Ad Placeholder Image

Mengenal Obat Suppositoria: Jenis dan Cara Pakainya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Juni 2026

Obat suppositoria biasanya diberikan pada pasien yang tidak bisa mengonsumsi obat secara oral atau ditelan langsung.

Mengenal Obat Suppositoria: Jenis dan Cara PakainyaMengenal Obat Suppositoria: Jenis dan Cara Pakainya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa kesulitan saat harus meminum obat tablet atau sirup? Bagi sebagian orang, menelan obat bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama saat sedang mengalami mual hebat, muntah, atau pada anak-anak yang menolak minum obat. Dalam kondisi medis tertentu, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan penggunaan supositoria sebagai jalur alternatif pemberian obat yang efektif.

Supositoria adalah sediaan obat padat yang dirancang untuk dimasukkan ke dalam lubang tubuh, paling umum melalui rektum (anus). Begitu masuk ke dalam tubuh, sediaan ini akan meleleh, melunak, atau larut pada suhu tubuh, sehingga zat aktif di dalamnya dapat diserap langsung oleh pembuluh darah di area tersebut. Jalur ini sering kali memberikan efek yang lebih cepat dibandingkan obat oral karena obat tidak perlu melewati proses pencernaan di lambung.

Penting untuk memahami bahwa setiap jenis supositoria memiliki tujuan yang berbeda, mulai dari mengatasi sembelit, meredakan demam, hingga menangani gejala ambeien. Penggunaan yang tepat sangat menentukan efektivitas pengobatan. Jika kamu ragu mengenai gejalanya, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Nah, mau tahu apa saja pilihan obat supositoria yang umum digunakan dan tersedia di apotek? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Supositoria yang Ampuh

Berikut adalah beberapa produk supositoria yang sering direkomendasikan berdasarkan kebutuhan medis yang umum terjadi di masyarakat Indonesia, mulai dari masalah pencernaan hingga pereda nyeri.

1. Dulcolax 10 mg Suppository

Dulcolax Suppository mengandung zat aktif Bisacodyl. Obat ini bekerja sebagai laksatif stimulan yang merangsang pergerakan otot-otot di usus besar untuk membantu proses buang air besar (BAB). Mekanismenya adalah dengan meningkatkan akumulasi cairan dan elektrolit dalam lumen usus, sehingga tinja menjadi lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan.

Manfaat utama produk ini adalah untuk mengatasi konstipasi atau sembelit akut. Selain itu, obat ini sering digunakan untuk mengosongkan usus sebelum prosedur medis seperti pembedahan atau pemeriksaan radiologi (rontgen). Efeknya biasanya terasa cukup cepat, yaitu dalam waktu 15 hingga 30 menit setelah penggunaan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak di atas 10 tahun: 1 supositoria (10 mg) sekali sehari.
  • Dimasukkan melalui anus pada pagi hari atau sesaat sebelum waktu yang diinginkan untuk BAB.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hindari penggunaan jangka panjang tanpa saran medis karena dapat menyebabkan ketergantungan usus.

Harga mulai dari: Rp23.500 per tablet – Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dulcolax 10 mg Suppository di Toko Kesehatan Halodoc

2. Dulcolax 5 mg Suppository

Sama seperti varian dewasa, Dulcolax 5 mg mengandung Bisacodyl namun dengan konsentrasi yang lebih rendah sehingga aman untuk anak-anak. Obat ini tetap bekerja dengan cara merangsang dinding usus besar untuk mempercepat gerakan peristaltik, membantu anak yang kesulitan BAB atau mengalami sembelit yang menyakitkan.

Manfaat produk ini difokuskan untuk menangani sembelit pada anak. Supositoria menjadi pilihan terbaik bagi anak yang sulit diajak minum obat sirup atau ketika efek yang diinginkan harus segera terjadi tanpa menunggu proses metabolisme lambung yang lama.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 6-10 tahun: 1 supositoria (5 mg) sekali sehari.
  • Anak di bawah 6 tahun: Gunakan hanya berdasarkan petunjuk dokter.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Pastikan untuk menjaga hidrasi anak dengan memberi cukup air putih selama pengobatan sembelit.

Harga mulai dari: Rp19.000 per tablet – Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dulcolax 5 mg Suppository di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Menggunakan Supositoria pada Anak
  1. Pastikan anak dalam posisi tenang, bisa sambil berbaring miring dengan satu kaki ditekuk.
  2. Gunakan sedikit air atau pelumas berbahan dasar air di ujung supositoria agar lebih mudah masuk.
  3. Ajak anak berbicara atau mengalihkan perhatiannya agar otot anus tetap rileks saat penyisipan.

3. Proris Suppository 125 mg

Proris Suppository mengandung Ibuprofen 125 mg. Ibuprofen adalah golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2), sehingga produksi prostaglandin—zat kimia dalam tubuh yang memicu nyeri dan demam—berkurang.

