
Mendengar Suara Jangkrik di Kepala, Ini Penyebab Tinnitus
“Mendengarkan suara jangkrik di kepala bisa menjadi hasil dari sirkuit saraf otak yang mencoba beradaptasi akibat hilangnya sel-sel rambut sensorik. Ia pun kemudian meningkatkan kepekaan terhadap suara.”

DAFTAR ISI
- Memahami Kondisi Telinga Berbunyi
- Penyebab Umum Telinga Berisik
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu merasakan sensasi aneh di dalam telinga, seperti ada sesuatu yang bergerak, mendesis, atau berdenyut? Sensasi telinga berbunyi seperti ada serangga tentu bisa memicu rasa panik dan ketidaknyamanan yang luar biasa. Kondisi ini sering kali digambarkan sebagai suara kepakan sayap, gesekan, atau dengungan yang muncul tiba-tiba. Meski terkadang memang ada serangga kecil yang masuk secara tidak sengaja, dalam banyak kasus, suara tersebut merupakan manifestasi dari kondisi medis tertentu yang dikenal sebagai tinnitus atau adanya sumbatan pada saluran telinga.
Telinga adalah organ yang sangat sensitif. Gangguan sekecil apa pun pada saluran telinga luar, tengah, maupun dalam dapat mengirimkan sinyal saraf yang diinterpretasikan oleh otak sebagai suara yang mengganggu. Memahami penyebab di balik suara-suara aneh ini sangat penting agar kamu tidak melakukan tindakan berbahaya seperti mengorek telinga dengan benda tajam atau cotton bud, yang justru berisiko melukai gendang telinga.
Penanganan yang tepat bergantung pada diagnosis yang akurat. Jika sensasi tersebut disertai dengan rasa nyeri, keluarnya cairan, atau penurunan pendengaran, maka penanganan medis segera sangat diperlukan. Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa telinga bisa berbunyi seperti ada serangga dan langkah-langkah apa yang bisa kamu ambil untuk mengatasinya secara aman.
Nah, mau tahu apa saja penjelasan medis dan langkah penanganannya? Berikut ulasannya!
Memahami Kondisi Telinga Berbunyi
Sensasi “serangga” di telinga bisa berupa dua hal: benda asing yang nyata atau ilusi suara. Jika benar ada serangga yang masuk, suara yang kamu dengar biasanya sangat intens karena ruang di saluran telinga yang sempit memperkuat getaran dari gerakan serangga tersebut. Namun, jika setelah diperiksa tidak ada benda asing, kemungkinan besar kamu mengalami tinnitus subjektif.
Tinnitus adalah persepsi suara di dalam telinga tanpa adanya sumber suara eksternal. Suara ini bisa bermacam-macam, mulai dari mendenging (ringing), menderu (roaring), hingga suara seperti jangkrik atau serangga yang sedang terbang. Kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan gejala dari masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti gangguan pada sistem pendengaran atau saraf yang menghubungkan telinga ke otak.
Penyebab Umum Telinga Berisik
Beberapa faktor dapat menyebabkan sensasi telinga berbunyi seperti ada serangga, di antaranya:
1. Sumbatan Serumen (Kotoran Telinga)
Kotoran telinga yang menumpuk dan mengeras dapat bergeser saat kamu mengunyah atau berbicara. Gesekan antara serumen yang keras dengan dinding saluran telinga atau gendang telinga sering kali menghasilkan suara “krek-krek” atau “kresek-kresek” yang mirip dengan gerakan serangga kecil.
2. Tinnitus
Seperti yang telah disebutkan, tinnitus dapat menghasilkan suara yang mirip dengungan serangga. Hal ini bisa dipicu oleh paparan suara bising dalam jangka panjang, penuaan, atau efek samping obat-obatan tertentu. Suara ini biasanya terasa lebih jelas saat suasana sedang hening, seperti saat akan tidur.
3. Otitis Eksterna (Infeksi Telinga Luar)
Peradangan pada saluran telinga akibat infeksi bakteri atau jamur dapat menyebabkan pembengkakan. Cairan atau nanah yang dihasilkan dari infeksi ini bisa bergerak di dalam telinga, menciptakan sensasi adanya sesuatu yang mengalir atau bergerak di dalam.
