Ad Placeholder Image

Mengenal Gaya Belajar yang Paling Cocok untuk Anak

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

“Memahami gaya belajar untuk anak dapat membantunya agar ia belajar lebih efektif. Beberapa gaya belajar untuk anak yaitu gaya belajar visual, auditori, verbal, hingga fisik.”

Mengenal Gaya Belajar yang Paling Cocok untuk AnakMengenal Gaya Belajar yang Paling Cocok untuk Anak

DAFTAR ISI


Setiap individu, baik anak-anak maupun orang dewasa, memiliki cara yang unik dalam memproses, menyerap, dan memahami informasi baru. Pernahkah kamu memperhatikan mengapa ada orang yang lebih cepat paham saat membaca buku, namun ada pula yang baru mengerti setelah mempraktikkannya langsung? Hal ini sangat berkaitan erat dengan apa yang disebut sebagai gaya belajar.

Mengetahui dan memahami gaya belajar sangatlah penting. Dalam dunia pendidikan maupun perkembangan kognitif anak, pemahaman ini membantu orang tua dan pendidik untuk merancang metode stimulasi yang paling efektif. Jika metode pengajaran tidak sesuai dengan gaya belajar seseorang, proses penyerapan informasi bisa menjadi sangat lambat, menurunkan motivasi, dan bahkan memicu stres atau frustrasi pada anak.

Sebaliknya, ketika anak diajarkan dengan metode yang selaras dengan cara kerja otak mereka dalam memproses informasi, mereka akan merasa lebih percaya diri, fokus, dan antusias. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk melakukan observasi sejak dini guna mengenali pola belajar sang buah hati.

Lantas, sebenarnya gaya belajar adalah apa saja bentuknya, dan bagaimana cara memastikannya? Yuk, simak ulasan lengkap mengenai jenis-jensinya dan bagaimana cara memaksimalkan potensinya berikut ini!

Memahami Apa Itu Gaya Belajar

Secara psikologis dan kognitif, gaya belajar adalah pendekatan spesifik atau cara yang paling disukai oleh seseorang dalam menerima, memproses, memahami, dan mengingat informasi baru. Konsep ini didasarkan pada gagasan bahwa setiap otak manusia memiliki preferensi sensorik yang berbeda dalam menangkap rangsangan dari luar.

Dalam dunia psikologi pendidikan, teori mengenai gaya belajar yang paling terkenal dan banyak digunakan adalah Model VARK. Model ini pertama kali dikembangkan oleh Neil Fleming pada tahun 1987. VARK merupakan singkatan dari Visual, Auditory, Reading/Writing, dan Kinesthetic.

Penting untuk dicatat bahwa tidak ada gaya belajar yang lebih superior atau lebih baik dibandingkan yang lain. Seseorang dengan gaya belajar visual tidak lebih cerdas daripada mereka yang kinestetik, begitu pula sebaliknya. Selain itu, banyak orang memiliki kombinasi dari dua atau lebih gaya belajar (multimodal), di mana mereka bisa beradaptasi menggunakan berbagai indera tergantung pada materi yang sedang dipelajari.

4 Jenis Gaya Belajar Utama (VARK)

Untuk membantu kamu mengenali preferensi diri sendiri maupun anak, berikut adalah penjelasan mendalam mengenai empat tipe gaya belajar berdasarkan model VARK:

1. Gaya Belajar Visual (Melihat)

Seseorang dengan gaya belajar visual cenderung lebih mudah menyerap informasi dengan cara melihat. Mereka sangat mengandalkan indera penglihatan untuk merekam data ke dalam memori otak. Orang dengan tipe ini memiliki kepekaan yang tinggi terhadap warna, bentuk, garis, dan ruang.

Karakteristik utama dari tipe visual meliputi:

  • Lebih suka membaca instruksi daripada mendengarkan penjelasan lisan.
  • Memiliki kemampuan mengingat wajah seseorang dengan baik, tetapi sering lupa namanya.
  • Sangat tertarik pada diagram, grafik, peta konsep, video, dan infografis.
  • Cenderung rapi, teratur, dan memperhatikan penampilan.
  • Sering kali perlu mencatat atau membuat coretan (doodling) saat mendengarkan penjelasan agar tetap fokus.

Strategi belajar yang cocok: Gunakan spidol warna-warni (highlighter) saat membaca buku, buatlah peta pikiran (mind map) untuk menghubungkan konsep, dan tonton video edukasi yang relevan dengan materi.

2. Gaya Belajar Auditori (Mendengar)

Gaya belajar auditori adalah tipe di mana individu lebih mengandalkan indera pendengaran untuk menangkap informasi. Mereka sangat responsif terhadap nada suara, ritme, kecepatan bicara, dan intonasi. Otak mereka bekerja paling optimal saat mendengarkan penjelasan verbal atau berdiskusi.

