Ad Placeholder Image

Mengenal 4 Jenis Attachment Style dan Ciri-Cirinya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

“Attachment style memiliki 4 jenis, yaitu secure, avoidant anxious, dan disorganized. Masing-masing karakteristik tersebut memiliki ciri yang berbeda, tergantung dari pola asuh orang tua.”

Mengenal 4 Jenis Attachment Style dan Ciri-CirinyaMengenal 4 Jenis Attachment Style dan Ciri-Cirinya

DAFTAR ISI


Belakangan ini, istilah bahasa gaul sering kali mengambil dari istilah psikologi, salah satunya adalah kata “secure”. Dalam percakapan sehari-hari, kamu mungkin sering mendengar seseorang berkata, “Aku merasa sangat secure dengan pasanganku,” atau “Dia orangnya sangat secure.” Namun, tahukah kamu apa sebenarnya arti secure dari kacamata medis dan psikologi klinis?

Secara harfiah, arti secure adalah aman, terjamin, atau bebas dari rasa takut dan cemas. Dalam dunia psikologi, istilah ini merujuk pada konsep Secure Attachment (gaya kelekatan aman), sebuah teori yang pertama kali diperkenalkan oleh psikolog John Bowlby dan Mary Ainsworth. Kelekatan ini adalah ikatan emosional mendalam yang terbentuk antara seseorang dengan orang lain, yang biasanya berakar dari pola pengasuhan masa kecil.

Memahami arti secure bukan hanya penting untuk urusan asmara, tetapi juga sangat krusial bagi kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan. Seseorang yang memiliki gaya kelekatan yang aman cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah, sistem imun yang lebih baik, dan risiko penyakit mental yang jauh lebih kecil dibandingkan mereka yang memiliki gaya kelekatan tidak aman (insecure).

Artikel ini akan mengupas tuntas tentang arti secure, bagaimana ciri-cirinya, dampaknya terhadap biologi dan psikologi tubuh manusia, serta langkah-langkah medis maupun psikologis yang bisa diambil jika kamu merasa belum memiliki gaya kelekatan yang aman ini. Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Pengertian Arti Secure dalam Psikologi

Untuk memahami arti secure secara mendalam, kita harus merujuk pada Teori Kelekatan (Attachment Theory). Teori ini menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan biologis dan evolusioner untuk terhubung secara emosional dengan orang lain, dimulai dari hubungan antara bayi dan pengasuh utamanya (biasanya ibu atau ayah).

Seseorang dikatakan memiliki secure attachment apabila pada masa kecilnya, ia memiliki pengasuh yang responsif, peka, dan konsisten terhadap kebutuhan fisik maupun emosionalnya. Saat bayi menangis, pengasuh hadir untuk menenangkan. Saat anak takut, pengasuh memberikan rasa aman. Pengalaman berulang ini menciptakan “cetak biru” di otak anak bahwa dunia ini adalah tempat yang aman, dan orang lain bisa dipercaya.

Ketika anak ini tumbuh dewasa, cetak biru tersebut terbawa ke dalam hubungan pertemanannya, lingkungan kerjanya, dan tentu saja, hubungan romantisnya. Arti secure pada orang dewasa termanifestasi sebagai kemampuan untuk bergantung pada orang lain tanpa rasa takut kehilangan jati diri, serta memberikan ruang bagi orang lain untuk bergantung padanya tanpa merasa terbebani. Mereka tidak mudah cemburu secara tidak rasional, tidak takut ditinggalkan secara berlebihan, dan mampu mengomunikasikan batasannya dengan asertif.

Mengenal Tipe Kelekatan Lainnya sebagai Perbandingan

Untuk benar-benar memahami keistimewaan dari arti secure, sangat penting untuk mengetahui kebalikannya, yaitu gaya kelekatan insecure (tidak aman). Dalam psikologi, terdapat tiga tipe kelekatan tidak aman yang sering menjadi akar dari masalah kesehatan mental klinis:

1. Anxious Attachment (Kelekatan Cemas)

Orang dengan tipe ini sering merasa tidak layak dicintai dan terus-menerus mencari validasi dari pasangannya. Mereka sangat takut ditinggalkan (fear of abandonment) dan sering kali mengalami kecemasan (anxiety) yang tinggi. Hal ini dapat memicu produksi hormon kortisol (hormon stres) secara berlebihan, yang pada akhirnya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memicu masalah psikosomatis seperti gangguan pencernaan atau sakit kepala kronis.

