Ad Placeholder Image

Mengenal Fungsi Otot Sternokleidomastoid Pada Leher

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Mengenal Peran Otot Sternokleidomastoid untuk Gerak Leher

Mengenal Fungsi Otot Sternokleidomastoid Pada LeherMengenal Fungsi Otot Sternokleidomastoid Pada Leher

Apa Itu Otot Sternokleidomastoid?

Otot sternokleidomastoid atau yang sering disingkat sebagai SCM adalah sepasang otot besar dan tebal yang terletak di sisi leher. Nama otot ini berasal dari titik perlekatannya pada tubuh manusia, yaitu tulang dada (sternum), tulang selangka (klavikula), dan prosesus mastoid yang merupakan bagian dari tulang pelipis di belakang telinga. Struktur anatomi ini menjadikannya salah satu otot leher yang paling terlihat dan mudah diraba saat kepala diputar ke salah satu sisi.

Dalam dunia medis, otot sternokleidomastoid berfungsi sebagai penanda anatomis utama yang membagi leher menjadi wilayah anterior (depan) dan posterior (belakang). Keberadaan otot ini sangat vital karena melindungi berbagai struktur penting di bawahnya, termasuk pembuluh darah besar seperti arteri karotis dan saraf-saraf yang menyuplai area wajah serta kepala. Ketebalan dan letaknya yang strategis membuat otot ini sangat rentan terhadap ketegangan akibat postur tubuh yang buruk atau aktivitas fisik yang berlebihan.

Fungsi Utama Otot Sternokleidomastoid bagi Tubuh

Otot sternokleidomastoid memiliki peran ganda dalam mekanisme pergerakan tubuh manusia, terutama pada bagian leher dan kepala. Fungsi utamanya melibatkan rotasi dan fleksi leher yang memungkinkan seseorang melakukan berbagai aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Berikut adalah beberapa fungsi spesifik dari otot ini:

  • Rotasi Kepala: Saat salah satu sisi otot berkontraksi, kepala akan berputar ke arah yang berlawanan.
  • Fleksi Leher: Ketika kedua otot sternokleidomastoid berkontraksi secara bersamaan, leher akan menekuk ke depan sehingga dagu mendekati dada.
  • Lateral Fleksi: Otot ini membantu memiringkan kepala ke arah bahu pada sisi yang sama.
  • Membantu Pernapasan: Sebagai otot aksesori pernapasan, otot ini membantu mengangkat tulang dada saat seseorang mengambil napas dalam secara paksa.

Gejala dan Gangguan pada Otot Sternokleidomastoid

Gangguan pada otot sternokleidomastoid sering kali tidak hanya dirasakan pada area leher saja, tetapi juga dapat memicu nyeri rujukan ke area wajah dan kepala. Ketegangan pada otot ini sering disebut dengan sindrom nyeri miofasial, di mana titik pemicu (trigger points) dalam otot menyebabkan rasa sakit di lokasi lain. Pasien sering mengeluhkan gejala yang menyerupai masalah medis lain sehingga diagnosis yang tepat sangat diperlukan.

Beberapa gejala umum yang timbul akibat masalah pada otot sternokleidomastoid meliputi:

  • Nyeri tumpul atau berdenyut di dahi, sekitar mata, atau di belakang telinga.
  • Kekakuan leher yang membatasi jangkauan gerak kepala saat menoleh.
  • Rasa tidak nyaman saat menelan atau perasaan adanya tekanan di area tenggorokan.
  • Gangguan keseimbangan ringan atau pusing (vertigo) karena otot ini berkaitan dengan sistem sensorik posisi kepala.
  • Telinga berdenging atau rasa penuh di dalam telinga tanpa adanya infeksi saluran telinga.

Penyebab Ketegangan Otot Sternokleidomastoid

Penyebab paling umum dari masalah pada otot sternokleidomastoid adalah postur tubuh yang salah dalam jangka waktu lama, seperti posisi kepala yang condong ke depan saat menggunakan gawai atau bekerja di depan komputer. Kondisi ini memberikan beban berlebih pada otot untuk menopang berat kepala. Selain itu, aktivitas yang mengharuskan seseorang menoleh ke satu sisi secara berulang juga dapat memicu kelelahan otot secara asimetris.

Faktor lain yang berkontribusi meliputi cedera trauma seperti whiplash pada kecelakaan kendaraan bermotor, stres emosional yang menyebabkan otot leher menegang, hingga penggunaan bantal yang tidak ergonomis saat tidur. Pada beberapa kasus, pernapasan dada yang dangkal akibat gangguan kecemasan atau masalah paru kronis juga dapat memaksa otot sternokleidomastoid bekerja lebih keras dari kapasitas normalnya.

Langkah Pengobatan dan Penanganan Nyeri

Penanganan awal untuk nyeri otot sternokleidomastoid biasanya melibatkan terapi fisik dan modifikasi gaya hidup. Kompres hangat pada area leher dapat membantu melancarkan aliran darah dan merelaksasi serat otot yang tegang. Peregangan mandiri yang dilakukan secara lembut juga efektif untuk mengembalikan fleksibilitas otot, asalkan dilakukan dengan teknik yang benar agar tidak memperparah kondisi cedera.

Cara Mencegah Masalah Otot Leher

Pencegahan gangguan pada otot sternokleidomastoid berpusat pada perbaikan ergonomi dan kebiasaan sehari-hari. Mengatur ketinggian layar monitor agar sejajar dengan mata adalah langkah krusial untuk mencegah posisi kepala condong ke depan. Selain itu, melakukan istirahat berkala setiap 30 menit untuk meregangkan otot leher dapat mengurangi akumulasi ketegangan miofasial yang merugikan kesehatan leher jangka panjang.

Latihan penguatan otot inti dan otot punggung bagian atas juga sangat disarankan untuk menciptakan fondasi tubuh yang stabil. Dengan postur tubuh yang seimbang, beban pada otot sternokleidomastoid akan berkurang secara drastis. Pastikan pula untuk selalu terhidrasi dengan cukup, karena dehidrasi dapat meningkatkan risiko kram otot dan menurunkan elastisitas jaringan ikat di sekitar leher dan bahu.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

Apabila nyeri pada leher tidak kunjung membaik setelah perawatan mandiri, atau disertai dengan gejala berat seperti mati rasa dan kelemahan pada tangan, segera lakukan konsultasi medis. Melalui layanan kesehatan di Halodoc, individu dapat terhubung dengan dokter spesialis saraf atau rehabilitasi medik untuk mendapatkan diagnosis mendalam serta rencana terapi yang sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.