Karakteristik utama dari tipe auditori meliputi:

  • Lebih mudah mengingat apa yang didengar daripada apa yang dilihat atau dibaca.
  • Suka berdiskusi, berbicara, dan menjelaskan sesuatu kepada orang lain secara lisan.
  • Sering membaca buku dengan bersuara (menggumam) agar materinya masuk ke otak.
  • Mudah terdistraksi oleh suara bising atau keributan di sekitarnya saat sedang fokus belajar.
  • Sangat pandai meniru nada suara atau mengingat lirik lagu.

Strategi belajar yang cocok: Rekam penjelasan guru atau materi pelajaran lalu dengarkan ulang, gunakan metode diskusi kelompok, atau buatlah singkatan materi menjadi sebuah lagu yang mudah diingat.

3. Gaya Belajar Membaca dan Menulis (Reading/Writing)

Meskipun sering disamakan dengan visual, gaya belajar membaca/menulis sebenarnya lebih spesifik pada pengolahan kata dan teks. Orang dengan gaya belajar ini sangat mencintai kata-kata, baik dalam bentuk tulisan maupun bacaan. Mereka memproses informasi dengan cara menstrukturkannya menjadi kalimat.

Karakteristik utama dari tipe ini meliputi:

  • Sangat suka membaca buku, artikel, ensiklopedia, atau kamus.
  • Lebih mudah memahami konsep jika disajikan dalam bentuk daftar (bullet points) atau paragraf yang terstruktur.
  • Memiliki hobi menulis catatan harian, esai, atau sekadar menyalin ulang materi dari papan tulis.
  • Cenderung menyukai lingkungan belajar yang tenang dan dikelilingi oleh banyak buku.

Strategi belajar yang cocok: Rajin membuat ringkasan dari buku teks, menulis ulang catatan dengan kata-kata sendiri, dan menggunakan flashcard berbasis teks untuk menghafal istilah-istilah penting.

4. Gaya Belajar Kinestetik (Bergerak dan Menyentuh)

Gaya belajar kinestetik melibatkan interaksi fisik. Individu dengan gaya belajar ini adalah “doers” atau pelaku. Mereka belajar paling baik melalui pengalaman langsung, gerakan fisik, praktik, dan sentuhan. Duduk diam mendengarkan penjelasan guru selama berjam-jam adalah tantangan terbesar bagi mereka.

Karakteristik utama dari tipe kinestetik meliputi:

  • Sering menggunakan bahasa tubuh dan isyarat tangan saat berbicara.
  • Suka melakukan eksperimen, merakit barang, dan terlibat dalam aktivitas fisik seperti olahraga atau seni tari.
  • Cepat bosan jika harus duduk diam di kelas untuk waktu yang lama.
  • Memiliki koordinasi tubuh dan keseimbangan fisik yang sangat baik.
  • Cenderung menghafal sambil mondar-mandir atau menggerakkan bagian tubuh tertentu (seperti mengetuk pena).

Strategi belajar yang cocok: Lakukan eksperimen sains secara langsung, gunakan alat peraga tiga dimensi, lakukan permainan peran (role-playing), dan berikan jeda istirahat (brain breaks) yang sering agar mereka bisa bergerak bebas.

Tips Praktis Mengoptimalkan Potensi Belajar Anak
  1. Lakukan Observasi: Perhatikan kegiatan apa yang paling sering membuat anak antusias (misal: menggambar, bercerita, atau membongkar mainan).
  2. Kombinasikan Metode: Jangan terpaku pada satu gaya. Gunakan kombinasi visual, auditori, dan kinestetik untuk merangsang seluruh fungsi otak.
  3. Ciptakan Lingkungan Kondusif: Pastikan ruang belajar memiliki pencahayaan yang baik, sirkulasi udara lancar, dan bebas dari gangguan yang tidak perlu.
  4. Perhatikan Nutrisi: Perkembangan kognitif sangat bergantung pada asupan gizi, terutama Omega-3, DHA, dan vitamin B kompleks.

Faktor Pendukung dan Cara Mengidentifikasi Gaya Belajar

Mengenali gaya belajar seseorang membutuhkan waktu dan observasi. Pada anak-anak, orang tua bisa memberikan berbagai jenis stimulus secara bersamaan, kemudian mengamati respons mana yang paling dominan dan konsisten.

Selain faktor genetik dan lingkungan, kemampuan kognitif otak dalam memproses informasi juga sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi. Otak membutuhkan asupan gizi yang optimal agar fungsi memori dan konsentrasi berjalan baik. Selain stimulasi yang tepat, orang tua juga perlu memastikan asupan nutrisi otak anak terpenuhi. Kamu bisa beli vitamin anak dan suplemen kecerdasan otak secara online di Halodoc, produk 100% asli dan diantar ke rumah.

Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan untuk mengidentifikasi gaya belajar meliputi:

  • Saat merakit mainan baru, apakah anak membaca buku panduan (reading), melihat gambarnya (visual), meminta dijelaskan caranya (auditori), atau langsung mencoba menyusunnya sendiri (kinestetik)?
  • Saat mengingat sebuah tempat yang baru dikunjungi, apa yang paling teringat? Apakah warnanya, suara bisingnya, atau aktivitas yang dilakukan di sana?

Kapan Kesulitan Belajar Memerlukan Bantuan Medis?

Penting untuk membedakan antara preferensi gaya belajar dengan gangguan atau kesulitan belajar secara medis (learning disabilities) seperti disleksia, disgrafia, diskalkulia, atau ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Terkadang, anak yang dianggap tidak fokus atau lambat belajar sebenarnya tidak memiliki masalah dengan metode pengajarannya, melainkan mengalami gangguan neurodevelopmental yang memerlukan penanganan khusus. Tanda-tanda kewaspadaan yang harus diperhatikan antara lain:

  • Anak mengalami kesulitan ekstrem dalam mengeja kata sederhana meski sudah diajarkan berulang kali (indikasi disleksia).
  • Anak sangat hiperaktif, impulsif, dan sama sekali tidak bisa memusatkan perhatian lebih dari beberapa menit (indikasi ADHD).
  • Perkembangan wicara atau motorik yang sangat terlambat dibandingkan anak seusianya.
  • Anak sering mengeluh sakit kepala atau memicingkan mata saat membaca, yang bisa jadi merupakan masalah visus (penglihatan), bukan gaya belajar visual yang buruk.

Jika anak menunjukkan kesulitan belajar yang ekstrem atau tanda-tanda di atas, segera konsultasi ke dokter spesialis anak atau psikolog di Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Diagnosis dini dari tenaga profesional sangat penting agar anak mendapatkan intervensi dan terapi yang tepat waktu.

Studi Mengenai Efektivitas Gaya Belajar

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang mengkaji hubungan antara preferensi modalitas VARK dengan kinerja akademik peserta didik. Studi tersebut menjelaskan bahwa meskipun banyak orang memiliki satu gaya belajar yang dominan, individu yang mampu menggunakan pendekatan multimodal (menggabungkan visual, auditori, dan kinestetik) memiliki kemampuan pemecahan masalah dan adaptasi yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, para ahli psikologi modern lebih menyarankan pendekatan pembelajaran yang fleksibel. Pendidik dan orang tua dianjurkan untuk tidak melabeli anak secara kaku (misalnya: “Anak saya hanya bisa belajar secara kinestetik”), karena otak manusia memiliki neuroplastisitas yang memungkinkannya beradaptasi dengan berbagai metode rangsangan informasi.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Psikolog Klinis atau Dokter Spesialis Anak via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Psikolog Klinis atau Dokter Spesialis Anak terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
American Psychological Association (APA). Diakses pada 2024. Learning Styles.
VARK Learn Limited. Diakses pada 2024. The VARK Modalities.
National Institutes of Health (NIH) – PubMed. Diakses pada 2024. The myth of learning styles: A review of the literature.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Learning disorders: Know the signs, how to help.
KidsHealth. Diakses pada 2024. Understanding Learning Disabilities.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan gaya belajar adalah?

Gaya belajar adalah cara, pendekatan, atau preferensi spesifik yang dimiliki oleh seseorang dalam menyerap, mengelola, memproses, dan mengingat sebuah informasi baru dengan paling efektif.

2. Apakah gaya belajar adalah sesuatu yang bisa berubah seiring bertambahnya usia?

Ya, gaya belajar bisa berkembang dan beradaptasi seiring bertambahnya usia, pengalaman, dan tuntutan lingkungan. Anak yang dominan kinestetik di usia balita bisa mengembangkan kemampuan auditori yang kuat saat memasuki masa sekolah menengah.

3. Bagaimana jika gaya belajar anak saya tidak cocok dengan metode pengajaran di sekolah?

Jika hal ini terjadi, orang tua bisa menjadi fasilitator di rumah dengan mengulang materi menggunakan gaya belajar anak. Misalnya, mengubah teks dari buku sekolah menjadi peta konsep visual atau membacakannya secara lantang.

4. Apakah anak dengan gaya belajar kinestetik pasti menderita hiperaktif atau ADHD?

Tidak. Gaya belajar kinestetik murni adalah kebutuhan untuk bergerak dalam rangka memproses informasi, dan mereka masih bisa mengontrol perilakunya. Sedangkan ADHD adalah kondisi medis neurologis di mana anak benar-benar kehilangan fokus, impulsif, dan tidak bisa mengendalikan hiperaktivitasnya dalam situasi apapun.