• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Amantadine yang Berfungsi untuk Obati Parkinson
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Amantadine yang Berfungsi untuk Obati Parkinson

Mengenal Amantadine yang Berfungsi untuk Obati Parkinson

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 31 Oktober 2022

“Salah satu obat yang biasa diresepkan untuk penyakit Parkinson adalah Amantadine. Penting untuk menggunakan obat sesuai dosis.”

Mengenal Amantadine yang Berfungsi untuk Obati ParkinsonMengenal Amantadine yang Berfungsi untuk Obati Parkinson

Halodoc, Jakarta – Amantadine adalah pilihan obat resep untuk pengobatan penyakit Parkinson. Ini adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang berkembang ketika sel-sel otak yang memproduksi dopamin mati. 

Sebagai anggota kelas obat antagonis N-methyl-D-aspartate (NMDA), Amantadine berikatan dengan reseptor NMDA, tempat pengikatan kimiawi di neuron. 

Dengan mengikat reseptor NMDA, obat ini mempengaruhi jumlah bahan kimia alami di otak yang disebut glutamat. Oabt ini mungkin juga bekerja dengan meningkatkan bahan kimia otak alami lainnya, yaitu dopamin.

Manfaat dan Kegunaan Amantadine

Amantadine biasanya diresepkan dokter untuk mengobati diskinesia (gangguan gerakan) pada orang yang mengidap penyakit Parkinson. Pada beberapa kondisi, obat ini akan dikombinasikan dengan obat levodopa-carbidopa. 

Levodopa dipecah dalam tubuh menjadi dopamin. Orang dengan penyakit Parkinson umumnya memiliki tingkat dopamin yang rendah. Carbidopa membantu konversi menjadi dopamin ini terjadi di otak, bukan di bagian lain dari tubuh.

Sayangnya, penggunaan levodopa dalam jangka panjang dapat menyebabkan diskinesia. Diskinesia adalah gerakan otot yang tidak disengaja yang cenderung mempengaruhi bagian tubuh seperti lengan, kepala, kaki, dan badan (bagian tengah tubuh).

Orang yang memakai levodopa-carbidopa akan sering melalui apa yang dikenal sebagai periode “on” dan “off”. Pada periode ini, pengidap mulai merasa lebih baik karena dosis baru obat mulai berlaku. Periode off terjadi ketika pengidap mulai merasa lebih buruk karena harus minum dosis lain. Nah, mengonsumsi Amantadine dapat membantu mengurangi fluktuasi on-off ini.

Dosis dan Aturan Pakainya

Dosis dan bentuk sediaan Amantadine akan ditentukan dokter berdasarkan banyak faktor. Termasuk usia, kondisi yang dialami, tingkat keparahan, dan status kesehatan secara keseluruhan.

Untuk mengobati penyakit Parkinson, berikut ini dosis Amantadine berdasarkan bentuk sediaannya:

1. Bentuk: Kapsul Oral Immediate-Release

Dosis dewasa (usia 18 hingga 64 tahun):

  • Dosis awal: 100 mg, diminum dua kali sehari, bila tidak digunakan dengan obat lain untuk penyakit Parkinson.
  • Dosis maksimal: 200 mg, diminum dua kali sehari.

Dalam beberapa kasus, beberapa orang mungkin perlu memulai dengan 100 mg, diminum sekali sehari. Biasanya jika mereka memiliki penyakit medis serius tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain dalam dosis tinggi untuk mengobati penyakit Parkinson.

2. Bentuk: Kapsul Oral Extended-Release

Dosis dewasa (usia 18 hingga 64 tahun):

  • Dosis awal: 137 mg, diminum sekali sehari sebelum tidur.
  • Dosis lanjutan: Setelah satu minggu, dokter kemungkinan akan meningkatkan dosis menjadi 274 mg (dua kapsul 137 mg) sekali sehari sebelum tidur.

Risiko Efek Samping yang Bisa Terjadi

Efek samping Amantadine yang umum mungkin termasuk:

  • Pusing.
  • Mulut kering.
  • Pembengkakan di kaki atau tungkai.
  • Mual.
  • Sembelit.
  • Masalah tidur (insomnia).

Dapatkan bantuan medis darurat jika mengalami tanda-tanda reaksi alergi terhadap Amantadine. Seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Selain itu, waspadalah juga jika mengalami efek samping yang serius, seperti:

  • Kantuk yang ekstrem, tertidur tiba-tiba bahkan setelah merasa waspada.
  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan.
  • Sesak napas (bahkan dengan aktivitas ringan).
  • Buang air kecil yang menyakitkan atau sulit.
  • Depresi, agitasi, agresi, perubahan perilaku, halusinasi, pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
  • Kejang.
  • Reaksi sistem saraf yang parah, seperti otot yang sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung yang cepat, dan tremor.

Itulah pembahasan mengenai Amantadine, obat untuk mengatasi gejala penyakit Parkinson. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai penyakit dan obat ini, download Halodoc saja untuk membuat janji medis dengan dokter.

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2022. Amantadine.
Healthline. Diakses pada 2022. Amantadine, Oral Capsule.
Very Well Health. Diakses pada 2022. Gocovri (Amantadine) – Oral.
WebMD. Diakses pada 2022. Amantadine Hcl Capsule, Extended Release 24 Hr (Capsule, ER Hr) – Uses, Side Effects, and More.