Ad Placeholder Image

Mengapa Anak Sering Demam? Ini Dia 7 Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Mengapa Anak Sering Demam? Pahami Penyebabnya Yuk!

Mengapa Anak Sering Demam? Ini Dia 7 PenyebabnyaMengapa Anak Sering Demam? Ini Dia 7 Penyebabnya

Mengapa Anak Sering Demam? Memahami Penyebab dan Cara Mengatasinya

Demam pada anak adalah respons alami tubuh saat melawan infeksi atau kondisi lain yang tidak biasa. Fenomena anak sering demam umum terjadi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya matang dan sekuat orang dewasa. Kondisi ini membuat anak lebih rentan terpapar berbagai agen penyebab sakit dari lingkungan sekitar. Penting untuk memahami penyebab umum demam serta cara penanganannya agar orang tua dapat bertindak tepat.

Definisi Demam pada Anak

Demam pada anak didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas batas normal, biasanya di atas 37,5°C jika diukur melalui ketiak, atau 38°C jika diukur melalui dubur. Demam bukanlah penyakit melainkan sebuah tanda bahwa tubuh sedang berjuang melawan sesuatu, seringkali infeksi. Mekanisme ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi virus atau bakteri yang menyerang.

Penyebab Anak Sering Demam

Daya tahan tubuh anak yang masih berkembang adalah alasan utama mengapa anak sering demam. Berbagai faktor dapat memicu respons demam ini, mulai dari infeksi hingga kondisi non-infeksius.

Infeksi Virus

Ini adalah penyebab demam yang paling sering terjadi pada anak. Virus sangat mudah menular antar anak-anak, terutama di lingkungan seperti penitipan anak atau sekolah.

  • Pilek dan Flu: Infeksi saluran pernapasan atas yang menyebabkan demam, hidung tersumbat, batuk, dan nyeri tenggorokan.
  • Diare: Infeksi pada saluran pencernaan yang dapat menyebabkan demam, sakit perut, muntah, dan buang air besar encer.
  • Campak, Rubela, Gondongan: Infeksi virus yang ditandai dengan ruam khas dan demam tinggi, meski kini lebih jarang berkat imunisasi.

Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri juga merupakan penyebab umum demam, dan seringkali membutuhkan penanganan medis lebih lanjut dibandingkan infeksi virus.

  • Infeksi Telinga (Otitis Media): Peradangan pada telinga tengah yang sering terjadi setelah pilek atau flu, menyebabkan nyeri telinga dan demam.
  • Infeksi Tenggorokan (Strep Throat): Infeksi bakteri Streptococcus di tenggorokan yang menyebabkan nyeri hebat saat menelan, demam, dan terkadang ruam.
  • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Infeksi bakteri pada saluran kemih yang dapat menimbulkan demam, nyeri saat buang air kecil, atau bahkan hanya rewel pada anak kecil.

Faktor Non-Infeksius

Selain infeksi, ada beberapa kondisi lain yang bisa memicu demam pada anak.

  • Setelah Imunisasi: Reaksi normal tubuh terhadap vaksin, yang seringkali menyebabkan demam ringan dan dapat disertai nyeri di area suntikan.
  • Tumbuh Gigi: Beberapa anak mungkin mengalami peningkatan suhu tubuh yang sedikit saat gigi baru tumbuh, meskipun biasanya tidak mencapai demam tinggi.
  • Dehidrasi: Kekurangan cairan dalam tubuh bisa menyebabkan suhu tubuh meningkat, terutama jika anak tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup.
  • Terlalu Banyak Pakaian (Overdressing): Memakaikan pakaian terlalu tebal atau berlebihan pada anak, terutama bayi, dapat menyebabkan tubuh kesulitan melepas panas dan meningkatkan suhu.

Gejala Tambahan yang Perlu Diperhatikan

Meskipun demam adalah respons tubuh yang normal, penting untuk memantau gejala lain yang menyertainya. Perhatikan apakah anak terlihat sangat lemas, muntah terus-menerus, mengalami ruam, sulit bernapas, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. Gejala-gejala ini dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius dan membutuhkan perhatian medis segera.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika demam anak disertai dengan:

  • Demam pada bayi di bawah 3 bulan dengan suhu rektal 38°C atau lebih.
  • Demam tinggi yang tidak turun meskipun sudah diberikan obat penurun panas.
  • Kelemahan atau lesu yang parah.
  • Kesulitan bernapas atau napas cepat.
  • Leher kaku.
  • Ruam yang tidak hilang saat ditekan.
  • Kejang.
  • Muntah atau diare parah yang dapat menyebabkan dehidrasi.

Cara Mengatasi Demam di Rumah

Jika demam anak ringan dan tidak ada gejala lain yang mengkhawatirkan, beberapa langkah dapat dilakukan di rumah:

  • Berikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi, seperti air putih, ASI, atau sup.
  • Pastikan anak beristirahat yang cukup.
  • Gunakan pakaian tipis agar panas tubuh mudah keluar.
  • Berikan obat penurun panas sesuai dosis yang dianjurkan dokter, seperti parasetamol atau ibuprofen.
  • Kompres hangat di dahi atau ketiak untuk membantu menurunkan suhu.

Pencegahan Demam pada Anak

Meskipun sulit mencegah demam sepenuhnya, beberapa langkah dapat membantu mengurangi frekuensinya:

  • Pastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
  • Ajarkan anak kebiasaan mencuci tangan yang baik.
  • Hindari kontak dengan orang yang sakit.
  • Berikan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup.

Kesimpulan

Memahami mengapa anak sering demam dapat membantu orang tua dalam menghadapi kondisi ini dengan lebih tenang dan tepat. Demam adalah bagian dari perkembangan sistem imun anak. Namun, memantau gejala yang menyertai demam sangat krusial untuk menentukan kapan anak membutuhkan perhatian medis profesional. Jika memiliki kekhawatiran atau anak menunjukkan gejala serius, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.