
Mengenal Makanan Natto yang Punya Banyak Manfaat Kesehatan
"Natto adalah makanan fermentasi yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Beberapa di antaranya menyehatkan pencernaan dan meningkatkan imunitas. Efek ini berasal dari serat dan kandungan probiotiknya."

DAFTAR ISI
- Kandungan Nutrisi dalam Natto
- Manfaat Makanan Natto untuk Kesehatan
- Adakah Efek Samping atau Risiko Konsumsi Natto?
- Studi Mengenai Makanan Fermentasi dan Kesehatan Jantung
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu melihat makanan khas Jepang berupa kedelai yang diselimuti lendir putih dengan aroma yang sangat khas dan menyengat? Ya, makanan tersebut dikenal dengan nama natto. Natto adalah hidangan tradisional Jepang yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis var. natto.
Bagi sebagian orang yang baru pertama kali mencobanya, makanan natto mungkin terasa menantang. Teksturnya yang sangat lengket, berlendir (lengket seperti jaring laba-laba saat diaduk), dan baunya yang sering disamakan dengan keju tua atau kaus kaki bekas, membuat makanan ini menjadi sesuatu yang “love it or hate it”. Namun, di balik penampilannya yang unik, natto menyimpan segudang rahasia kesehatan yang telah dipercaya selama berabad-abad oleh masyarakat Jepang.
Secara medis, proses fermentasi pada kedelai mengubah komposisi nutrisinya menjadi jauh lebih mudah diserap oleh tubuh. Fermentasi ini tidak hanya mengurangi zat antinutrisi seperti asam fitat alami yang ada dalam kedelai utuh, tetapi juga menghasilkan senyawa aktif baru yang sangat kuat, seperti enzim nattokinase dan vitamin K2, yang jarang ditemukan dalam jumlah tinggi pada makanan lain.
Melihat tren gaya hidup sehat yang semakin berkembang di Indonesia, konsumsi makanan fermentasi mulai banyak dicari untuk memperbaiki mikrobioma usus dan sistem imun. Lantas, apa saja sebenarnya manfaat makanan natto secara medis dan apakah aman dikonsumsi oleh semua orang? Berikut ulasan lengkapnya!
Kandungan Nutrisi dalam Natto
Kekuatan super dari makanan natto terletak pada profil nutrisinya yang sangat padat. Proses fermentasi kedelai menciptakan kondisi di mana probiotik berkembang biak dan mensintesis berbagai vitamin serta enzim baru. Dalam satu porsi standar natto (sekitar 100 gram), kamu bisa mendapatkan kalori sekitar 212 kkal dengan komposisi nutrisi makro berupa 19 gram protein nabati berkualitas tinggi, 11 gram lemak (mayoritas lemak tak jenuh), dan 14 gram karbohidrat (termasuk 5 gram serat makanan).
Namun, nilai jual utama natto bukanlah makronutrisinya, melainkan kandungan mikronutrisi dan senyawa aktif spesifiknya. Pertama, natto adalah sumber Vitamin K2 (Menaquinone-7 atau MK-7) nabati terbaik di dunia. Jika vitamin K1 banyak ditemukan pada sayuran hijau, vitamin K2 biasanya hanya ada di produk hewani. Natto adalah pengecualian yang brilian, memberikan hingga 1000% dari angka kecukupan gizi harian hanya dalam satu porsi.
Selain itu, natto mengandung enzim eksklusif yang disebut Nattokinase. Enzim ini diproduksi oleh bakteri probiotik selama fermentasi. Di dunia medis dan farmakologi modern, nattokinase telah banyak diekstraksi dan dipelajari efektivitasnya sebagai agen fibrinolitik, yaitu zat yang dapat memecah gumpalan darah. Natto juga kaya akan zat besi, kalsium, magnesium, kalium, dan seng, serta jutaan bakteri baik (probiotik) yang siap menjaga keseimbangan flora usus kamu.
Manfaat Makanan Natto untuk Kesehatan
Berkat kombinasi nutrisi di atas, makanan natto menawarkan berbagai manfaat yang sangat spesifik untuk pencegahan penyakit metabolik dan degeneratif. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:
1. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Penyakit kardiovaskular sering kali berawal dari pembentukan plak dan pembekuan darah abnormal (trombosis) di dalam pembuluh darah. Di sinilah enzim nattokinase berperan. Nattokinase dapat membantu melarutkan fibrin, yaitu protein penyebab pembekuan darah. Dengan melancarkan aliran darah, natto dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko serangan jantung serta stroke. Jika kamu memiliki riwayat penyakit jantung atau kolesterol tinggi, sangat dianjurkan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja sebelum melakukan perubahan diet drastis agar dokter dapat menyesuaikan pola makan dengan kondisi medismu.
2. Memperkuat Tulang dan Mencegah Osteoporosis
Banyak orang mengira kalsium saja cukup untuk tulang. Padahal, tanpa Vitamin K2, kalsium yang kita konsumsi bisa salah sasaran dan menumpuk di pembuluh darah (kalsifikasi). Vitamin K2 dalam natto bertugas mengaktifkan protein osteocalcin, yang berfungsi “mengikat” kalsium dari aliran darah dan membawanya masuk tepat ke dalam matriks tulang. Hal ini sangat krusial bagi wanita menopause atau orang dewasa lanjut usia dalam mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis).
3. Memperbaiki Pencernaan dan Mikrobioma Usus
Sebagai makanan fermentasi, natto adalah sumber probiotik alami yang melimpah. Bakteri Bacillus subtilis dapat bertahan hidup melewati asam lambung dan sampai ke usus untuk menyeimbangkan jumlah bakteri baik di sana. Mikrobioma usus yang sehat akan mengurangi masalah pencernaan seperti perut kembung, sembelit, diare, dan bahkan terbukti berkaitan erat dengan sistem imun yang lebih kuat. Usus yang sehat juga memaksimalkan penyerapan nutrisi dari makanan sehari-hari.
