
Mengejan: Kenali Proses Dorong, Dari BAB Hingga Melahirkan.
Mengejan: Perlu Tahu! Kapan, Mengapa, dan Cara Benarnya

Apa Itu Mengejan? Mengenali Proses Alami dan Bahayanya
Mengejan adalah sebuah tindakan fisik yang melibatkan kontraksi kuat pada otot perut dan panggul untuk mengeluarkan sesuatu dari tubuh. Proses ini merupakan respons alami tubuh yang esensial dalam beberapa kondisi, seperti saat buang air besar (BAB) atau selama persalinan. Meskipun merupakan refleks alami, mengejan yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan. Penting untuk memahami kapan dan bagaimana cara mengejan yang benar untuk mencegah komplikasi.
Apa Itu Mengejan?
Mengejan, atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut “ngeden”, adalah upaya pengerahan tenaga dengan menekan perut dan mengencangkan otot-otot dasar panggul. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tekanan intra-abdomen (tekanan di dalam rongga perut) yang membantu mendorong keluar isi tubuh. Proses ini melibatkan koordinasi antara sistem pernapasan dan otot-otot inti.
Mengejan Saat Buang Air Besar (BAB)
Mengejan saat BAB adalah kondisi umum yang sering dialami banyak orang. Meskipun terkadang diperlukan untuk mengeluarkan feses, mengejan berlebihan bisa menjadi indikasi masalah pencernaan.
Penyebab Mengejan Saat BAB
Seringkali, mengejan saat BAB disebabkan oleh sembelit atau konstipasi. Kondisi ini terjadi ketika feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan dari usus besar. Kurangnya asupan serat, dehidrasi, atau kebiasaan menunda BAB dapat memperparah kondisi ini.
Bahaya Mengejan Berlebihan Saat BAB
Mengejan terus-menerus dan terlalu kuat dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, antara lain:
- Wasir (ambeien): Pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus akibat peningkatan tekanan.
- Hernia: Penonjolan organ internal melalui dinding otot yang melemah.
- Fisura ani: Luka atau robekan kecil pada lapisan kulit di sekitar anus.
- Rahim turun: Pada wanita, tekanan berlebihan bisa menyebabkan prolaps uteri atau rahim turun dari posisi normalnya.
Cara Mengurangi Mengejan Saat BAB
Untuk mengurangi kebutuhan mengejan berlebihan, beberapa langkah dapat dilakukan:
- Perbanyak konsumsi serat dari buah, sayur, dan biji-bijian.
- Minum air putih yang cukup sepanjang hari untuk menjaga feses tetap lunak.
- Jangan menunda BAB saat ada dorongan, segera ke toilet.
- Hindari duduk di toilet terlalu lama yang dapat memberi tekanan pada anus.
Mengejan Saat Melahirkan
Mengejan adalah bagian krusial dari proses persalinan normal, terutama pada kala dua persalinan. Mengejan yang efektif membantu mendorong bayi keluar melalui jalan lahir.
Tanda Siap Mengejan Saat Melahirkan
Ibu siap mengejan ketika serviks (leher rahim) telah terbuka penuh, yaitu sekitar 10 sentimeter. Kontraksi rahim akan terasa sangat kuat, dan ibu mungkin merasakan tekanan hebat di anus, seperti ingin BAB. Ini adalah sinyal alami tubuh untuk mulai mengejan.
Cara Mengejan yang Benar Saat Melahirkan
Mengejan saat melahirkan memerlukan teknik yang tepat untuk efektivitas dan keselamatan ibu serta bayi:
- Ikuti instruksi dari dokter atau bidan yang mendampingi.
- Gunakan otot perut dan panggul untuk mendorong, bukan hanya otot wajah atau tenggorokan.
- Tahan napas sejenak dan dorong ke bawah seperti saat BAB, lalu buang napas perlahan.
- Ambil napas dalam di antara kontraksi untuk mengisi kembali energi dan oksigen.
Hal yang Harus Dihindari Saat Mengejan Melahirkan
Hindari mengejan dengan otot wajah yang tegang, yang dapat membuat wajah menjadi merah dan memecahkan pembuluh darah kecil di mata. Juga, hindari mengejan terlalu keras tanpa aba-aba dari tenaga medis, karena bisa membuang energi dan tidak efektif.
Mengejan Pada Bayi
Bayi, terutama di bawah usia 6 bulan, sering menunjukkan perilaku mengejan yang dapat membuat orang tua khawatir.
Mengejan Normal pada Bayi
Bayi sering mengerang atau mengejan karena mereka masih belajar mengontrol otot-otot perut dan dasar panggul untuk BAB. Sistem pencernaan mereka sedang berkembang, dan mereka mungkin perlu mengerahkan sedikit usaha ekstra untuk mengeluarkan feses. Ini umumnya normal jika bayi tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan.
Kapan Waspada Jika Bayi Mengejan?
Orang tua perlu waspada jika mengejan pada bayi disertai gejala berikut:
- Rewel atau menunjukkan wajah kesakitan yang jelas.
- Perut terasa keras atau kembung.
- Muntah-muntah.
- Kesulitan BAB yang berlangsung lebih dari 2 minggu.
- Feses sangat keras, kering, atau disertai darah.
Jika bayi menunjukkan salah satu tanda di atas, konsultasi dengan dokter anak sangat dianjurkan.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis Terkait Mengejan?
Secara umum, mengejan adalah upaya fisik yang alami. Namun, penting untuk mengetahui kapan harus mencari bantuan medis. Jika mengejan disertai dengan nyeri hebat, perdarahan, atau jika proses alami ini terasa sangat sulit dan menimbulkan kekhawatiran, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan.
Kesimpulannya, memahami “apa itu mengejan” dan bagaimana cara melakukannya dengan benar adalah penting untuk menjaga kesehatan. Baik saat BAB maupun melahirkan, teknik yang tepat dapat mencegah komplikasi serius. Jika mengalami kesulitan atau gejala yang mengkhawatirkan terkait mengejan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang akurat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat menghubungi dokter spesialis untuk mendapatkan saran medis yang tepat dan praktis.


