Ad Placeholder Image

Mengapa Apocrine Glands Memicu Bau Badan Pada Ketiak

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 April 2026

Mengenal Fungsi Apocrine Glands Penyebab Bau Badan

Mengapa Apocrine Glands Memicu Bau Badan Pada KetiakMengapa Apocrine Glands Memicu Bau Badan Pada Ketiak

Kelenjar apokrin atau apocrine glands adalah salah satu jenis kelenjar keringat yang memiliki karakteristik unik dibandingkan dengan kelenjar ekrin. Secara biologis, kelenjar ini berperan dalam sistem ekskresi manusia meskipun tidak terlibat langsung dalam pengaturan suhu tubuh secara menyeluruh. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang lebih kental dan memiliki komposisi kimia yang berbeda dari keringat biasa.

Kelenjar ini mulai berfungsi secara aktif saat seseorang memasuki masa pubertas. Peningkatan hormon seks dalam tubuh memicu kelenjar ini untuk memproduksi sekret. Berbeda dengan kelenjar ekrin yang bermuara langsung di permukaan kulit, saluran kelenjar apokrin biasanya bermuara pada folikel rambut. Hal inilah yang menyebabkan distribusi kelenjar ini terbatas pada area tubuh yang memiliki pertumbuhan rambut tertentu.

Studi medis menunjukkan bahwa cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar ini pada dasarnya tidak berbau saat pertama kali muncul di permukaan kulit. Namun, interaksi dengan mikroorganisme di lingkungan kulit mengubah sifat fisik dan aromanya. Pemahaman mengenai fungsi anatomi ini sangat penting untuk mengenali berbagai fenomena biologis tubuh, termasuk munculnya bau badan yang khas pada orang dewasa.

Karakteristik dan Komposisi Keringat dari Kelenjar Apokrin

Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin memiliki tekstur yang lebih pekat dan berwarna agak keruh dibandingkan keringat ekrin yang bening dan encer. Hal ini disebabkan oleh kandungan nutrisi yang tinggi di dalam sekret tersebut. Kelenjar ini melepaskan sebagian dari sitoplasma selnya ke dalam saluran kelenjar, yang kemudian menjadi bagian dari keringat tersebut.

Beberapa komponen utama yang menyusun keringat apokrin meliputi:

  • Protein dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan keringat biasa.
  • Lipid atau lemak yang memberikan tekstur kental.
  • Senyawa organik seperti karbohidrat dan steroid.
  • Sisa metabolisme seluler yang dilepaskan melalui proses apokrin.

Komposisi yang kaya akan protein dan lipid ini menjadikan keringat apokrin sebagai media pertumbuhan yang ideal bagi bakteri penghuni kulit. Ketika bakteri seperti Corynebacterium atau Staphylococcus memecah molekul protein dan lipid ini, proses tersebut menghasilkan asam lemak volatil yang menimbulkan aroma kuat. Fenomena inilah yang secara medis dikenal sebagai bromhidrosis atau bau badan yang menyengat.

Lokasi dan Distribusi Kelenjar Apokrin pada Anatomi Manusia

Tidak seperti kelenjar ekrin yang ditemukan hampir di seluruh permukaan kulit, apocrine glands hanya terkonsentrasi di area tertentu yang sensitif terhadap rangsangan hormonal. Area-area ini biasanya memiliki kepadatan folikel rambut yang tinggi. Keberadaannya sangat berkaitan dengan perkembangan seksual sekunder pada manusia.

Beberapa lokasi utama di mana kelenjar ini dapat ditemukan antara lain:

  • Ketiak (aksila), yang merupakan area dengan konsentrasi kelenjar apokrin paling padat.
  • Area anogenital, mencakup sekitar organ intim dan anus.
  • Areola payudara, yaitu area gelap di sekitar puting.
  • Kelopak mata, dalam bentuk kelenjar Moll yang merupakan modifikasi kelenjar apokrin.
  • Saluran telinga luar, dalam bentuk kelenjar seruminosa yang menghasilkan kotoran telinga.

Letak kelenjar yang berada jauh di dalam lapisan dermis membuat proses pengeluaran keringat ini dipengaruhi oleh kontraksi sel-sel mioepitel di sekitar kelenjar. Kontraksi ini biasanya dipicu oleh stres emosional, rangsangan seksual, atau aktivitas fisik yang intens. Meskipun suhu panas dapat memicu keringat secara umum, kelenjar apokrin lebih responsif terhadap kondisi psikologis dan hormonal.

Gangguan Kesehatan yang Berhubungan dengan Kelenjar Apokrin

Terdapat beberapa kondisi medis yang muncul akibat gangguan pada kelenjar apokrin. Salah satu yang paling umum adalah hidradenitis suppurativa, sebuah kondisi peradangan kronis yang menyebabkan terbentuknya benjolan nyeri di bawah kulit, terutama di ketiak atau pangkal paha. Kondisi ini sering kali terjadi akibat tersumbatnya folikel rambut yang terhubung dengan saluran kelenjar apokrin.

Penyumbatan ini dapat memicu infeksi sekunder oleh bakteri, yang berujung pada pembentukan abses, luka bernanah, hingga jaringan parut yang luas. Pada tahap awal peradangan, penderita mungkin mengalami gejala nyeri tekan dan rasa tidak nyaman yang signifikan.

Jika peradangan menyebabkan demam atau rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari, penanganan medis segera sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Dalam manajemen gejala nyeri atau demam ringan yang mungkin menyertai peradangan pada kulit, penggunaan obat pereda nyeri dapat dipertimbangkan.

Pencegahan Masalah dan Perawatan Kebersihan Kulit

Menjaga kebersihan area yang memiliki konsentrasi apocrine glands tinggi adalah kunci untuk mencegah bau badan berlebih dan infeksi kulit. Karena keringat ini kaya akan protein dan lipid, sisa-sisa keringat yang menempel di kulit harus segera dibersihkan agar tidak menjadi tempat berkembang biak bakteri patogen. Penggunaan sabun antibakteri secara rutin dapat membantu mengurangi populasi bakteri pemecah protein.

Selain kebersihan fisik, pemilihan pakaian juga berpengaruh besar. Pakaian dari bahan alami seperti katun memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik, sehingga keringat tidak terperangkap di permukaan kulit dalam waktu lama. Lingkungan yang lembap dan tertutup akan mempercepat proses dekomposisi keringat oleh bakteri, yang memperburuk aroma tubuh dan meningkatkan risiko iritasi kulit.

Individu yang memiliki kecenderungan keringat berlebih atau hiperhidrosis apokrin disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dalam beberapa kasus, prosedur medis seperti penggunaan antiperspiran khusus atau tindakan laser mungkin diperlukan untuk mengontrol aktivitas kelenjar yang berlebihan. Penanganan yang tepat sejak dini dapat meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan diri seseorang dalam berinteraksi sosial.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis di Halodoc

Kelenjar apokrin memegang peranan penting dalam biologi tubuh manusia, terutama setelah masa pubertas. Meskipun fungsinya tidak terkait langsung dengan termoregulasi, pemahaman mengenai lokasinya di ketiak dan area anogenital membantu individu dalam menjaga higiene personal yang lebih baik. Gangguan pada kelenjar ini, mulai dari bau badan hingga peradangan serius seperti hidradenitis suppurativa, memerlukan perhatian khusus.

Jika muncul benjolan kemerahan, rasa nyeri yang hebat, atau pembengkakan di area kelenjar keringat, jangan menunda untuk mendapatkan konsultasi medis. Segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang akurat dan tepercaya tanpa harus keluar rumah.