Ad Placeholder Image

Mengenal Fungsi Pacemaker, Alat Pacu Jantung Permanen

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

“Pacemaker berfungsi untuk membantu jantung bekerja secara optimal. Pengidap gangguan irama jantung adalah orang yang perlu menjalankan perawatan dengan menggunakan pacemaker.”

Mengenal Fungsi Pacemaker, Alat Pacu Jantung PermanenMengenal Fungsi Pacemaker, Alat Pacu Jantung Permanen

DAFTAR ISI


Jantung manusia adalah organ vital yang memiliki sistem kelistrikan alaminya sendiri. Sistem kelistrikan inilah yang mengontrol seberapa cepat dan teratur jantung berdetak, memungkinkannya memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Namun, pada kondisi tertentu, sistem kelistrikan alami ini bisa mengalami gangguan. Akibatnya, detak jantung bisa menjadi terlalu lambat (bradikardia), terlalu cepat (takikardia), atau tidak beraturan (aritmia).

Ketika jantung berdetak tidak normal, organ-organ tubuh lain seperti otak tidak akan mendapatkan suplai darah yang cukup. Kondisi ini dapat memicu gejala yang mengganggu kualitas hidup, seperti mudah lelah, sesak napas, pusing, hingga pingsan secara tiba-tiba. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, gangguan irama jantung yang parah dapat berakibat fatal dan mengancam nyawa.

Untuk mengatasi masalah kelistrikan jantung tersebut, ilmu kedokteran telah mengembangkan sebuah alat bantu medis yang revolusioner yang dikenal dengan nama alat pacu jantung atau pacemaker. Perangkat kecil ini telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia dengan cara mengambil alih atau membantu fungsi sistem kelistrikan jantung yang bermasalah.

Lantas, sebenarnya pacemaker adalah alat yang seperti apa, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana prosedur pemasangannya? Berikut ulasan lengkap mengenai alat pacu jantung yang perlu kamu ketahui!

Apa Itu Pacemaker?

Secara medis, pacemaker adalah sebuah perangkat elektronik berukuran kecil (seukuran kotak korek api atau lebih kecil) yang ditanam di bawah kulit, biasanya di area dada tepat di bawah tulang selangka, untuk membantu mengatur detak jantung. Alat ini secara terus-menerus memantau irama jantung dan akan mengirimkan impuls listrik kecil ke otot jantung jika mendeteksi bahwa jantung berdetak terlalu lambat atau ada jeda yang terlalu lama di antara detaknya.

Sebuah pacemaker tradisional terdiri dari dua bagian utama, yaitu:

  • Generator pulsa (Pulse Generator): Ini adalah wadah logam kecil yang berisi baterai tahan lama dan sirkuit komputer mini. Generator ini bertugas membaca sinyal dari jantung dan memutuskan kapan impuls listrik perlu dikirimkan.
  • Kabel (Leads/Elektroda): Ini adalah kabel sangat tipis dan fleksibel yang dihubungkan dari generator pulsa, masuk melalui pembuluh darah vena, dan ujungnya ditanam langsung ke dalam jaringan otot jantung (bilik atau serambi jantung). Kabel ini berfungsi ganda, yaitu mendeteksi aktivitas kelistrikan jantung untuk dilaporkan ke generator, sekaligus menghantarkan impuls listrik dari generator ke jantung.

Seiring berkembangnya teknologi, saat ini juga sudah tersedia leadless pacemaker, yaitu alat pacu jantung tanpa kabel yang berukuran sebesar kapsul vitamin dan ditanam langsung ke dalam bilik jantung kanan tanpa memerlukan pembedahan dada terbuka.

Mengapa Seseorang Membutuhkan Pacemaker?

Dokter spesialis jantung akan merekomendasikan pemasangan pacemaker jika sistem kelistrikan alami jantung, yang berpusat di nodus sinoatrial (SA) atau jalur konduksinya, tidak berfungsi dengan baik. Beberapa kondisi medis spesifik yang menjadi alasan utama seseorang membutuhkan pacemaker antara lain:

  • Bradikardia: Kondisi di mana jantung berdetak terlalu lambat (umumnya di bawah 60 detak per menit saat istirahat) sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup darah beroksigen.
  • Blok Jantung (Heart Block): Terjadi ketika sinyal listrik dari ruang atas jantung (atrium) tertunda atau sama sekali tidak dapat mencapai ruang bawah jantung (ventrikel), menyebabkan detak jantung tidak sinkron dan melambat.
  • Sindrom Sinus Sakit (Sick Sinus Syndrome): Kondisi di mana nodus SA, yang bertindak sebagai pemacu alami jantung, tidak bekerja dengan benar. Hal ini menyebabkan detak jantung kadang terlalu lambat, kadang terlalu cepat, atau berhenti sejenak.
  • Gagal Jantung (Heart Failure): Beberapa jenis pacemaker khusus dapat digunakan untuk membantu mengoordinasikan kontraksi ventrikel kanan dan kiri agar jantung memompa darah lebih efisien pada penderita gagal jantung.
  • Pingsan Berulang (Syncope): Disebabkan oleh penurunan tiba-tiba pada detak jantung atau tekanan darah saat beraktivitas atau berdiri.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala jantung berdebar yang tidak wajar, sering merasa pusing berputar, atau bahkan pernah pingsan secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter spesialis di Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan evaluasi medis awal yang akurat.

