Ad Placeholder Image

Mengapa Demam Naik Turun? Ini Respons Lawan Infeksi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Mengapa Demam Naik Turun? Ini Penjelasan Simpelnya!

Mengapa Demam Naik Turun? Ini Respons Lawan InfeksiMengapa Demam Naik Turun? Ini Respons Lawan Infeksi

Mengapa Demam Naik Turun: Memahami Respons Tubuh Melawan Infeksi

Demam naik turun merupakan kondisi ketika suhu tubuh tidak stabil, kerap meninggi lalu mereda dalam siklus tertentu. Fenomena ini adalah tanda sistem kekebalan tubuh sedang aktif memerangi patogen seperti bakteri atau virus. Kondisi ini seringkali menjadi indikator adanya infeksi serius, terutama di daerah endemik penyakit tropis seperti Demam Berdarah (DBD) atau Malaria.

Apa Itu Demam Naik Turun?

Demam, atau pireksia, adalah peningkatan suhu tubuh di atas batas normal sebagai respons alami terhadap penyakit atau infeksi. Pola demam yang naik turun menunjukkan adanya fluktuasi dalam aktivitas respons imun. Suhu tubuh akan meningkat saat tubuh berjuang melawan agen penyebab infeksi, kemudian turun saat respons tersebut mereda, menciptakan pola siklus yang khas.

Penyebab Utama Demam Naik Turun

Demam yang fluktuatif umumnya dipicu oleh berbagai jenis infeksi. Namun, ada juga beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan suhu tubuh tidak stabil. Pemahaman mengenai penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat.

Infeksi Virus

  • Flu (Influenza): Virus influenza dapat menyebabkan demam tinggi yang berfluktuasi seiring dengan respons tubuh.
  • Campak dan Cacar Air: Penyakit virus ini juga dikenal menyebabkan pola demam yang naik turun, disertai ruam kulit.
  • Infeksi Virus Lainnya: Berbagai virus lain bisa memicu respons demam serupa sebagai bagian dari mekanisme pertahanan tubuh.

Infeksi Bakteri

  • Tifus (Salmonella typhi): Demam tifus seringkali menunjukkan pola demam berjenjang yang naik perlahan di sore atau malam hari.
  • ISK (Infeksi Saluran Kemih): Infeksi bakteri pada saluran kemih dapat menyebabkan demam disertai nyeri saat buang air kecil.
  • Pneumonia: Infeksi paru-paru akibat bakteri juga dapat memicu demam yang tidak stabil.
  • Infeksi Telinga: Terutama pada anak-anak, infeksi telinga dapat menjadi penyebab demam yang naik turun.

Penyakit Parasit

  • Malaria: Penyakit yang ditularkan nyamuk Anopheles ini sangat khas dengan demam naik turun yang periodik, disertai menggigil hebat.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

  • Infeksi Virus Dengue: Ditularkan nyamuk Aedes aegypti, DBD seringkali menunjukkan pola demam bifasik. Suhu tubuh tinggi selama beberapa hari, turun sejenak, lalu naik kembali.

Faktor Non-Infeksi dan Respons Tubuh Lainnya

  • Efek Imunisasi: Setelah divaksinasi, tubuh dapat menunjukkan reaksi demam ringan sebagai respons alami terhadap pembentukan kekebalan.
  • Penyakit Autoimun: Kondisi seperti lupus atau artritis reumatoid dapat memicu peradangan sistemik yang bermanifestasi sebagai demam berulang.
  • Kanker: Beberapa jenis kanker, terutama limfoma dan leukemia, dapat menyebabkan demam tanpa infeksi yang jelas.
  • Efek Obat-obatan: Beberapa obat tertentu dapat memicu demam sebagai efek samping.

Kapan Harus ke Dokter?

Demam naik turun tidak boleh diabaikan, terutama jika disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Segera cari pertolongan medis jika demam tidak membaik dalam 2-3 hari, suhu tubuh sangat tinggi (di atas 39°C), atau muncul gejala seperti sesak napas, nyeri dada, kebingungan, ruam, atau kejang. Pada anak-anak, lemas berlebihan atau dehidrasi juga menjadi tanda bahaya.

Langkah Penanganan Awal Demam Naik Turun

Sementara menunggu konsultasi dengan dokter, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala. Pastikan untuk cukup istirahat agar tubuh dapat memfokuskan energi untuk melawan infeksi. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, terutama air putih, jus buah, atau oralit.

Kompres hangat di dahi atau ketiak dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Penggunaan obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan demam dan nyeri. Selalu ikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter.

Pencegahan Demam Naik Turun

Meskipun tidak semua penyebab demam dapat dicegah, beberapa langkah umum dapat mengurangi risiko. Menjaga kebersihan diri, seperti rajin mencuci tangan, adalah kunci untuk mencegah penyebaran infeksi. Lengkapi imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan untuk melindungi tubuh dari penyakit tertentu.

Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit dan pastikan asupan nutrisi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh. Di daerah endemik nyamuk, lakukan pencegahan gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu, losion anti nyamuk, dan membersihkan tempat penampungan air.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Demam naik turun merupakan indikator bahwa tubuh sedang berjuang melawan sesuatu, seringkali infeksi. Memahami penyebabnya sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Jika mengalami demam yang fluktuatif dan disertai gejala mengkhawatirkan, penting untuk segera berkonsultasi dengan profesional medis.

Melalui aplikasi Halodoc, pengguna dapat dengan mudah berbicara dengan dokter umum atau spesialis. Dapatkan diagnosis akurat dan rekomendasi pengobatan yang sesuai. Halodoc juga menyediakan layanan pembelian obat dan vitamin yang bisa diantar langsung ke rumah, memastikan penanganan medis yang cepat dan praktis.