4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Sekitar 70% sel imun tubuh kita berada di saluran pencernaan. Dengan menjaga flora usus menggunakan probiotik dari natto, kamu secara otomatis memperkuat benteng pertahanan tubuh dari infeksi virus dan bakteri. Selain itu, kandungan vitamin C, seng (zinc), dan zat besi dalam natto turut berkontribusi dalam produksi dan fungsi sel darah putih yang optimal.
Tips Menikmati Natto bagi Pemula
- Aduk natto sebanyak 50 hingga 100 putaran. Semakin banyak diaduk, teksturnya akan semakin berbusa putih, lengket, dan rasanya disebut-sebut lebih umami.
- Campurkan bumbu penyerta. Biasanya natto kemasan dilengkapi dengan saus kecap asin (shoyu) dan mustard Jepang (karashi). Tambahkan ini setelah natto selesai diaduk.
- Tambahkan topping kuat seperti irisan daun bawang (negi), kimchi, atau telur mentah (pastikan telur pasteurisasi) untuk menyamarkan bau khasnya.
- Sajikan di atas semangkuk nasi putih hangat agar tekstur lengketnya dapat membaur sempurna dengan nasi.
Adakah Efek Samping atau Risiko Konsumsi Natto?
Meskipun makanan natto memiliki profil kesehatan yang menakjubkan, ada beberapa populasi yang harus berhati-hati atau menghindarinya sama sekali. Dari sudut pandang farmakologi, interaksi antara nutrisi natto dan obat-obatan tertentu bisa berbahaya.
Hal yang paling krusial adalah tingginya kandungan Vitamin K dalam natto. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah tubuh. Jika kamu sedang mengonsumsi obat pengencer darah golongan antikoagulan (seperti Warfarin), mengonsumsi natto dapat menurunkan efektivitas obat tersebut secara drastis, meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah yang tidak diinginkan. Pasien dengan terapi pengencer darah wajib berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung sebelum mencoba makanan ini.
Selain itu, natto berbahan dasar kedelai. Bagi individu yang memiliki alergi kedelai, konsumsi natto dapat memicu reaksi alergi ringan (gatal-gatal, ruam) hingga berat (anafilaksis). Bagi kamu yang mungkin tidak menyukai aroma dan rasa natto namun ingin tetap menjaga kesehatan tubuh, tulang, dan pencernaan, kamu bisa beli suplemen, beli vitamin online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
Studi Mengenai Makanan Fermentasi dan Kesehatan Jantung
American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi ekstensif pada tahun 2020 yang meneliti lebih dari 92.000 peserta di Jepang, yang menyimpulkan bahwa konsumsi kedelai fermentasi seperti natto dikaitkan secara signifikan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Studi observasional jangka panjang ini menegaskan bahwa partisipan yang paling sering mengonsumsi natto memiliki risiko 24% lebih rendah meninggal karena penyakit jantung koroner dan strok dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah memakannya. Para peneliti mengaitkan temuan ini tidak hanya pada protein nabati, tetapi spesifik pada kehadiran enzim nattokinase dan vitamin K2 yang unik dari proses fermentasi Bacillus subtilis, yang terbukti membantu mencegah kekakuan arteri dan menurunkan tekanan darah tinggi pada skala populasi.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, ingin mengatur pola makan sehat, atau mengevaluasi apakah kondisi medismu aman untuk rutin mengonsumsi makanan fermentasi tinggi vitamin K, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Kamu bisa mendapatkan berbagai macam obat, vitamin, suplemen, serta kebutuhan perawatan kesehatan lainnya dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.
Referensi:
American Journal of Clinical Nutrition. Diakses pada 2024. Association of soy and fermented soy product intake with total and cause specific mortality: prospective cohort study.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Nattokinase: A Promising Alternative in Prevention and Treatment of Cardiovascular Diseases.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. What Is Natto? The Health Benefits of Fermented Soybeans.
Healthline. Diakses pada 2024. Why Natto Is Super Healthy and Nutritious.
FAQ
1. Apa itu makanan natto?
Makanan natto adalah hidangan tradisional Jepang yang terbuat dari kedelai utuh yang direbus dan difermentasi dengan bakteri probiotik Bacillus subtilis var. natto, menghasilkan tekstur berlendir, lengket, dengan bau yang kuat menyerupai amonia atau keju tua.
2. Apakah natto aman dimakan setiap hari?
Bagi orang sehat, mengonsumsi natto 1 porsi (sekitar 40-50 gram kemasan kecil) setiap hari sangat aman dan bermanfaat bagi kesehatan usus serta tulang. Namun, pastikan asupan kalori dan makronutrisi harian tetap seimbang dari berbagai sumber makanan lain.
3. Bagaimana cara menghilangkan bau menyengat pada natto?
Kamu tidak bisa sepenuhnya menghilangkan bau aslinya, namun kamu bisa menyamarkannya. Cobalah mengaduknya dengan bumbu mustard (karashi) yang pedas, kecap asin, atau menambahkannya ke dalam masakan seperti nasi goreng, sup miso, atau dicampur dengan telur dan daun bawang.
4. Siapa yang tidak boleh makan natto?
Orang yang sedang dalam terapi obat pengencer darah seperti warfarin dilarang mengonsumsi natto secara bebas karena kandungan vitamin K2 yang sangat tinggi bisa menetralisir efek obat tersebut. Selain itu, penderita alergi kacang kedelai juga harus menghindarinya.


