Ad Placeholder Image

Mengenal Fungsi Tes Kadar Eosinofil bagi Kesehatan Tubuh

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Eosinofil adalah jenis sel darah putih, peningkatan kadarnya bisa menjadi pertanda tubuh sedang melawan infeksi atau reaksi alergi.

Mengenal Fungsi Tes Kadar Eosinofil bagi Kesehatan TubuhMengenal Fungsi Tes Kadar Eosinofil bagi Kesehatan Tubuh

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu melakukan pemeriksaan darah rutin dan melihat hasil laboratorium yang menunjukkan kadar eosinofil di bawah angka normal? Bagi sebagian orang, membaca istilah medis pada lembar hasil uji lab bisa membingungkan dan menimbulkan kekhawatiran. Eosinofil sendiri merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kekebalan tubuh kita.

Secara umum, sel darah putih (leukosit) di dalam tubuh terbagi menjadi lima jenis utama, yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Eosinofil memiliki tugas khusus, yakni melawan infeksi parasit (seperti cacing) dan berperan aktif dalam mengatur respons alergi serta peradangan di dalam tubuh. Pada kondisi normal, persentase eosinofil hanya sekitar 1 hingga 4 persen dari total sel darah putih kamu.

Ketika jumlah sel ini berada di bawah batas normal atau bahkan menyentuh angka nol, kondisi medis ini dikenal dengan istilah eosinopenia atau eosinofil rendah. Meskipun jarang menjadi penyakit tunggal, mengetahui apa itu eosinofil rendah sangat penting karena kondisi ini bisa menjadi penanda (biomarker) atau petunjuk adanya masalah kesehatan lain yang sedang dialami oleh tubuh, mulai dari tingkat stres yang tinggi hingga infeksi bakteri yang parah.

Nah, ingin tahu lebih dalam mengenai apa itu eosinofil rendah, apa saja penyebab utamanya, serta bagaimana cara dokter mendiagnosis dan menanganinya? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Eosinofil Rendah?

Eosinofil rendah, atau secara medis disebut eosinopenia, adalah suatu kondisi di mana jumlah sel eosinofil dalam sirkulasi darah tepi berada di bawah nilai rujukan normal. Nilai rujukan ini bisa sedikit berbeda antar laboratorium, namun secara umum, seseorang dikatakan mengalami eosinopenia jika jumlah absolut eosinofilnya kurang dari 50 sel per mikroliter darah (mcL), atau persentasenya mendekati 0% dari total leukosit.

Berbeda dengan eosinofilia (kadar eosinofil yang tinggi) yang sering kali dikaitkan dengan reaksi alergi berat, asma, atau infeksi parasit, eosinofil yang rendah justru sering kali mencerminkan respons tubuh terhadap stres fisiologis yang berat. Saat tubuh mengalami tekanan luar biasa, baik karena penyakit kritis maupun pelepasan hormon tertentu, produksi dan pelepasan eosinofil dari sumsum tulang belakang ke dalam darah dapat terhambat secara drastis.

Penyebab Eosinofil Menurun

Kondisi eosinofil yang rendah umumnya bukanlah sebuah penyakit primer, melainkan akibat dari kondisi medis lain atau pengaruh obat-obatan. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum mengapa kadar eosinofil kamu bisa turun drastis:

1. Stres Fisik atau Emosional Akut

Saat tubuh mengalami stres berat—misalnya akibat trauma fisik, luka bakar, operasi besar, atau syok emosional—kelenjar adrenal akan memproduksi hormon kortisol (hormon stres) dalam jumlah besar. Peningkatan kortisol secara tiba-tiba ini akan menekan produksi eosinofil, sehingga jumlahnya di dalam darah akan menurun drastis. Ini merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh saat berhadapan dengan situasi krisis.

2. Penggunaan Obat Kortikosteroid

Obat-obatan golongan kortikosteroid, seperti prednison atau deksametason, sering diresepkan oleh dokter untuk menekan peradangan hebat atau masalah autoimun. Cara kerja obat ini meniru hormon kortisol alami tubuh. Oleh karena itu, pasien yang sedang menjalani terapi kortikosteroid secara rutin atau dalam dosis tinggi hampir bisa dipastikan akan memiliki hasil laboratorium dengan kadar eosinofil yang sangat rendah atau bahkan nol.

3. Infeksi Akut dan Sepsis

Infeksi bakteri atau virus yang sangat parah dapat menyebabkan respons peradangan sistemik di seluruh tubuh. Pada kasus sepsis (infeksi darah yang mengancam nyawa), kadar eosinofil dapat hilang sama sekali dari sirkulasi darah. Tubuh memusatkan seluruh energinya untuk memproduksi neutrofil (sel darah putih pembasmi bakteri) dan mengabaikan produksi eosinofil sementara waktu.

4. Sindrom Cushing

Sindrom Cushing adalah gangguan endokrin yang terjadi ketika tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Sama halnya dengan penggunaan obat steroid, tingginya kadar kortisol internal pada pasien Cushing akan secara otomatis menekan kadar eosinofil mereka setiap saat.

Tips Menjaga Keseimbangan Sistem Imun Tubuh
  1. Kelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi, meditasi, atau aktivitas fisik yang teratur, untuk mencegah lonjakan hormon kortisol.
  2. Pastikan kualitas dan kuantitas tidur yang cukup (7-8 jam per malam) untuk memberikan waktu bagi sumsum tulang memproduksi sel darah dengan optimal.
  3. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan antioksidan, vitamin C, dan zinc untuk mendukung kerja sel darah putih, termasuk eosinofil.

Gejala yang Menyertai Kondisi Ini

Penting untuk dipahami bahwa eosinofil rendah (eosinopenia) itu sendiri umumnya tidak menimbulkan gejala (asimptomatik). Seseorang tidak akan merasa pusing, mual, atau lemas hanya karena sel eosinofilnya berkurang. Gejala yang muncul justru berasal dari penyakit atau kondisi yang mendasari turunnya kadar eosinofil tersebut.

Sebagai contoh, jika eosinofil rendah disebabkan oleh infeksi akut atau sepsis, gejala yang dialami mungkin berupa demam tinggi, menggigil, detak jantung sangat cepat, hingga sesak napas. Jika penyebabnya adalah Sindrom Cushing, gejalanya bisa berupa penumpukan lemak di area leher dan wajah (moon face), penipisan kulit, dan kelelahan kronis. Oleh karena itu, dokter tidak akan mengobati sel eosinofilnya, melainkan mencari tahu akar permasalahannya.

Diagnosis dan Cara Penanganan

Untuk mengetahui pasti jumlah eosinofil dalam tubuh, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melalui pemeriksaan atau tes darah lengkap (Complete Blood Count/CBC) dengan hitung jenis leukosit. Melalui tes ini, dokter dapat melihat dengan jelas persentase dan jumlah absolut dari masing-masing sel darah putih.

Jika hasil lab menunjukkan eosinofil rendah, penanganannya akan sangat bergantung pada hasil evaluasi medis menyeluruh. Berikut adalah pendekatan yang biasanya dilakukan:

1. Evaluasi Obat-obatan

Jika pasien sedang mengonsumsi kortikosteroid, dokter akan mengevaluasi apakah dosisnya perlu disesuaikan. Namun, pasien dilarang keras menghentikan konsumsi obat keras ini secara mendadak tanpa anjuran dokter, karena bisa memicu masalah kesehatan yang lebih fatal (krisis adrenal).

2. Penanganan Infeksi

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri berat, dokter akan fokus pada pemberian terapi antibiotik. Seiring dengan pulihnya tubuh dan meredanya infeksi, kadar sel darah putih, termasuk eosinofil, secara bertahap akan kembali ke angka normal dengan sendirinya.

3. Pemberian Suplemen atau Vitamin Pendukung

Dalam masa pemulihan dari infeksi atau stres berat, dokter mungkin menyarankan asupan nutrisi tambahan untuk mempercepat pemulihan sel imun. Jika kamu mendapat anjuran untuk mengonsumsi vitamin C, zinc, atau multivitamin lainnya guna menjaga daya tahan tubuh, kamu bisa beli obat dan produk kesehatan yang aman secara praktis tanpa harus keluar rumah.

Studi Terkait Eosinopenia

Penelitian medis modern semakin mengakui pentingnya eosinopenia sebagai penanda keparahan penyakit. National Institutes of Health (NIH) menerbitkan sebuah ulasan studi yang menjelaskan bahwa eosinofil yang menurun drastis atau absen sama sekali merupakan indikator klinis yang kuat untuk memprediksi tingkat keparahan infeksi sistemik, seperti sepsis di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Selain itu, pada masa pandemi, berbagai jurnal paru dan pernapasan juga menyoroti bahwa kadar eosinofil yang mendekati nol sering ditemukan pada pasien COVID-19 bergejala parah pada hari-hari pertama infeksi. Ketika pasien mulai membaik, kadar eosinofil mereka secara perlahan mulai terdeteksi kembali. Ini membuktikan bahwa memantau kadar sel kecil ini dapat memberikan dokter gambaran langsung tentang respons tubuh terhadap peradangan akut.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Complete blood count (CBC) – Mayo Clinic.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Eosinophils: Function, Normal Range & Disorders.
NCBI (National Center for Biotechnology Information). Diakses pada 2024. Eosinopenia as a reliable marker of severe illness.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Guidelines on systemic infections and blood biomarkers.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Interpretasi Hasil Pemeriksaan Laboratorium Darah.

FAQ

1. Apakah hasil tes eosinofil rendah berbahaya bagi tubuh?

Eosinofil yang rendah tidak berbahaya dengan sendirinya, karena tubuh masih memiliki neutrofil dan limfosit untuk melawan penyakit. Namun, ia bisa menjadi pertanda adanya kondisi berbahaya lain di dalam tubuh seperti stres berat atau infeksi akut yang perlu segera ditangani oleh tenaga medis.

2. Berapa nilai persentase normal eosinofil dalam darah?

Secara umum, persentase normal eosinofil berada di kisaran 1 hingga 4 persen dari total keseluruhan sel darah putih (leukosit) di dalam darah. Jika dihitung dalam nilai absolut, jumlah normalnya adalah sekitar 30 hingga 350 sel per mikroliter darah.

3. Apakah kurang tidur dan kelelahan bisa memicu eosinofil rendah?

Ya, kurang tidur kronis, kelelahan parah, atau stres fisik akan memaksa kelenjar adrenal memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Karena hormon kortisol menekan sumsum tulang dalam memproduksi eosinofil, kondisinya dapat memicu hasil uji lab dengan kadar eosinofil yang rendah.

4. Apa yang harus saya lakukan jika hasil lab menunjukkan eosinofil rendah?

Jangan panik dan jangan mendiagnosis diri sendiri. Segera bawa hasil tes laboratorium kamu ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam agar bisa dievaluasi bersamaan dengan gejala fisik yang kamu alami dan riwayat obat-obatan yang sedang kamu konsumsi.