Ad Placeholder Image

Mendengkur: Penyebab, Bahaya, Cara Mengatasi Ngorok

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Mendengkur: Penyebab, Bahaya, & Cara Mengatasinya

Mendengkur: Penyebab, Bahaya, Cara Mengatasi NgorokMendengkur: Penyebab, Bahaya, Cara Mengatasi Ngorok

Mendengkur Adalah Kondisi yang Umum Terjadi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mendengkur atau ngorok adalah suara berisik yang muncul saat tidur akibat getaran jaringan lunak di saluran pernapasan atas. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyempitan atau terhambatnya saluran napas. Mendengkur bisa menjadi masalah kesehatan serius jika terkait dengan kondisi medis lain.

Definisi Mendengkur

Mendengkur adalah suara yang dihasilkan saat udara melewati jaringan yang rileks di tenggorokan, menyebabkan jaringan tersebut bergetar. Kondisi ini sering terjadi ketika otot-otot di lidah, langit-langit lunak, dan tenggorokan mengendur saat tidur. Akibatnya, saluran udara menjadi lebih sempit dan getaran yang terjadi menghasilkan suara dengkuran.

Gejala Mendengkur

Gejala utama mendengkur adalah suara berisik saat tidur yang bisa mengganggu orang lain. Namun, mendengkur juga bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti:

  • Sering terbangun di malam hari
  • Sakit kepala di pagi hari
  • Kantuk berlebihan di siang hari
  • Jeda napas saat tidur (apnea tidur)
  • Tersedak atau terengah-engah saat tidur

Jika mengalami gejala-gejala ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Penyebab Mendengkur

Mendengkur dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Otot tenggorokan dan lidah yang rileks: Saat tidur, otot-otot ini cenderung mengendur dan menyempitkan saluran napas.
  • Obesitas: Kelebihan berat badan dapat menyebabkan penumpukan lemak di sekitar leher, mempersempit saluran napas.
  • Posisi tidur telentang: Posisi ini menyebabkan lidah dan langit-langit lunak jatuh ke belakang, menghalangi saluran napas.
  • Masalah hidung: Hidung tersumbat akibat alergi atau infeksi dapat menyebabkan seseorang bernapas melalui mulut, meningkatkan risiko mendengkur.
  • Konsumsi alkohol dan obat penenang: Zat-zat ini dapat melemaskan otot-otot tenggorokan, memicu dengkuran.

Apakah Mendengkur Berbahaya?

Mendengkur sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun, mendengkur kronis yang disertai gejala lain bisa menjadi tanda *sleep apnea*, kondisi serius yang menyebabkan pernapasan berhenti sementara berulang kali saat tidur. *Sleep apnea* dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya.

Cara Mengatasi Mendengkur

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mengatasi mendengkur:

  • Menurunkan berat badan: Jika berat badan berlebih, menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi lemak di sekitar leher dan membuka saluran napas.
  • Mengubah posisi tidur: Hindari tidur telentang dan coba tidur menyamping untuk mencegah lidah dan langit-langit lunak menghalangi saluran napas.
  • Menghindari alkohol dan obat penenang sebelum tidur: Zat-zat ini dapat melemaskan otot-otot tenggorokan dan memperburuk dengkuran.
  • Mengobati alergi hidung: Jika hidung tersumbat akibat alergi, obati alergi dengan obat-obatan atau semprotan hidung.
  • Menggunakan alat bantu pernapasan: Dokter mungkin merekomendasikan penggunaan alat bantu pernapasan seperti CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) untuk menjaga saluran napas tetap terbuka saat tidur.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mendengkur terjadi secara kronis, sangat keras, dan disertai gejala seperti jeda napas saat tidur, kantuk berlebihan di siang hari, atau sakit kepala di pagi hari, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang sesuai.

Mendengkur adalah masalah umum yang dapat diatasi dengan berbagai cara. Jika mengalami masalah mendengkur, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.