2. Avoidant Attachment (Kelekatan Menghindar)

Sebaliknya, tipe menghindar cenderung menolak kedekatan emosional. Mereka merasa kemandirian adalah segalanya dan melihat ketergantungan pada orang lain sebagai tanda kelemahan. Sering kali, tipe ini menekan emosi mereka (emotional suppression). Dari sudut pandang medis, menekan emosi terus-menerus dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan hipertensi karena tubuh terus berada dalam mode waspada (fight or flight) tanpa pelepasan emosional.

3. Disorganized Attachment (Kelekatan Tidak Teratur)

Ini adalah tipe yang paling kompleks, biasanya terbentuk dari trauma masa kecil yang berat atau kekerasan. Individu dengan tipe ini mendambakan kedekatan tetapi di saat yang sama sangat takut padanya. Tipe ini paling rentan mengalami gangguan kesehatan mental berat seperti depresi mayor, gangguan stres pascatrauma (PTSD), hingga gangguan kepribadian ambang (Borderline Personality Disorder).

Faktor Pemicu Hilangnya Rasa Secure (Aman)
  1. Pengalaman trauma atau pengkhianatan di masa lalu (seperti perselingkuhan atau kebohongan).
  2. Pola asuh masa kecil yang tidak konsisten, sering dikritik, atau diabaikan oleh orang tua.
  3. Stres kronis dari lingkungan pekerjaan atau masalah finansial yang memengaruhi kestabilan emosi.
  4. Kondisi medis tertentu yang memengaruhi hormon pengatur suasana hati (neurotransmitter).

Ciri-Ciri Orang dengan Secure Attachment

Bagaimana kita bisa mengenali apakah kita atau orang di sekitar kita sudah mencerminkan arti secure yang sesungguhnya? Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari segi perilaku dan psikologis:

1. Regulasi Emosi yang Baik

Orang yang secure tidak mudah meledak marah atau menangis histeris ketika menghadapi konflik. Mereka memiliki kemampuan kognitif untuk memproses emosi negatif, menenangkan diri sendiri (self-soothing), dan merespons situasi dengan pikiran yang jernih. Hal ini menandakan fungsi korteks prefrontal di otak berjalan optimal dalam mengontrol amigdala (pusat rasa takut dan emosi).

2. Komunikasi yang Asertif

Mereka tidak menggunakan taktik diam (silent treatment) atau manipulasi pasif-agresif. Jika ada sesuatu yang mengganjal, mereka akan menyampaikannya secara langsung namun dengan bahasa yang menghargai perasaan orang lain.

3. Empati yang Tinggi

Arti secure juga mencakup kemampuan untuk membaca dan merespons perasaan orang lain. Mereka tidak hanya fokus pada kebutuhan mereka sendiri, tetapi juga peka terhadap kebutuhan pasangan tanpa harus mengorbankan kesejahteraan mental mereka sendiri.

4. Mudah Beradaptasi dan Tangguh (Resilient)

Ketika hubungan berakhir atau mengalami kegagalan, orang yang secure tentu merasa sedih. Namun, mereka tidak hancur atau merasa harga dirinya hilang. Mereka memiliki ketahanan mental (resilience) yang memungkinkan mereka bangkit kembali (bounce back) dari pengalaman buruk dengan relatif cepat.

Dampak Secure Attachment terhadap Kesehatan Mental dan Fisik

Hubungan antara arti secure dan kesehatan bukanlah sekadar asumsi, melainkan sebuah fakta klinis yang didukung oleh berbagai penelitian neurobiologi. Memiliki gaya kelekatan yang aman memberikan efek perlindungan (protective effect) terhadap tubuh dan pikiran.

