Ad Placeholder Image

Mengenal Aferesis: Prosedur dan Manfaatnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Maret 2026

Apheresis: Memahami Donor & Terapi Darah Modern

Mengenal Aferesis: Prosedur dan ManfaatnyaMengenal Aferesis: Prosedur dan Manfaatnya

Aferesis adalah sebuah prosedur medis canggih yang memungkinkan pengambilan darah dari tubuh, pemisahan komponen spesifiknya, dan pengembalian sisa darah ke pasien atau donor. Prosedur ini sangat penting baik untuk tujuan donor darah komponen maupun sebagai bagian dari terapi pengobatan berbagai penyakit. Dengan menggunakan mesin khusus, darah diproses secara hati-hati untuk mendapatkan bagian yang diperlukan, seperti trombosit, plasma, atau sel darah putih.

Apa itu Aferesis?

Aferesis adalah suatu metode medis di mana darah seseorang diambil dari tubuh dan dilewatkan melalui sebuah alat khusus. Alat ini berfungsi untuk memisahkan darah menjadi berbagai komponennya, seperti sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Setelah komponen darah yang diinginkan berhasil dipisahkan dan diambil, sisa darah yang tidak diperlukan akan dikembalikan lagi ke tubuh pasien atau donor.

Prosedur ini memanfaatkan prinsip sentrifugasi, di mana darah diputar dengan kecepatan tinggi sehingga komponen-komponennya terpisah berdasarkan berat jenis masing-masing. Teknik ini memungkinkan pengambilan komponen darah secara selektif, tanpa perlu mengambil seluruh unit darah. Aferesis dapat dilakukan untuk kepentingan donasi maupun terapeutik.

Bagaimana Prosedur Aferesis Dilakukan?

Prosedur aferesis memerlukan peralatan khusus dan tenaga medis terlatih. Langkah-langkah umum pelaksanaan aferesis meliputi:

  1. **Akses Vena:** Sebuah jarum akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena, biasanya di lengan, untuk mengambil darah. Terkadang, akses vena sentral (kateter yang dipasang di pembuluh darah besar) mungkin diperlukan, terutama jika akses vena di lengan sulit.
  2. **Pemisahan Darah:** Darah yang diambil kemudian dialirkan ke mesin aferesis. Di dalam mesin, darah akan melalui proses sentrifugasi atau filtrasi membran untuk memisahkan komponen darah berdasarkan berat jenis atau ukurannya.
  3. **Pengambilan Komponen Spesifik:** Setelah pemisahan, komponen darah yang dibutuhkan (misalnya trombosit, plasma, atau sel darah putih) akan dikumpulkan dalam kantung terpisah.
  4. **Pengembalian Sisa Darah:** Sisa darah yang tidak diambil, seperti sel darah merah atau komponen lain, akan dicampur kembali dengan cairan antikoagulan untuk mencegah pembekuan. Darah ini kemudian akan dikembalikan ke tubuh pasien atau donor melalui vena yang sama atau vena lain.

Seluruh proses ini dipantau ketat oleh petugas medis untuk memastikan keamanan dan kenyamanan. Durasi prosedur bervariasi tergantung pada jenis komponen yang diambil dan kondisi individu.

Tujuan dan Jenis Aferesis

Aferesis memiliki dua tujuan utama: donor darah komponen dan terapi pengobatan. Berdasarkan komponen yang diambil atau dipisahkan, aferesis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:

  • **Donor Aferesis (Donasi Komponen Darah):** Prosedur ini memungkinkan donor untuk menyumbangkan komponen darah spesifik tanpa harus menyumbangkan seluruh darah. Contohnya adalah:
    • **Trombositafaresis:** Pengambilan trombosit dari donor untuk pasien yang membutuhkan, seperti penderita kanker yang menjalani kemoterapi.
    • **Plasmafaresis:** Pengambilan plasma darah dari donor, yang kemudian dapat diproses menjadi produk darah lain seperti albumin atau imunoglobulin.
    • **Leukoafaresis:** Pengambilan sel darah putih dari donor, meskipun ini lebih jarang dilakukan.
  • **Aferesis Terapeutik (Terapi Pengobatan):** Digunakan untuk mengobati penyakit dengan membuang komponen darah yang berbahaya atau memberikan komponen yang sehat. Contohnya:
    • **Plasmafaresis Terapeutik:** Pengambilan plasma pasien yang mengandung zat berbahaya (seperti antibodi autoimun, kompleks imun, atau protein abnormal) dan menggantinya dengan plasma donor yang sehat atau cairan pengganti.
    • **Eritrositafaresis (Pertukaran Sel Darah Merah):** Pengambilan sel darah merah pasien dan penggantiannya dengan sel darah merah donor. Umumnya digunakan untuk pasien dengan anemia sel sabit parah atau malaria falciparum berat.
    • **Leukoafaresis Terapeutik:** Pengambilan kelebihan sel darah putih pada pasien dengan leukemia akut yang mengalami jumlah sel darah putih sangat tinggi (hiperleukositosis).
    • **Trombositafaresis Terapeutik:** Pengambilan kelebihan trombosit pada pasien dengan kondisi seperti trombositosis esensial, di mana jumlah trombosit terlalu tinggi.

