Ad Placeholder Image

Mengenal Demam Intermiten: Pola Panas Naik Turun

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 28 April 2026

Demam Intermiten: Kenali Pola Suhu Naik Turun Tubuh

Mengenal Demam Intermiten: Pola Panas Naik TurunMengenal Demam Intermiten: Pola Panas Naik Turun

Demam intermiten adalah kondisi kenaikan suhu tubuh yang menunjukkan pola berulang, di mana suhu meningkat di atas normal selama beberapa jam, kemudian kembali normal atau mendekati normal sebelum kembali naik. Pola demam ini sering menjadi indikasi bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau peradangan tertentu, sehingga memerlukan perhatian medis untuk menentukan penyebab dasarnya.

Apa Itu Demam Intermiten Adalah?

Demam intermiten adalah sebuah pola demam yang ditandai dengan fluktuasi suhu tubuh. Suhu akan meningkat tajam melampaui batas normal, bertahan selama periode waktu tertentu, lalu turun kembali ke tingkat normal atau subnormal. Siklus naik-turun ini kemudian terulang secara periodik.

Jenis demam ini berbeda dengan demam persisten (menetap tinggi) atau demam remiten (turun tapi tidak sampai normal). Kehadiran demam intermiten seringkali menjadi sinyal penting bagi dokter untuk mencari infeksi tersembunyi atau kondisi peradangan kronis dalam tubuh.

Ciri-Ciri Demam Intermiten

Mengenali ciri-ciri demam intermiten dapat membantu dalam pemantauan awal. Beberapa karakteristik utama dari demam jenis ini meliputi:

  • Pola Fluktuatif: Suhu tubuh tidak stabil, melainkan menunjukkan kenaikan dan penurunan yang jelas dalam periode 24 jam.
  • Kembali Normal: Pada interval tertentu, suhu tubuh kembali ke kisaran normal (sekitar 36,5°C hingga 37,2°C) sebelum akhirnya naik lagi.
  • Durasi Demam: Fase demam dapat berlangsung beberapa jam, diikuti oleh fase bebas demam.
  • Gejala Penyerta: Seringkali disertai dengan menggigil saat suhu naik, dan berkeringat saat suhu turun. Gejala lain seperti nyeri otot, kelemahan, atau sakit kepala juga bisa muncul tergantung pada penyebabnya.
  • Keteraturan Pola: Pada beberapa kondisi, pola demam dapat sangat teratur, misalnya muncul setiap hari, setiap dua hari, atau bahkan setiap beberapa hari sekali.

Penyebab Demam Intermiten

Demam intermiten dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, yang sebagian besar berkaitan dengan respons imun tubuh terhadap ancaman. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Infeksi:
    • Malaria: Dikenal dengan pola demam khasnya yang berulang setiap 2 atau 3 hari, tergantung jenis parasitnya.
    • Tuberkulosis (TB): Terutama TB paru, sering menyebabkan demam sore hari yang kemudian mereda.
    • Abses: Kumpulan nanah di bagian tubuh tertentu dapat memicu demam intermiten.
    • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Terutama jika sudah menyebar ke ginjal.
    • Brucellosis: Infeksi bakteri yang ditularkan dari hewan.
  • Penyakit Autoimun: Kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehatnya sendiri. Contohnya termasuk rheumatoid arthritis atau lupus, yang dapat menyebabkan peradangan sistemik dan demam.
  • Kanker: Beberapa jenis kanker, terutama limfoma, dapat menimbulkan demam yang tidak dapat dijelaskan, termasuk pola intermiten.
  • Penyakit Peradangan: Kondisi seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif dapat menyebabkan demam sebagai respons terhadap peradangan kronis.

Diagnosis dan Penanganan Demam Intermiten

Diagnosis demam intermiten dimulai dengan riwayat medis yang cermat dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan tentang pola demam, gejala penyerta, riwayat perjalanan, dan paparan potensi infeksi.

Untuk penanganan yang efektif, identifikasi penyebab demam sangat krusial. Beberapa tes yang mungkin diperlukan antara lain tes darah lengkap, kultur darah, tes urine, tes pencitraan seperti rontgen atau USG, hingga tes khusus untuk malaria atau TB.

Penanganan akan difokuskan pada pengobatan penyebab yang mendasari. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik akan diresepkan. Untuk malaria, obat antimalaria spesifik akan diberikan. Sementara itu, penyakit autoimun atau peradangan mungkin memerlukan obat anti-inflamasi atau imunosupresan.

Pencegahan Demam Intermiten

Pencegahan demam intermiten sangat bergantung pada penyebabnya. Secara umum, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko:

  • Vaksinasi: Pastikan imunisasi lengkap sesuai jadwal yang direkomendasikan.
  • Higiene Diri dan Lingkungan: Cuci tangan secara teratur, masak makanan hingga matang, dan jaga kebersihan lingkungan untuk mencegah infeksi.
  • Hindari Paparan Infeksi: Jika berada di daerah endemik malaria, gunakan kelambu, losion antinyamuk, dan minum obat profilaksis sesuai anjuran dokter.
  • Gaya Hidup Sehat: Konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan kelola stres untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.
  • Deteksi Dini dan Pengobatan: Apabila memiliki penyakit kronis atau autoimun, patuhi rencana pengobatan dan lakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah kekambuhan yang bisa memicu demam.

Kapan Harus ke Dokter?

Demam intermiten adalah tanda bahwa tubuh sedang menghadapi sesuatu yang lebih serius daripada demam biasa. Oleh karena itu, penting untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami pola demam ini, terutama jika disertai dengan gejala seperti:

  • Demam tinggi yang tidak merespons obat penurun panas.
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja.
  • Keringat malam.
  • Kelelahan ekstrem.
  • Nyeri sendi atau otot yang parah.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Pelacakan suhu tubuh secara akurat dapat memberikan informasi berharga bagi dokter dalam membuat diagnosis. Jangan menunda konsultasi medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Untuk diagnosis dan penanganan demam intermiten yang akurat, konsultasikan kondisi kesehatan dengan dokter profesional. Di Halodoc, pasien dapat dengan mudah terhubung dengan dokter terpercaya untuk mendapatkan saran medis, pemeriksaan, dan rujukan yang sesuai.