Manfaat utama dari Proris supositoria adalah untuk menurunkan demam pada anak dan meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala atau nyeri setelah prosedur ringan. Ini adalah solusi efektif jika anak sedang muntah-muntah sehingga tidak bisa menelan obat penurun panas oral.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dosis umum: 5-10 mg/kg berat badan anak per kali pemberian.
  • Biasanya digunakan 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan demam/nyeri.
  • Tidak boleh digunakan pada anak dengan berat badan di bawah 7 kg atau usia di bawah 6 bulan tanpa saran dokter.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Jangan digunakan jika anak memiliki riwayat asma yang dipicu NSAID atau gangguan lambung berat.

Harga mulai dari: Rp12.000 per tablet – Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Proris Suppository 125 mg di Toko Kesehatan Halodoc

4. Superhoid Suppository 6 Tablet

Superhoid adalah supositoria yang diformulasikan khusus untuk meredakan gejala ambeien atau wasir. Mengandung kombinasi Benzocaine sebagai anestesi lokal, Zinc Oxide untuk melindungi kulit, dan Alukol (Aluminium Subacetate) yang berfungsi sebagai astringen untuk mengecilkan jaringan yang meradang.

Manfaat produk ini meliputi peredaan rasa nyeri, gatal, dan pembengkakan pada area anus akibat wasir internal maupun eksternal. Kandungannya membantu menenangkan iritasi dan memberikan lapisan pelindung agar proses BAB tidak terlalu menyakitkan selama masa penyembuhan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan 1 supositoria, masukkan ke dalam anus.
  • Gunakan 1-2 kali sehari, idealnya setelah buang air besar atau sebelum tidur.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Jika terjadi perdarahan hebat pada anus, segera hentikan pemakaian dan hubungi tenaga medis.

Harga mulai dari: Rp45.000 per strip – Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Superhoid Suppository 6 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Menggunakan Supositoria yang Benar

Agar obat bekerja maksimal, teknik penggunaan sangatlah krusial. Banyak orang merasa canggung, namun dengan langkah yang benar, proses ini akan berjalan lancar dan tidak menyakitkan.

1. Persiapan Kebersihan

Cuci tangan kamu dengan sabun dan air mengalir sebelum memegang supositoria. Jika supositoria terasa terlalu lunak (karena suhu ruangan), masukkan ke dalam lemari es selama 15-30 menit atau siram dengan air dingin dalam kemasannya agar kembali mengeras sebelum dibuka.

2. Posisi Tubuh

Berbaringlah miring pada satu sisi dengan kaki bagian bawah lurus dan kaki bagian atas ditekuk ke arah perut. Posisi ini memberikan akses yang paling mudah dan nyaman ke area rektum.

3. Penyisipan Obat

Buka bungkus supositoria, pegang dengan ujung jari, lalu masukkan perlahan ke dalam anus dengan bagian ujung yang runcing terlebih dahulu. Pastikan supositoria masuk melewati otot sfingter (otot melingkar anus) agar tidak terdorong keluar kembali. Setelah itu, tetaplah berbaring selama kurang lebih 5-10 menit hingga obat mulai meleleh.

Studi Mengenai Efektivitas Supositoria

The Journal of Clinical Pharmacology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pemberian obat melalui rute rektal (supositoria) menghindari first-pass metabolism di hati sebanyak 50-70%. Hal ini berarti lebih banyak zat aktif obat yang mencapai sirkulasi darah sistemik secara langsung dibandingkan jika diminum secara oral.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa supositoria sangat efektif untuk obat-obatan yang dapat menyebabkan iritasi lambung atau pada pasien yang memiliki gangguan penyerapan di usus kecil. Penggunaan supositoria Bisacodyl, misalnya, terbukti mempercepat waktu transit kolon secara signifikan dibandingkan bentuk tabletnya.

Jika keluhan kesehatan kamu tidak kunjung membaik setelah penggunaan obat mandiri, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk-produk kesehatan di atas tanpa harus keluar rumah.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc untuk memastikan dosis dan jenis supositoria yang paling tepat untuk kondisimu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. How to use rectal suppositories.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Bisacodyl (Rectal Route) Description and Brand Names.
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About Suppositories.
WebMD. Diakses pada 2026. Rectal Suppository: How to Insert, Uses, and More.

FAQ

1. Apakah supositoria harus disimpan di kulkas?

Ya, sebaiknya simpan supositoria di tempat yang sejuk atau lemari es (bukan freezer) untuk menjaga bentuknya tetap padat, karena obat ini dirancang untuk meleleh pada suhu tubuh manusia.

2. Bolehkah memotong supositoria menjadi dua?

Tidak disarankan memotong supositoria kecuali atas petunjuk dokter atau apoteker, karena zat aktif mungkin tidak terdistribusi merata di seluruh bagian sediaan, sehingga dosisnya menjadi tidak akurat.

3. Berapa lama supositoria mulai bekerja?

Waktu kerja bervariasi tergantung jenisnya. Laksatif stimulan seperti Dulcolax biasanya bekerja dalam 15-60 menit, sementara obat pereda nyeri mungkin membutuhkan waktu 30-45 menit untuk diserap.

4. Apa yang harus dilakukan jika supositoria keluar kembali?

Jika supositoria keluar segera setelah dimasukkan, kamu mungkin perlu memasukkannya kembali lebih dalam melewati otot sfingter anus. Pastikan kamu tetap berbaring miring selama beberapa menit.


Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti sembelit atau wasir, tapi bingung harus menggunakan produk yang mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.