4. Benda Asing atau Serangga Nyata
Dalam beberapa kasus, serangga kecil seperti semut, kecoa kecil, atau kutu memang bisa merangkak masuk ke dalam telinga saat kita tidur atau berada di luar ruangan. Gerakan kaki serangga pada gendang telinga akan terasa sangat berisik dan menyakitkan.
Tips Pertolongan Pertama Jika Serangga Masuk Telinga
- Tetap tenang dan jangan memasukkan jari atau benda apa pun ke dalam telinga karena serangga bisa menyengat atau merangkak lebih dalam.
- Miringkan kepala sehingga telinga yang terkena menghadap ke atas, lalu teteskan sedikit minyak zaitun atau baby oil yang hangat (bukan panas) untuk mematikan serangga tersebut.
- Setelah serangga mati dan berhenti bergerak, miringkan kepala ke arah berlawanan untuk mengeluarkan minyak dan serangga tersebut. Jika tidak keluar, segera ke dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu merasakan telinga berbunyi disertai gejala berikut, jangan menunda untuk mencari bantuan medis:
- Nyeri hebat pada telinga.
- Keluar darah atau cairan berbau dari telinga.
- Pendengaran tiba-tiba menurun atau hilang.
- Pusing berputar (vertigo).
- Wajah terasa kaku atau lemas di satu sisi.
Untuk memastikan penyebab pastinya, kamu bisa segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter akan membantu melakukan diagnosis awal dan memberikan saran penanganan yang tepat sesuai kondisi kamu.
Punya Keluhan Telinga yang Mengganggu? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan pada telinga, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Studi Mengenai Tinnitus dan Persepsi Suara
Journal of Clinical Medicine menerbitkan studi di tahun 2016 yang menjelaskan bahwa tinnitus subjektif sering kali dikaitkan dengan aktivitas saraf abnormal di korteks pendengaran. Studi tersebut menemukan bahwa banyak pasien mendeskripsikan suara tinnitus mereka menyerupai suara alam, termasuk suara serangga atau aliran air.
Penelitian ini menekankan bahwa stres psikologis dapat memperburuk persepsi suara tersebut. Oleh karena itu, penanganan tinnitus tidak hanya berfokus pada organ telinga, tetapi juga pada manajemen stres dan terapi pembiasaan suara (tinnitus retraining therapy) untuk membantu otak mengabaikan suara-suara yang mengganggu.
Sensasi telinga berbunyi seperti ada serangga memang sangat mengganggu kenyamanan. Pastikan kamu tidak melakukan tindakan ceroboh yang bisa merusak pendengaran secara permanen. Selalu gunakan alat pembersih telinga dengan bijak dan konsultasikan masalahmu kepada ahli medis.
Kamu bisa mendapatkan obat-obatan atau alat pembersih telinga yang aman dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Tinnitus: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Foreign Body in the Ear.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Tinnitus: Ringing or humming in the ears.
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD). Diakses pada 2026. Tinnitus.
FAQ
1. Apakah berbahaya jika ada semut masuk ke telinga?
Jika dibiarkan, semut dapat menggigit saluran telinga atau gendang telinga yang menyebabkan luka, infeksi, dan nyeri hebat. Segera keluarkan dengan bantuan minyak atau ke dokter THT.
2. Mengapa telinga sering berbunyi kresek-kresek saat mengunyah?
Hal ini biasanya disebabkan oleh kotoran telinga yang kering dan keras (serumen prop) yang bergesekan dengan dinding telinga saat rahang bergerak.
3. Apakah stres bisa menyebabkan telinga berbunyi seperti serangga?
Ya, stres kronis dapat meningkatkan sensitivitas sistem saraf, yang membuat suara tinnitus (dengungan) terasa lebih keras dan lebih nyata menyerupai suara serangga.
4. Bagaimana cara membersihkan telinga yang benar agar tidak berbunyi?
Hindari penggunaan cotton bud untuk membersihkan bagian dalam. Gunakan tetes telinga pelunak serumen atau lakukan pembersihan rutin ke dokter THT setiap 6 bulan sekali.