Gejala Aritmia yang Harus Diwaspadai
  1. Dada terasa berdebar-debar tidak beraturan (palpitasi).
  2. Kelelahan ekstrem yang tidak masuk akal meski sudah beristirahat.
  3. Sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas fisik ringan.
  4. Pusing, pandangan gelap, atau kepala terasa ringan.
  5. Sering mengalami pingsan atau hampir pingsan (sinkop).

Jenis-jenis Pacemaker

Kebutuhan setiap pasien akan alat pacu jantung berbeda-beda tergantung pada spesifikasi kelainan irama jantung yang dialami. Berikut adalah jenis-jenis pacemaker yang umum digunakan dalam dunia medis:

1. Single Chamber Pacemaker (Kamar Tunggal)

Jenis ini hanya memiliki satu kabel (lead) yang ditempatkan pada salah satu ruang jantung, biasanya di ventrikel kanan (bilik kanan) atau terkadang di atrium kanan (serambi kanan). Alat ini digunakan untuk kondisi di mana hanya satu area jantung yang membutuhkan stimulasi listrik.

2. Dual Chamber Pacemaker (Kamar Ganda)

Memiliki dua kabel, di mana satu kabel ditempatkan di atrium kanan dan kabel lainnya di ventrikel kanan. Pacemaker jenis ini membantu mengatur waktu kontraksi antara serambi dan bilik jantung, sehingga keduanya bekerja dalam sinkronisasi yang tepat layaknya jantung normal.

3. Biventricular Pacemaker (Kamar Tiga/CRT)

Juga dikenal sebagai Cardiac Resynchronization Therapy (CRT). Alat ini memiliki tiga kabel yang ditempatkan di atrium kanan, ventrikel kanan, dan ventrikel kiri. Pacemaker ini dikhususkan untuk pasien gagal jantung dengan kelemahan otot jantung yang parah, berfungsi untuk memastikan bilik kiri dan kanan berkontraksi secara bersamaan agar pemompaan darah lebih maksimal.

Persiapan Sebelum Pemasangan Pacemaker

Sebelum diputuskan untuk memasang pacemaker, pasien harus menjalani serangkaian tes diagnostik untuk memastikan bahwa alat pacu jantung adalah penanganan yang paling tepat. Beberapa tes tersebut meliputi:

  • Elektrokardiogram (EKG): Merekam aktivitas listrik jantung untuk mengidentifikasi pola ritme yang abnormal.
  • Holter Monitor: Perangkat EKG portabel yang dipakai pasien selama 24 hingga 48 jam untuk merekam detak jantung saat beraktivitas sehari-hari.
  • Ekokardiogram: USG jantung untuk melihat struktur, ketebalan otot, dan kemampuan pompa jantung.
  • Uji Latih Beban (Treadmill Test): Memantau detak jantung saat pasien melakukan aktivitas fisik.

Jika pemasangan dijadwalkan, dokter akan meminta pasien untuk berpuasa selama beberapa jam sebelum prosedur. Pasien juga harus memberi tahu dokter tentang semua obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi, karena obat pengencer darah mungkin perlu dihentikan sementara waktu.

Bagaimana Prosedur Pemasangan Dilakukan?

Pemasangan alat pacu jantung umumnya merupakan prosedur bedah minor yang memakan waktu antara 1 hingga 2 jam. Pasien biasanya tetap dalam keadaan sadar, namun diberikan obat penenang ringan melalui infus agar rileks, serta anestesi lokal di area sayatan.

Berikut adalah tahapan umum pemasangannya:

  1. Dokter akan membersihkan dan membius area kulit di dekat tulang selangka (biasanya di sisi kiri, berlawanan dengan tangan dominan).
  2. Sebuah sayatan kecil (sekitar 3-5 cm) dibuat di bawah tulang selangka.
  3. Menggunakan panduan fluoroskopi (sinar-X real-time), dokter memasukkan jarum ke pembuluh vena besar dan membimbing kabel timah (leads) melewati vena tersebut hingga masuk ke dalam ruang jantung yang dituju.
  4. Ujung kabel dipasang kuat ke dinding otot jantung. Dokter akan melakukan tes kelistrikan untuk memastikan kabel berfungsi mengirim dan menerima sinyal dengan baik.
  5. Setelah kabel berada di posisi yang tepat, ujung lainnya dihubungkan ke generator pulsa (baterai).
  6. Generator pulsa kemudian diselipkan ke dalam “kantong” kecil di bawah kulit melalui sayatan tadi.
  7. Sayatan dijahit rapat dan ditutup dengan perban steril.

