak sedap, sering kali digambarkan seperti telur busuk karena kandungan hidrogen sulfida. Gas ini terbentuk ketika makanan atau bakteri di saluran cerna menghasilkan senyawa sulfur.

Mencret, atau diare, adalah kondisi buang air besar (BAB) dengan konsistensi tinja yang encer atau cair, terjadi lebih sering dari biasanya, dan dapat disertai dengan rasa mulas. Kedua gejala ini dapat muncul bersamaan sebagai indikasi adanya masalah pada sistem pencernaan.

Penyebab Mencret dan Sendawa Bau yang Terjadi Bersamaan

Beberapa kondisi medis dan pola makan dapat menyebabkan mencret dan sendawa bau secara bersamaan. Pemahaman mengenai penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat.

Infeksi Saluran Pencernaan (Gastroenteritis)

Infeksi bakteri, virus, atau parasit dapat menyebabkan peradangan pada lambung dan usus, kondisi yang dikenal sebagai gastroenteritis. Bakteri seperti Salmonella, E. coli, atau virus seperti rotavirus dan norovirus, adalah penyebab umum. Infeksi ini memicu diare dan produksi gas berlebih yang mungkin berbau.

Keracunan Makanan

Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, toksin, atau virus dapat menyebabkan keracunan makanan. Gejala sering muncul dengan cepat dan meliputi mual, muntah, mencret, serta sendawa bau busuk karena aktivitas bakteri atau proses pembusukan makanan di dalam saluran cerna.

Alergi dan Intoleransi Makanan

Beberapa orang tidak dapat mencerna komponen makanan tertentu dengan baik. Contoh umum adalah intoleransi laktosa (kesulitan mencerna gula susu) atau alergi gluten. Ketika makanan pemicu dikonsumsi, tubuh bereaksi dengan peradangan, menyebabkan mencret, kembung, dan sendawa bau.

Gangguan Usus Peradangan (IBS/IBD)

Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan Inflammatory Bowel Disease (IBD) adalah kondisi kronis yang memengaruhi usus besar. IBS menyebabkan gejala seperti nyeri perut, kembung, diare atau sembelit, dan sendawa berlebih. IBD, yang meliputi penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, melibatkan peradangan usus yang parah, juga dapat memicu mencret dan gas berbau.

Masalah Lambung (GERD/Gastritis)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Keduanya dapat mengganggu proses pencernaan, menyebabkan produksi gas berlebih, sendawa bau, dan terkadang diare karena makanan tidak tercerna dengan baik.

Makanan Tinggi Sulfur atau Sulit Dicerna

Beberapa jenis makanan memiliki kandungan sulfur tinggi yang saat dicerna atau difermentasi oleh bakteri usus, akan menghasilkan gas hidrogen sulfida yang berbau. Contohnya termasuk brokoli, kembang kol, telur, bawang putih, daging merah, dan alkohol. Makanan yang kaya serat tertentu atau sulit dicerna juga dapat meningkatkan fermentasi dan produksi gas.

Gejala Lain yang Menyertai Mencret dan Sendawa Bau

Selain mencret dan sendawa bau, beberapa gejala lain yang mungkin muncul meliputi:

  • Nyeri atau kram perut
  • Kembung dan rasa tidak nyaman di perut
  • Mual atau muntah
  • Demam
  • Lemas dan kurang bertenaga
  • Nafsu makan berkurang

Penanganan Awal di Rumah untuk Mencret dan Sendawa Bau

Saat mengalami mencret dan sendawa bau, beberapa langkah awal dapat dilakukan di rumah:

  • Penuhi Cairan Tubuh: Minumlah banyak cairan, seperti air putih, teh herbal, atau oralit, untuk mencegah dehidrasi akibat mencret.
  • Konsumsi Makanan Lembut: Pilih makanan yang mudah dicerna seperti bubur, roti tawar, pisang, nasi, atau sup kaldu bening.
  • Hindari Pemicu: Batasi atau hindari makanan yang sulit dicerna, tinggi sulfur, pedas, berminyak, serta produk susu dan kafein, yang dapat memperparah gejala.
  • Istirahat Cukup: Beri tubuh waktu untuk pulih dengan istirahat yang cukup.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun seringkali dapat ditangani di rumah, ada beberapa situasi di mana mencret dan sendawa bau memerlukan perhatian medis segera. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami:

  • Demam tinggi (di atas 38,5°C)
  • Dehidrasi parah (mulut kering, jarang buang air kecil, lemas luar biasa)
  • Nyeri perut hebat yang tidak mereda
  • Buang air besar berdarah atau berlendir
  • Gejala tidak membaik atau justru memburuk setelah 2-3 hari
  • Mencret terjadi pada bayi atau lansia

Pencegahan Gangguan Pencernaan Penyebab Sendawa Bau dan Mencret

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya mencret dan sendawa bau meliputi:

  • Menjaga Kebersihan: Cuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet. Pastikan makanan dimasak dengan benar dan disimpan dengan higienis.
  • Perhatikan Diet: Kenali makanan yang menjadi pemicu gejala dan hindari konsumsinya. Konsumsi makanan seimbang dengan serat yang cukup dari buah dan sayur.
  • Hidrasi Optimal: Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan minum air yang cukup setiap hari.
  • Kelola Stres: Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan. Lakukan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi.

Kesimpulan: Dapatkan Penanganan Tepat dengan Halodoc

Mencret dan sendawa bau yang terjadi bersamaan adalah tanda tubuh sedang mengalami gangguan pencernaan yang perlu diwaspadai. Memahami penyebab dan cara penanganan awal sangat penting untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Apabila gejala tidak membaik, disertai demam tinggi, lemas, atau BAB berdarah, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah berbicara dengan dokter umum atau spesialis penyakit dalam kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang akurat dan tepat.