Ad Placeholder Image

Mengenal Bekam Manfaat Cara Kerja Dan Risikonya Bagi Tubuh

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Bekam: Manfaat Terapi & Cara Kerja (Al-Hijamah)

Mengenal Bekam Manfaat Cara Kerja Dan Risikonya Bagi TubuhMengenal Bekam Manfaat Cara Kerja Dan Risikonya Bagi Tubuh

Bekam adalah terapi tradisional yang telah lama digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Metode ini melibatkan penggunaan alat khusus untuk menciptakan tekanan negatif pada kulit, yang dipercaya dapat meningkatkan aliran darah, mengurangi nyeri, dan mengeluarkan racun dari tubuh.

Apa Itu Bekam?

Bekam, atau dikenal juga dengan istilah al-hijamah, adalah metode pengobatan alternatif yang menggunakan cangkir khusus untuk menciptakan tekanan isap pada permukaan kulit. Area yang paling umum dibekam adalah punggung dan leher. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sirkulasi darah, merelaksasi otot, mengurangi rasa sakit, serta mengeluarkan darah kotor atau toksin dari dalam tubuh.

Jenis Bekam dan Cara Kerjanya

Terdapat beberapa jenis bekam yang umum dilakukan, di antaranya:

  • Bekam Kering: Hanya menggunakan cangkir dan tekanan hisap untuk menarik kulit. Jenis ini sering dimanfaatkan untuk memberikan efek pijatan jaringan dalam.
  • Bekam Basah (Wet Cupping): Setelah kulit dihisap dan memerah, terapis akan membuat sayatan kecil pada kulit, kemudian dilakukan penghisapan kembali untuk mengeluarkan sejumlah kecil darah.
  • Bekam Luncur/Bergerak: Cangkir digerakkan di atas permukaan kulit yang telah diolesi minyak.

Manfaat Terapi Bekam untuk Kesehatan

Bekam dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk:

  • Meredakan Nyeri dan Peradangan: Bekam efektif untuk mengatasi sakit kepala, migrain, nyeri punggung, leher kaku, dan nyeri otot.
  • Relaksasi: Meningkatkan sirkulasi darah dan membantu mengurangi ketegangan emosional.
  • Detoksifikasi: Membantu mengeluarkan darah statis yang kental serta sisa metabolisme dari tubuh.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bekam

Meskipun relatif aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani terapi bekam:

  • Efek Samping: Bekam dapat menyebabkan efek samping ringan seperti kemerahan atau memar melingkar pada area yang dibekam. Memar ini biasanya akan hilang dalam beberapa hari.
  • Kontraindikasi: Bekam tidak disarankan bagi individu dengan gangguan pembekuan darah (hemofilia), anemia berat, ibu hamil, atau pada area kulit yang luka atau terinfeksi.
  • Keamanan: Pastikan terapi bekam dilakukan oleh terapis profesional yang terlatih dan menggunakan peralatan yang steril untuk mencegah infeksi.

Apakah Bekam Aman?

Bekam umumnya dianggap aman jika dilakukan oleh tenaga profesional yang terlatih dan berpengalaman. Pastikan terapis menggunakan peralatan steril dan mengikuti prosedur yang benar untuk meminimalkan risiko infeksi dan efek samping.

Siapa yang Tidak Boleh Melakukan Bekam?

Bekam tidak disarankan untuk orang dengan kondisi medis tertentu, seperti:

  • Gangguan pembekuan darah (hemofilia)
  • Anemia berat
  • Wanita hamil
  • Orang dengan penyakit kulit atau infeksi pada area yang akan dibekam

Kesimpulan dan Rekomendasi

Bekam adalah metode pengobatan tradisional yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama dalam meredakan nyeri dan meningkatkan relaksasi. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba bekam, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu. Pastikan juga untuk memilih terapis bekam yang profesional dan berpengalaman untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi.

Jika Anda tertarik untuk mencoba terapi bekam, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.