Indikasi Medis untuk Aferesis

Aferesis terapeutik direkomendasikan untuk berbagai kondisi medis serius. Beberapa indikasi umum meliputi:

  • **Penyakit Autoimun:** Kondisi seperti miastenia gravis, sindrom Guillain-Barré, lupus eritematosus sistemik, atau vaskulitis. Plasmafaresis membantu menghilangkan antibodi yang menyerang jaringan tubuh sendiri.
  • **Kelainan Darah:** Anemia hemolitik autoimun berat, purpura trombositopenik trombotik (TTP), sindrom hemolitik uremik (HUS). Aferesis dapat menghilangkan faktor penyebab kerusakan darah.
  • **Penyakit Neurologis:** Beberapa bentuk neuropati demyelinasi kronis.
  • **Kondisi Onkologis:** Hiperleukositosis pada leukemia atau trombositosis ekstrem pada myeloproliferative neoplasms. Prosedur ini mengurangi jumlah sel abnormal dalam darah.
  • **Keracunan atau Overdosis:** Dalam beberapa kasus keracunan parah, plasmafaresis dapat membantu menghilangkan zat toksik dari darah.
  • **Penyakit Ginjal:** Kondisi tertentu yang menyebabkan pembentukan antibodi yang menyerang ginjal.

Keputusan untuk menjalani aferesis selalu didasarkan pada evaluasi medis yang cermat oleh dokter spesialis.

Persiapan dan Pasca Prosedur Aferesis

Sebelum menjalani aferesis, pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk tes darah dan evaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh. Dokter akan memberikan instruksi khusus mengenai asupan cairan, obat-obatan yang mungkin perlu dihentikan sementara, dan hal-hal lain yang harus dipersiapkan. Cukup minum air sebelum prosedur sangat penting untuk menjaga hidrasi.

Setelah prosedur, pasien biasanya akan dipantau selama beberapa waktu untuk memastikan tidak ada efek samping langsung. Disarankan untuk beristirahat, menghindari aktivitas fisik berat, dan minum banyak cairan. Perban di lokasi penusukan jarum harus dijaga kebersihannya. Dokter atau perawat akan memberikan panduan mengenai perawatan luka dan kapan harus kembali untuk evaluasi.

Potensi Risiko dan Komplikasi Aferesis

Meskipun aferesis umumnya aman, seperti semua prosedur medis, ada beberapa potensi risiko dan komplikasi yang dapat terjadi:

  • **Reaksi Antikoagulan:** Zat antikoagulan (misalnya sitrat) yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah dapat menyebabkan efek samping ringan seperti kesemutan, kram, mual, atau pusing. Dalam kasus yang jarang, dapat terjadi reaksi alergi.
  • **Akses Vena:** Kesulitan dalam menemukan vena yang cocok, memar, nyeri, atau infeksi di lokasi penusukan jarum.
  • **Perubahan Tekanan Darah:** Penurunan tekanan darah (hipotensi) atau pusing, terutama saat prosedur sedang berlangsung.
  • **Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit:** Prosedur ini dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, yang memerlukan pemantauan.
  • **Reaksi Alergi:** Reaksi terhadap produk darah donor (jika digunakan pengganti plasma) atau komponen lain yang digunakan selama prosedur.

Tim medis akan melakukan segala upaya untuk meminimalkan risiko ini dan siap menangani komplikasi yang mungkin timbul. Penting untuk menginformasikan tim medis mengenai riwayat alergi atau kondisi kesehatan yang ada.

Aferesis merupakan prosedur medis yang vital dalam dunia kedokteran, baik untuk donasi maupun sebagai terapi pengobatan. Memahami prosedur ini secara mendalam sangat penting bagi pasien, donor, dan keluarga. Jika terdapat pertanyaan lebih lanjut mengenai aferesis atau jika memerlukan konsultasi medis, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan.