Ad Placeholder Image

Mengenal 8 Tanaman yang Mampu Mengisap Polusi Udara

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026

“Ada beberapa pilihan tanaman yang mampu mengisap polusi udara. Seperti Lady’s mantle hingga tanaman lidah buaya.”

Mengenal 8 Tanaman yang Mampu Mengisap Polusi UdaraMengenal 8 Tanaman yang Mampu Mengisap Polusi Udara

DAFTAR ISI


Kualitas udara yang kita hirup setiap hari memiliki dampak langsung terhadap kesehatan jangka panjang. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa udara di dalam ruangan—baik itu di rumah maupun di kantor—bisa jauh lebih tercemar dibandingkan udara di luar ruangan. Fenomena ini sering dikaitkan dengan penumpukan polutan dari bahan bangunan, perabotan, hingga produk pembersih rumah tangga yang tidak tersirkulasi dengan baik.

Polutan seperti formaldehida, benzena, dan trikloroetilen adalah zat kimia umum yang sering ditemukan dalam cat, karpet, dan plastik. Paparan terus-menerus terhadap zat ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi mata, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan kronis. Inilah mengapa menghadirkan elemen alami seperti tanaman di dalam ruangan menjadi langkah preventif yang cerdas dan estetis.

Tanaman bukan sekadar dekorasi hijau untuk mempercantik sudut ruangan. Melalui proses alami, tanaman mampu menyerap gas berbahaya dan melepaskan oksigen segar. Konsep ini didukung oleh berbagai penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa tanaman tertentu memiliki efisiensi tinggi dalam menetralisir racun di udara melalui permukaan daun dan sistem perakarannya.

Nah, mau tahu apa saja pilihan tanaman pembersih udara yang bisa kamu rawat di rumah? Berikut ulasannya!

Mengapa Kualitas Udara Ruangan Penting?

Sebagian besar masyarakat modern menghabiskan sekitar 80-90% waktu mereka di dalam ruangan. Kondisi ruangan yang tertutup dengan ventilasi terbatas sering kali menyebabkan terjebaknya partikel polutan yang dikenal sebagai Volatile Organic Compounds (VOCs). Tanpa adanya sistem filtrasi yang memadai, paru-paru kita bekerja ekstra keras untuk menyaring polutan tersebut.

Masalah kesehatan yang timbul akibat kualitas udara ruangan yang buruk sering disebut sebagai Sick Building Syndrome (SBS). Gejalanya meliputi kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, mual, hingga asma yang sering kambuh. Selain menggunakan filter udara mekanis (HEPA), penggunaan tanaman sebagai filter biologis atau fitoremediasi adalah solusi alami yang sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di dalam rumah.

8 Tanaman Pembersih Udara Terbaik

Berikut adalah beberapa tanaman yang telah terbukti secara ilmiah, termasuk dalam studi legendaris NASA, mampu mengisap polusi udara secara efektif:

1. Lidah Mertua (Snake Plant – Sansevieria)

Lidah mertua adalah primadona dalam daftar tanaman pembersih udara. Keunikan utamanya terletak pada kemampuannya untuk mengubah karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen di malam hari, berbeda dengan sebagian besar tanaman lain yang melakukan proses tersebut di siang hari. Tanaman ini sangat efektif menyaring formaldehida, xilena, dan benzena yang sering ditemukan pada produk pembersih dan tisu wajah.

2. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

Jika kamu adalah pemula dalam merawat tanaman, Spider Plant adalah pilihan terbaik. Tanaman ini sangat tangguh dan sulit mati. Ia bekerja luar biasa dalam memerangi karbon monoksida dan xilena, zat pelarut yang sering digunakan dalam industri percetakan dan karet. Selain itu, tanaman ini aman bagi kamu yang memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing.

