Ad Placeholder Image

Mengapa Demam Naik Turun? Kenali 5 Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Mengapa Demam Naik Turun? Ini Lho Alasannya!

Mengapa Demam Naik Turun? Kenali 5 PenyebabnyaMengapa Demam Naik Turun? Kenali 5 Penyebabnya

Mengapa Demam Naik Turun? Pahami Penyebab dan Penanganannya

Demam naik turun adalah kondisi umum yang sering membuat khawatir. Fenomena suhu tubuh yang tidak stabil ini menandakan respons aktif sistem imun tubuh dalam memerangi sesuatu. Demam adalah cara alami tubuh untuk melawan infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit.

Ketika demam menunjukkan pola naik turun, ini mencerminkan dinamika kompleks pertahanan tubuh. Suhu tubuh akan meningkat saat sistem imun berupaya keras melawan patogen, kemudian dapat turun ketika respons peradangan mereda atau efek obat penurun panas bekerja, sebelum mungkin naik lagi jika patogen belum sepenuhnya terkalahkan. Pola ini sangat khas pada penyakit-penyakit infeksi, terutama di daerah tropis.

Apa Itu Demam Naik Turun?

Demam naik turun merujuk pada fluktuasi suhu tubuh yang signifikan dalam periode waktu tertentu. Tubuh mengalami peningkatan suhu di atas normal (umumnya di atas 37,5°C) yang kemudian mereda, lalu kembali meningkat. Pola ini bisa terjadi dalam hitungan jam atau hari, tergantung pada penyebab dan kondisi individu.

Ini adalah respons sistem kekebalan tubuh yang berusaha menciptakan lingkungan tidak nyaman bagi patogen, seperti bakteri atau virus, agar tidak dapat berkembang biak dengan baik.

Penyebab Umum Demam Naik Turun

Fluktuasi demam seringkali merupakan indikator bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau kondisi medis lainnya. Berikut adalah beberapa penyebab umum demam yang menunjukkan pola naik turun:

Infeksi Virus

  • Flu (Influenza): Infeksi saluran pernapasan yang disebabkan virus influenza, sering disertai demam tinggi yang bisa naik turun.
  • Campak: Penyakit menular yang menyebabkan ruam merah dan demam berfluktuasi.
  • Cacar Air: Infeksi virus Varicella-zoster yang menimbulkan lepuhan kulit gatal dan demam.
  • Infeksi Virus Lainnya: Seperti adenovirus atau rhinovirus yang menyebabkan pilek dan dapat memicu demam ringan hingga sedang.

Infeksi Bakteri

  • Tifus (Demam Tifoid): Disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, demam tifus dikenal dengan pola demam yang cenderung meningkat di sore atau malam hari.
  • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Infeksi bakteri pada sistem kemih yang dapat menyebabkan demam, nyeri saat buang air kecil, dan kadang demam naik turun.
  • Pneumonia: Infeksi pada paru-paru yang sering disertai demam tinggi dan menggigil.
  • Infeksi Telinga: Terutama pada anak-anak, infeksi bakteri di telinga tengah dapat menyebabkan demam yang berfluktuasi.

Penyakit Parasit

  • Malaria: Ditularkan oleh nyamuk Anopheles, malaria terkenal dengan demam berkala yang ekstrem, menggigil, dan berkeringat dingin sesuai siklus hidup parasit dalam tubuh.

Infeksi Spesifik Lainnya

  • Demam Berdarah Dengue (DBD): Infeksi virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti. DBD sering menunjukkan pola demam bifasik, di mana demam tinggi turun sesaat lalu naik kembali.

Kondisi Non-Infeksi

  • Penyakit Autoimun: Kondisi seperti lupus atau rheumatoid arthritis dapat menyebabkan demam sebagai bagian dari respons peradangan sistemik.
  • Kanker: Beberapa jenis kanker, terutama limfoma, dapat menyebabkan demam yang tidak dapat dijelaskan atau demam berulang.
  • Efek Samping Obat: Obat-obatan tertentu dapat memicu demam sebagai reaksi alergi atau efek samping, yang bisa saja berfluktuasi.
  • Efek Imunisasi: Merupakan reaksi alami tubuh setelah divaksinasi, menunjukkan bahwa sistem imun sedang membangun kekebalan. Demam pasca-imunisasi biasanya ringan dan tidak berbahaya.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Meskipun demam adalah respons tubuh yang normal, ada situasi di mana demam naik turun memerlukan perhatian medis segera. Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami:

  • Demam tinggi yang tidak turun dengan obat penurun panas.
  • Demam disertai gejala parah seperti sesak napas, kejang, leher kaku, atau penurunan kesadaran.
  • Demam pada bayi di bawah 3 bulan.
  • Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari pada anak-anak atau orang dewasa.
  • Demam disertai ruam, nyeri perut hebat, atau muntah terus-menerus.

Penanganan dan Pencegahan Demam Naik Turun

Penanganan demam naik turun sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Secara umum, beberapa langkah dapat dilakukan:

Penanganan Awal

  • Istirahat Cukup: Memberi kesempatan tubuh untuk memulihkan diri.
  • Cukupi Cairan: Minum banyak air, jus, atau sup untuk mencegah dehidrasi.
  • Kompres Hangat: Dapat membantu menurunkan suhu tubuh secara perlahan.
  • Obat Penurun Panas: Konsumsi paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis anjuran untuk meredakan demam.

Pencegahan

Langkah pencegahan berfokus pada menghindari paparan patogen penyebab infeksi:

  • Cuci Tangan Teratur: Dengan sabun dan air mengalir.
  • Vaksinasi Lengkap: Melindungi dari berbagai penyakit menular seperti flu, campak, dan tifus.
  • Jaga Kebersihan Lingkungan: Termasuk membersihkan genangan air untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
  • Hindari Kontak dengan Orang Sakit: Jika memungkinkan.
  • Konsumsi Makanan Bergizi: Untuk mendukung sistem imun yang kuat.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Demam naik turun adalah sinyal dari tubuh yang sedang berjuang melawan infeksi atau kondisi lain. Memahami penyebabnya adalah kunci untuk penanganan yang tepat. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional medis jika demam tidak membaik atau disertai gejala mengkhawatirkan.

Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat, konsultasikan gejala yang dialami dengan dokter. Aplikasi Halodoc menyediakan layanan konsultasi dokter secara daring dan pemesanan obat yang dapat membantu dalam proses pemulihan.