Ad Placeholder Image

Mengapa Gigi Bungsu 38 Tumbuh Miring? Ini Impaksinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Kenali Impaksi Gigi 38: Gejala dan Penanganannya

Mengapa Gigi Bungsu 38 Tumbuh Miring? Ini Impaksinya!Mengapa Gigi Bungsu 38 Tumbuh Miring? Ini Impaksinya!

Apa Itu Impaksi Gigi 38?

Impaksi gigi 38 adalah kondisi gigi geraham bungsu bawah kiri, atau dikenal sebagai molar ketiga rahang bawah kiri, tidak dapat tumbuh sempurna. Hal ini disebabkan oleh terhalangnya jalan erupsi gigi oleh gusi, tulang rahang, atau gigi sebelahnya. Gigi 38 seringkali tumbuh miring atau terpendam sebagian maupun seluruhnya di dalam gusi dan tulang.

Dalam sistem penomoran gigi internasional, angka 3 merujuk pada rahang bawah dan sisi kiri, sedangkan angka 8 menunjukkan gigi geraham bungsu (molar ketiga). Oleh karena itu, gigi 38 secara spesifik mengacu pada gigi geraham bungsu di sisi kiri bawah rahang.

Kondisi impaksi gigi 38 dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan mulut. Jika tidak ditangani, impaksi dapat menyebabkan nyeri, peradangan, serta kerusakan pada gigi di sekitarnya. Penanganan umum untuk impaksi gigi 38 seringkali memerlukan prosedur pencabutan.

Gejala Impaksi Gigi 38

Gejala impaksi gigi 38 bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan apakah gigi tersebut menyebabkan peradangan. Beberapa orang mungkin tidak merasakan gejala apa pun, namun sebagian lain mengalami keluhan yang signifikan. Gejala umum meliputi:

  • Nyeri rahang atau gusi di sekitar area gigi geraham bungsu yang terimpaksi.
  • Pembengkakan gusi dan kemerahan di bagian belakang mulut.
  • Kesulitan membuka mulut lebar atau mengunyah.
  • Sakit kepala atau nyeri telinga tanpa sebab yang jelas.
  • Bau mulut atau rasa tidak enak di mulut akibat penumpukan sisa makanan yang sulit dibersihkan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Penyebab Impaksi Gigi 38

Penyebab utama impaksi gigi 38 adalah tidak tersedianya ruang yang cukup di rahang untuk pertumbuhan gigi geraham bungsu. Evolusi manusia telah mengurangi ukuran rahang, namun jumlah gigi geraham bungsu tetap sama, sehingga seringkali tidak ada cukup tempat untuk erupsi sempurna.

Faktor lain yang berkontribusi termasuk arah pertumbuhan gigi yang abnormal. Gigi dapat tumbuh miring ke depan, ke belakang, ke samping, atau bahkan horizontal. Hal ini menyebabkan gigi terhalang oleh gigi sebelahnya, tulang rahang, atau jaringan gusi di sekitarnya.

Risiko Komplikasi Impaksi Gigi 38

Impaksi gigi 38 yang tidak ditangani dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius. Salah satu komplikasi paling umum adalah perikoronitis, yaitu peradangan pada jaringan gusi yang menutupi gigi impaksi.

Komplikasi lain meliputi pembentukan kista atau tumor di sekitar gigi impaksi, yang dapat merusak tulang rahang dan gigi di sekitarnya. Gigi impaksi juga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi molar kedua di depannya, seperti karies (gigi berlubang) atau resorpsi akar (penyerapan akar gigi).

Selain itu, impaksi gigi dapat menyebabkan crowding atau penumpukan gigi, serta masalah ortodontik lainnya. Infeksi yang parah dari gigi impaksi dapat menyebar ke area lain di kepala dan leher, meski jarang terjadi.

Penanganan Impaksi Gigi 38

Penanganan impaksi gigi 38 umumnya melibatkan prosedur pencabutan gigi, terutama jika sudah menimbulkan gejala atau risiko komplikasi. Prosedur ini disebut odontektomi, yaitu pencabutan gigi yang dilakukan dengan operasi kecil untuk mengangkat gigi yang terpendam.

Sebelum pencabutan, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk rontgen panoramik, untuk melihat posisi gigi dan hubungannya dengan struktur penting seperti saraf dan sinus. Proses pencabutan biasanya dilakukan di bawah anestesi lokal, namun beberapa kasus mungkin memerlukan anestesi umum.

Setelah pencabutan, pasien akan diberikan instruksi perawatan pasca-operasi untuk meminimalkan nyeri dan pembengkakan, serta mencegah infeksi. Pemulihan biasanya membutuhkan beberapa hari hingga satu minggu, tergantung pada tingkat kesulitan pencabutan.

Pencegahan Impaksi Gigi 38

Pencegahan impaksi gigi 38 secara langsung tidak selalu mungkin dilakukan karena sebagian besar dipengaruhi oleh faktor genetik dan perkembangan rahang. Namun, deteksi dini dan pemantauan dapat membantu mencegah komplikasi.

Pemeriksaan gigi rutin sejak usia remaja sangat penting untuk memantau pertumbuhan gigi geraham bungsu. Dokter gigi dapat melakukan rontgen untuk melihat posisi gigi bungsu yang belum erupsi dan menilai risiko impaksi.

Pada beberapa kasus, dokter gigi mungkin merekomendasikan pencabutan gigi bungsu sebelum timbulnya gejala jika terlihat adanya potensi impaksi yang tinggi. Ini dilakukan untuk menghindari nyeri dan komplikasi di kemudian hari.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Jika mengalami nyeri, bengkak, atau kesulitan membuka mulut di area gigi geraham bungsu bawah kiri, segera konsultasikan dengan dokter gigi. Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Dokter gigi dapat melakukan pemeriksaan dan memberikan diagnosis akurat mengenai kondisi impaksi gigi 38. Melalui aplikasi Halodoc, dapat mencari dan membuat janji dengan dokter gigi spesialis terkemuka yang siap membantu mengatasi masalah gigi dan mulut.