1. Keseimbangan Sistem Saraf Otonom

Manusia dengan hubungan yang aman memiliki tonus vagal (vagal tone) yang lebih tinggi. Saraf vagus adalah saraf utama yang mengatur mode istirahat dan mencerna (rest and digest) dalam tubuh. Ketika kamu merasa secure dengan seseorang, sistem saraf parasimpatis akan aktif. Hal ini menyebabkan detak jantung menjadi stabil, tekanan darah menurun, dan pencernaan berjalan lancar.

2. Peningkatan Hormon Bahagia

Merasa aman dan dicintai memicu otak untuk melepaskan neurotransmitter positif, terutama oksitosin (sering disebut hormon cinta atau ikatan), dopamin (hormon penghargaan), dan serotonin (hormon penstabil suasana hati). Oksitosin bekerja layaknya pereda nyeri alami dan dapat mempercepat penyembuhan luka fisik serta mengurangi peradangan dalam tubuh.

3. Perlindungan Terhadap Depresi dan Kecemasan

Kesepian kronis dan perasaan insecure adalah faktor risiko utama untuk depresi. Sebaliknya, dukungan sosial yang solid dari hubungan yang secure bertindak sebagai tameng psikologis. Jika saat ini kamu merasa kesulitan mengatasi trauma masa lalu, merasa terus-menerus cemas, atau terjebak dalam hubungan yang toksik, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dokter spesialis kejiwaan atau psikolog. Bantuan profesional sangat diperlukan untuk membongkar pola pikir yang merusak dan membangun kembali rasa aman dalam diri.

4. Sistem Imun yang Lebih Kuat

Stres yang disebabkan oleh hubungan yang tidak aman (konflik konstan, rasa cemburu) akan meningkatkan kortisol secara persisten. Kortisol tinggi akan menekan fungsi sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan virus. Oleh karena itu, selain menjaga ketenangan pikiran, kamu juga mungkin perlu beli vitamin dan suplemen kesehatan secara online untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan mendukung fungsi saraf yang sehat di kala stres melanda.

Tips Pertolongan Pertama Saat Merasa Insecure (Cemas Berlebih)
  1. Lakukan teknik pernapasan dalam (deep breathing) seperti metode 4-7-8 untuk menurunkan detak jantung.
  2. Lakukan grounding technique (metode 5-4-3-2-1) untuk mengembalikan pikiran ke momen saat ini (mindfulness).
  3. Hindari mengambil keputusan besar atau mengirim pesan impulsif saat emosi sedang memuncak.

Cara Membangun Gaya Kelekatan Secure

Banyak orang merasa pesimis jika mereka menyadari bahwa mereka memiliki gaya kelekatan insecure. Pertanyaannya, apakah arti secure ini bisa dipelajari jika kita tidak mendapatkannya di masa kecil? Jawabannya adalah, ya. Otak manusia memiliki sifat neuroplastisitas, yang berarti ia bisa berubah dan membentuk jalur saraf baru (pola pikir baru) hingga usia dewasa.

Konsep perubahan ini disebut sebagai Earned Secure Attachment (kelekatan aman yang diusahakan). Berikut adalah langkah-langkah klinis dan psikologis untuk mencapainya:

1. Meningkatkan Self-Awareness (Kesadaran Diri)

Langkah pertama untuk berubah adalah menyadari pola yang salah. Mulailah mengamati reaksi emosional kamu. Ketika kamu merasa cemburu buta, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah ini fakta yang terjadi saat ini, atau ini adalah trauma masa laluku yang terpicu?” Jurnaling (menulis buku harian emosi) sangat direkomendasikan oleh psikolog untuk memetakan pemicu kecemasan ini.

2. Psikoterapi (Terapi Bicara)

Terapi perilaku kognitif (CBT) atau terapi yang berfokus pada trauma seperti EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing) sangat efektif untuk mengubah pola kelekatan. Terapis akan membantu mengidentifikasi akar luka batin dari masa kecil dan membantu menata ulang respons emosional agar lebih logis dan sehat.

3. Berada di Lingkungan yang Secure

Kamu tidak bisa sembuh di lingkungan yang sama yang membuatmu sakit. Untuk membangun rasa secure, kamu harus mengelilingi dirimu dengan orang-orang yang memang sudah memiliki secure attachment. Berinteraksi dengan teman atau pasangan yang konsisten, tidak mudah menghakimi, dan dapat diandalkan akan melatih sistem sarafmu untuk mempercayai bahwa dunia ini aman.

4. Melatih Komunikasi Terbuka

Berhentilah berasumsi bahwa orang lain bisa membaca pikiranmu. Latihlah dirimu untuk mengekspresikan kebutuhan dengan formula “I-Statement” (Pernyataan Saya). Daripada menuduh (“Kamu selalu mengabaikanku!”), ubah menjadi (“Aku merasa sedih ketika pesanku tidak dibalas berjam-jam, karena aku butuh koneksi denganmu”).

Studi Terkait Kelekatan dan Kesehatan Mental

Journal of Personality and Social Psychology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa orang dewasa dengan gaya kelekatan aman (secure) melaporkan tingkat kepuasan hidup yang jauh lebih tinggi dan tingkat gejala depresi yang lebih rendah. Studi longitudinal ini menunjukkan bahwa keamanan emosional bertindak sebagai penyangga (buffer) yang kuat terhadap stres kronis.

Penelitian lain dari American Psychological Association (APA) juga menegaskan bahwa terapi yang difokuskan pada perbaikan attachment terbukti menurunkan kadar kortisol basal pada pasien yang menderita kecemasan umum (GAD). Ini membuktikan bahwa memahami dan mempraktikkan arti secure memberikan manfaat nyata secara medis bagi tubuh, bukan sekadar teori psikologi semata.

Menyadari pentingnya kelekatan yang sehat adalah langkah besar menuju kesejahteraan mental. Jika saat ini kamu merasa kewalahan dengan emosi negatif, bayang-bayang trauma masa lalu, atau pola hubungan yang selalu gagal dan menyakiti diri sendiri, ingatlah bahwa mencari bantuan adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menunda penanganan psikologis dapat memperburuk kualitas hidup dan memicu munculnya penyakit psikosomatis pada fisik kamu. Mulailah perjalanan penyembuhanmu hari ini demi mencapai kualitas hidup dan hubungan yang benar-benar secure.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:

American Psychological Association (APA). Diakses pada 2026. Adult Attachment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Mental health: Overcoming the stigma of mental illness.
PubMed Central (NIH). Diakses pada 2026. Attachment Theory and Emotion Regulation.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern.

FAQ

1. Apa sebenarnya arti secure dalam sebuah hubungan romantis?

Arti secure dalam hubungan romantis adalah perasaan aman, saling percaya, dan terhubung secara emosional tanpa ada rasa takut berlebihan akan ditinggalkan atau dikhianati. Orang yang secure mampu mencintai pasangannya sekaligus mempertahankan kemandirian emosionalnya sendiri.

2. Apakah orang yang insecure bisa berubah menjadi secure?

Tentu saja bisa. Hal ini dikenal sebagai earned secure attachment. Melalui kesadaran diri yang tinggi, kemauan untuk berubah, serta bantuan profesional seperti psikoterapi (CBT atau terapi trauma), seseorang dapat membentuk pola kelekatan yang baru dan aman.

3. Bagaimana cara menghadapi pasangan yang belum mengerti arti secure dan sering cemburu buta?

Langkah pertama adalah memberikan validasi pada perasaannya tanpa membenarkan perilaku cemburunya. Komunikasikan batasan dengan jelas dan asertif. Namun, jika kecemburuannya sudah berubah menjadi perilaku mengontrol atau manipulatif, sangat disarankan untuk melakukan konseling pasangan bersama psikolog.

4. Apakah arti secure berhubungan dengan kesehatan fisik secara langsung?

Ya, sangat berhubungan. Merasa aman (secure) mengaktifkan saraf parasimpatis dan menurunkan produksi hormon kortisol (hormon stres). Hal ini berdampak langsung pada penurunan tekanan darah, peningkatan kualitas tidur, perbaikan sistem pencernaan, dan daya tahan tubuh yang lebih kuat terhadap infeksi.

Konsultasi dengan Psikolog Klinis via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Psikolog Klinis terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang