Ad Placeholder Image

Mengapa Keputihan Bau? Ini 5 Penyebab Utamanya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Ini Alasan Mengapa Keputihan Bau dan Cara Mengatasinya

Mengapa Keputihan Bau? Ini 5 Penyebab Utamanya!Mengapa Keputihan Bau? Ini 5 Penyebab Utamanya!

Mengapa Keputihan Bau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina, berfungsi membersihkan dan melindungi vagina dari infeksi. Normalnya, keputihan memiliki bau yang samar atau tidak berbau sama sekali. Namun, ketika keputihan mengeluarkan bau yang menyengat atau tidak biasa, ini bisa menjadi tanda adanya ketidakseimbangan atau infeksi yang memerlukan perhatian medis. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci mengapa keputihan bisa berbau dan langkah penanganan yang tepat.

Definisi Keputihan Berbau

Keputihan yang normal biasanya bening atau putih susu, tidak gatal, dan tidak menyebabkan iritasi. Baunya pun cenderung netral. Keputihan dianggap berbau jika mengeluarkan aroma amis, asam, busuk, atau seperti bawang yang menyengat dan mengganggu. Bau ini seringkali disertai dengan perubahan warna dan konsistensi keputihan, serta gejala lain seperti gatal atau nyeri.

Penyebab Umum Keputihan Berbau

Berbagai faktor dapat memicu keputihan berbau. Identifikasi penyebabnya sangat penting untuk menentukan pengobatan yang efektif.

Bacterial Vaginosis (BV)

BV adalah penyebab paling umum dari keputihan berbau. Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri alami di vagina, di mana bakteri jahat tumbuh berlebihan. Gejala khas BV meliputi:

  • Keputihan berwarna abu-abu, putih, atau kehijauan.
  • Bau amis atau seperti bawang yang kuat, terutama setelah berhubungan seksual atau menstruasi.
  • Terkadang keputihan berbusa.
  • Gatal atau rasa terbakar pada vagina, meskipun tidak selalu ada.

Infeksi Jamur (Kandidiasis)

Infeksi jamur disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur *Candida* di vagina. Meskipun seringkali menyebabkan gatal dan keputihan kental, beberapa orang juga melaporkan bau ragi atau bau roti. Gejala utamanya adalah:

  • Keputihan kental, berwarna putih, dan menggumpal seperti keju *cottage*.
  • Rasa gatal yang intens di sekitar vulva dan vagina.
  • Kemerahan dan pembengkakan pada area genital.
  • Terkadang nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual.

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Beberapa PMS dapat menyebabkan keputihan berbau.

  • **Trichomoniasis:** Infeksi parasit ini dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning kehijauan, berbusa, dan memiliki bau busuk yang sangat menyengat. Sering disertai gatal, iritasi, dan nyeri saat buang air kecil.
  • **Chlamydia dan Gonore:** Meskipun lebih sering asimtomatik, infeksi ini terkadang dapat menyebabkan keputihan dengan bau tidak biasa, perdarahan di antara periode menstruasi, atau nyeri panggul.

Kebersihan yang Kurang Terjaga

Kurangnya kebersihan area intim dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau. Keringat yang berlebihan, penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat, atau jarang mengganti pakaian dalam dapat menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi bakteri. Namun, kebersihan yang berlebihan, seperti *douching* (membilas vagina), juga dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina dan memperburuk bau.

Tampon Tertinggal atau Benda Asing Lain

Jika tampon, kondom, atau benda asing lainnya tertinggal di dalam vagina, hal ini dapat menjadi sarang bakteri. Akumulasi bakteri ini akan menyebabkan keputihan berbau busuk yang sangat menyengat dan tidak biasa. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera untuk mengeluarkan benda asing tersebut.

Gejala Lain yang Menyertai

Selain bau tidak sedap, keputihan yang tidak normal sering disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Gatal atau iritasi di area vagina.
  • Rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Kemerahan atau bengkak pada vulva.
  • Perubahan warna keputihan (misalnya, menjadi abu-abu, hijau, atau kuning).
  • Perubahan konsistensi keputihan (misalnya, menjadi sangat kental atau sangat encer dan berbusa).

Kapan Harus ke Dokter?

Penting untuk mencari pertolongan medis jika keputihan berbau menyengat, disertai gatal, nyeri, perubahan warna keputihan yang signifikan, atau jika bau tidak membaik setelah beberapa hari. Diagnosis yang akurat dari dokter sangat penting untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mengambil sampel keputihan, atau melakukan tes lain untuk menentukan penyebabnya.

Pengobatan Keputihan Berbau

Pengobatan keputihan berbau sangat bergantung pada penyebabnya:

  • **Untuk Bacterial Vaginosis (BV):** Dokter akan meresepkan antibiotik dalam bentuk pil atau gel vagina. Penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik sesuai anjuran dokter.
  • **Untuk Infeksi Jamur:** Pengobatan meliputi obat antijamur yang tersedia dalam bentuk krim, supositoria vagina, atau pil oral.
  • **Untuk Penyakit Menular Seksual (PMS):** Antibiotik atau obat antiparasit akan diresepkan, tergantung pada jenis PMS-nya. Pasangan seksual juga mungkin perlu diobati untuk mencegah infeksi ulang.
  • **Untuk Tampon Tertinggal:** Benda asing harus segera dikeluarkan oleh tenaga medis profesional.

Pencegahan Keputihan Berbau

Menjaga kesehatan vagina adalah kunci untuk mencegah keputihan berbau. Beberapa langkah pencegahan meliputi:

  • **Jaga Kebersihan Area Intim:** Bersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang setelah buang air besar untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina. Gunakan sabun ringan tanpa pewangi atau cukup air.
  • **Hindari *Douching*:** Pembilasan vagina dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami dan pH vagina, membuat vagina lebih rentan terhadap infeksi.
  • **Pilih Pakaian Dalam yang Tepat:** Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Ganti pakaian dalam setiap hari.
  • **Ganti Produk Sanitasi Secara Teratur:** Ganti pembalut atau tampon secara rutin selama menstruasi.
  • **Praktikkan Seks Aman:** Gunakan kondom secara konsisten untuk mengurangi risiko PMS.
  • **Hindari Produk Kewanitaan Beraroma:** Sabun, *spray* vagina, atau *pantyliner* beraroma dapat mengiritasi vagina dan mengganggu keseimbangan pH.

Kesimpulan

Keputihan berbau adalah kondisi yang seringkali mengindikasikan adanya masalah kesehatan vagina. Penyebabnya bervariasi, mulai dari ketidakseimbangan bakteri seperti Bacterial Vaginosis, infeksi jamur, PMS, hingga masalah kebersihan atau benda asing. Jika mengalami keputihan berbau yang disertai gejala lain, sangat disarankan untuk tidak menunda kunjungan ke dokter. Dapatkan diagnosis yang akurat dan pengobatan yang sesuai melalui konsultasi medis. Tim ahli medis Halodoc siap memberikan informasi dan arahan kesehatan yang terpercaya dan berbasis ilmiah untuk membantu menjaga kesehatan intim.