3. Peace Lily (Spathiphyllum)

Dengan bunga putihnya yang elegan, Peace Lily mampu menyerap polutan udara yang paling kompleks sekalipun, termasuk amonia, benzena, dan trikloroetilen. Tanaman ini juga meningkatkan kelembapan ruangan, yang sangat membantu meredakan gejala kulit kering atau sinus tersumbat akibat penggunaan AC yang terus-menerus. Namun, perlu diingat bahwa tanaman ini bersifat toksik jika tertelan, jadi jauhkan dari jangkauan anak-anak.

4. Lidah Buaya (Aloe Vera)

Selain dikenal untuk menyembuhkan luka bakar dan perawatan rambut, Lidah Buaya adalah penyaring formaldehida dan benzena yang hebat. Tanaman ini akan memberikan tanda berupa bintik-bintik cokelat pada daunnya jika kadar polutan di dalam ruangan sudah sangat tinggi, sehingga berfungsi sebagai monitor kualitas udara alami bagi pemiliknya.

5. Sirih Gading (Golden Pothos)

Tanaman merambat ini sangat populer karena keindahannya dan kemampuannya tumbuh dalam kondisi cahaya minim. Sirih gading sangat efektif dalam menghilangkan racun karbon monoksida dan formaldehida. Karena pertumbuhannya yang cepat, tanaman ini sangat cocok diletakkan di rak tinggi atau digantung agar daunnya menjuntai cantik.

6. Paku Tanduk Rusa atau Boston Fern

Boston Fern bertindak sebagai pelembap udara alami. Tanaman ini bekerja dengan baik dalam menghilangkan formaldehida yang sering menguap dari perabotan kayu yang dilem. Tanaman ini menyukai lingkungan yang lembap dan cahaya yang tidak langsung, sehingga cocok ditempatkan di kamar mandi atau area dekat jendela yang teduh.

7. Rubber Plant (Ficus elastica)

Tanaman dengan daun lebar dan tebal ini memiliki kemampuan menyerap bahan kimia dari udara dan memprosesnya menjadi zat yang tidak berbahaya. Studi menunjukkan bahwa Rubber Plant sangat efisien dalam menghilangkan formaldehida dari udara ruangan. Daunnya yang mengkilap perlu dibersihkan secara berkala agar pori-porinya tetap terbuka untuk menyerap polutan.

8. Krisan (Chrysanthemum)

Bunga krisan bukan hanya cantik untuk dipandang, tetapi menurut riset NASA, tanaman ini adalah juara dalam menyaring udara. Ia mampu mengeliminasi amonia, benzena, xilena, dan formaldehida sekaligus. Untuk hasil maksimal, letakkan tanaman ini di area yang terkena sinar matahari agar bunganya mekar sempurna dan proses penyaringan udara berjalan optimal.

Tips Memaksimalkan Fungsi Tanaman
  1. Gunakan setidaknya satu tanaman berukuran sedang untuk setiap 10 meter persegi luas ruangan.
  2. Bersihkan debu pada daun tanaman secara teratur agar proses fotosintesis dan penyerapan polutan tidak terhambat.
  3. Pastikan drainase pot baik untuk mencegah pertumbuhan jamur pada tanah yang justru bisa memperburuk kualitas udara.

Mekanisme Kerja Tanaman Menyaring Polusi

Bagaimana mungkin tanaman hijau bisa menghilangkan racun tak kasat mata? Proses ini dikenal sebagai fitoremediasi. Tanaman menyerap gas polutan melalui stomata atau pori-pori kecil di permukaan daunnya. Begitu masuk ke dalam sistem tanaman, polutan tersebut dipindahkan ke akar.

Di area perakaran (rizosfer), terdapat mikroorganisme tanah yang bekerja secara simbiotik dengan tanaman. Mikroba ini memecah polutan organik menjadi molekul yang lebih sederhana yang kemudian digunakan oleh tanaman sebagai sumber energi atau nutrisi. Selain itu, tanaman juga melepaskan uap air melalui proses transpirasi, yang menciptakan gerakan udara mikroskopis yang menarik polutan menuju daun.

Kapan Masalah Pernapasan Harus Diperiksakan?

Meskipun tanaman sangat membantu menjaga kualitas udara, mereka bukanlah pengganti penanganan medis jika kamu sudah mengalami gangguan kesehatan yang signifikan. Paparan polusi udara jangka panjang dapat memicu asma, bronkitis, atau reaksi alergi parah. Jika kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, sesak napas saat berada di dalam rumah, atau bersin terus-menerus, itu bisa menjadi tanda kualitas udara yang buruk atau kondisi medis yang mendasari.

Jangan mengabaikan gejala yang muncul. Jika keluhan pernapasan terasa sangat mengganggu aktivitas, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.

Selain memperbaiki sirkulasi udara, menjaga imunitas tubuh juga sangat penting. Kamu bisa melengkapi kebutuhan nutrisi harian dan beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mengatasi gejala ringan seperti alergi atau flu akibat polusi udara.

Studi Mengenai Tanaman Pembersih Udara

NASA (National Aeronautics and Space Administration) menerbitkan studi di tahun 1989 yang menjelaskan bahwa tanaman harian tertentu, bersama dengan filter karbon aktif, dapat menghilangkan polutan organik dari udara di lingkungan tertutup. Studi ini menjadi landasan utama bagi penggunaan tanaman sebagai alat pembersih udara di dalam rumah.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa akar tanaman dan mikroba tanah yang terkait memegang peranan kunci dalam menghilangkan bahan kimia beracun. Hal ini menegaskan bahwa keberadaan tanaman di dalam ruangan bukan hanya soal estetika, melainkan kebutuhan fungsional bagi kesehatan paru-paru penghuninya.

Penting bagi kamu untuk selalu memperhatikan kesehatan lingkungan tempat tinggal. Tanaman adalah investasi murah untuk kualitas hidup yang lebih baik. Namun, selalu ingat bahwa kebersihan rumah secara menyeluruh tetap menjadi faktor utama dalam mencegah penumpukan polusi dalam ruang.

Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan pernapasan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang profesional.

Sering Sesak Napas atau Alergi karena Polusi di Rumah? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti sering bersin atau sesak napas di dalam ruangan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
NASA. Diakses pada 2026. Interior Landscape Plants for Indoor Air Pollution Abatement.
Healthline. Diakses pada 2026. 10 Best Air-Purifying Plants for Your Home.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Indoor Air Pollution: Strategies for Healthier Indoor Air.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Houseplants: Help or Hype for Indoor Air Quality?.
EPA (Environmental Protection Agency). Diakses pada 2026. Volatile Organic Compounds’ Impact on Indoor Air Quality.

FAQ

1. Apakah tanaman benar-benar bisa membersihkan udara di ruangan besar?

Tanaman paling efektif di ruangan tertutup dengan ventilasi terbatas. Untuk ruangan yang sangat luas, kamu membutuhkan jumlah tanaman yang lebih banyak, setidaknya satu tanaman berukuran sedang setiap 10 meter persegi.

2. Apa jenis polutan yang paling sering diisap oleh tanaman?

Tanaman sangat efektif menyerap Volatile Organic Compounds (VOCs) seperti formaldehida, benzena, trikloroetilen, dan karbon monoksida yang berasal dari furnitur, cat, dan asap rokok.

3. Apakah tanaman bisa berbahaya bagi penderita asma?

Secara umum tanaman membantu, namun penderita asma harus berhati-hati dengan tanah yang terlalu lembap karena bisa menumbuhkan jamur atau spora yang memicu asma. Pastikan tanah tidak terlalu basah.

4. Seberapa sering daun tanaman harus dibersihkan?

Sebaiknya daun dibersihkan setidaknya sekali dalam seminggu atau dua minggu menggunakan kain lembap. Debu yang menempel dapat menghambat pori-pori daun dalam menyerap polutan udara.