Risiko dan Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Meski tergolong prosedur yang sangat aman dan rutin dilakukan, pemasangan pacemaker tetaplah sebuah tindakan medis yang memiliki risiko komplikasi, di antaranya:

  • Infeksi di sekitar lokasi sayatan atau di dalam kantong generator.
  • Perdarahan, memar, atau pembengkakan di area operasi.
  • Kerusakan pada pembuluh darah atau saraf di sekitar lokasi sayatan.
  • Paru-paru kolaps (pneumothorax) jika jarum secara tidak sengaja mengenai pleura paru.
  • Kabel alat pacu jantung yang bergeser atau lepas dari posisinya, yang mengharuskan prosedur perbaikan.

Setelah keluar dari rumah sakit, menjaga daya tahan tubuh dan nutrisi sangat penting agar luka sayatan cepat sembuh. Untuk melengkapi nutrisi harian atau jika kamu membutuhkan suplemen pemulihan, kamu bisa beli multivitamin, atau beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk langsung diantar ke rumah dengan praktis tanpa perlu keluar rumah.

Panduan Hidup dengan Pacemaker

Kebanyakan pasien dapat kembali ke rutinitas normal beberapa minggu setelah pemasangan pacemaker. Perangkat ini akan secara drastis meningkatkan kualitas hidup, menghilangkan gejala pusing, dan mengembalikan energi yang hilang akibat ritme jantung yang buruk.

Namun, pasien harus melakukan pemeriksaan rutin (biasanya setiap 3 hingga 6 bulan). Baterai pacemaker umumnya bertahan antara 5 hingga 15 tahun. Jika baterai mulai lemah, dokter akan menjadwalkan operasi penggantian generator, yang prosedurnya jauh lebih cepat daripada pemasangan awal karena kabel yang lama biasanya masih bisa digunakan.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Pengguna Pacemaker
  1. Telepon Seluler: Aman digunakan, tetapi disarankan untuk menelepon dengan telinga yang berlawanan dengan letak pacemaker dan tidak menyimpan HP di saku kemeja tepat di atas alat.
  2. Pendeteksi Logam Bandara: Beri tahu petugas bahwa kamu menggunakan pacemaker. Pendeteksi logam tidak merusak alat, namun pacemaker akan memicu alarm. Petugas biasanya akan melakukan pemeriksaan manual.
  3. Mesin MRI: Kebanyakan mesin MRI tradisional memiliki medan magnet kuat yang bisa mengganggu fungsi pacemaker. Walaupun saat ini sudah banyak “MRI-compatible pacemaker”, selalu informasikan kepada radiolog sebelum melakukan tes medis apa pun.
  4. Alat Las Listrik & Generator: Jauhi peralatan dengan medan magnet industri yang kuat karena dapat mengganggu sinyal alat pacu jantung.

Studi Terkait Penggunaan Pacemaker

American College of Cardiology (ACC) secara berkala menerbitkan pedoman dan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan pacemaker memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi dalam mencegah risiko kematian mendadak pada pasien dengan *Total AV Block* atau disfungsi nodus sinus.

Studi observasional menunjukkan bahwa pasien lansia yang menerima alat pacu jantung karena kondisi bradikardia simptomatik melaporkan perbaikan signifikan dalam toleransi olahraga, kualitas tidur, serta penurunan risiko cedera kepala akibat episode pingsan mendadak, hanya dalam waktu kurang dari satu bulan pasca tindakan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Pacemaker.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Pacemaker: What Is It, How It Works & Surgery.
American Heart Association (AHA). Diakses pada 2024. Devices and Arrhythmia.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2024. Pacemaker implantation.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Cardiovascular diseases (CVDs).

FAQ

1. Sebenarnya pacemaker adalah alat untuk kondisi apa?

Secara medis, pacemaker adalah alat elektronik berukuran kecil yang ditanam di dalam tubuh untuk membantu mengatur irama jantung. Alat ini utamanya digunakan untuk mengatasi bradikardia (detak jantung terlalu lambat), blok jantung, dan gagal jantung, dengan cara mengirimkan impuls listrik kecil agar jantung kembali berdetak secara teratur.

2. Berapa lama baterai pacemaker bisa bertahan?

Baterai pacemaker modern biasanya dapat bertahan antara 5 hingga 15 tahun, tergantung pada seberapa sering alat tersebut harus mengirimkan impuls listrik ke jantung. Dokter akan terus memantau kapasitas baterai melalui pemeriksaan rutin, dan jika sudah mendekati habis, generator akan diganti melalui operasi minor.

3. Apakah saya masih bisa berolahraga setelah dipasang alat pacu jantung?

Tentu saja. Tujuan utama pemasangan alat pacu jantung adalah agar pasien bisa kembali menjalani hidup normal dan aktif. Setelah masa pemulihan selesai (sekitar 4-6 minggu), pasien didorong untuk melakukan olahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang. Namun, hindari olahraga kontak fisik keras (seperti rugby atau tinju) yang bisa membentur area alat.

4. Apakah aman menggunakan telepon seluler (HP) jika memakai pacemaker?

Ya, sangat aman. Namun, sebagai bentuk kehati-hatian, disarankan untuk menjaga jarak sekitar 15 cm antara HP dengan pacemaker. Gunakan telinga pada sisi yang berlawanan dengan posisi pacemaker saat menelepon, dan jangan menyimpan HP menyala di dalam saku kemeja bagian depan.