Ad Placeholder Image

Mengenal Prosedur Bedah Onkologi untuk Mengatasi Kanker

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   02 Juni 2026

“Bedah onkologi adalah tindakan operasi untuk mengangkat tumor atau kanker dari tubuh pasien. Tujuannya untuk mengurangi penyebaran penyakit dan meningkatkan potensi kesembuhan.”

Mengenal Prosedur Bedah Onkologi untuk Mengatasi KankerMengenal Prosedur Bedah Onkologi untuk Mengatasi Kanker

DAFTAR ISI


Kanker tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia dan dunia. Dalam penanganannya, terdapat berbagai modalitas terapi, mulai dari kemoterapi, radioterapi, hingga pembedahan. Di antara metode tersebut, bedah onkologi memegang peranan krusial, baik dalam proses diagnosis maupun pengobatan inti untuk mengangkat massa tumor dari tubuh pasien.

Bedah onkologi adalah cabang ilmu kedokteran bedah yang fokus pada manajemen operatif penyakit kanker. Seorang dokter spesialis bedah onkologi memiliki keahlian khusus untuk melakukan biopsi guna memastikan jenis kanker, hingga melakukan prosedur pengangkatan tumor yang kompleks dengan tujuan menyembuhkan atau meringankan gejala yang dialami pasien.

Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua benjolan berarti kanker, namun setiap benjolan yang mencurigakan memerlukan evaluasi medis yang tepat. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala yang mengkhawatirkan, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis awal yang akurat.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai apa itu bedah onkologi dan bagaimana prosedurnya membantu pasien kanker? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa Itu Bedah Onkologi?

Bedah onkologi adalah spesialisasi medis yang menggunakan prosedur operasi untuk mendiagnosis, menentukan stadium (staging), dan mengobati kanker. Dokter bedah onkologi bekerja sebagai bagian dari tim multidisiplin yang biasanya melibatkan onkolog medis (ahli kemoterapi) dan onkolog radiasi untuk memberikan perawatan yang komprehensif.

Dalam praktiknya, bedah onkologi sering kali menjadi langkah pertama dalam rencana pengobatan kanker, terutama untuk tumor padat yang masih terlokalisasi di satu area. Namun, pembedahan juga bisa dilakukan setelah pasien menjalani terapi pengecilan tumor (neoadjuvant) untuk memudahkan pengangkatan massa.

Tujuan Utama Bedah Onkologi

Prosedur pembedahan dalam onkologi tidak selalu bertujuan untuk mengangkat seluruh tumor. Ada beberapa tujuan spesifik lainnya, antara lain:

  • Diagnosis: Mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan apakah sel tersebut bersifat ganas atau jinak.
  • Pementasan (Staging): Menentukan ukuran tumor dan sejauh mana kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain.
  • Kuratif: Mengangkat seluruh massa tumor dan jaringan sehat di sekitarnya untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tertinggal.
  • Debulking: Mengangkat sebagian tumor jika pengangkatan seluruhnya berisiko merusak organ vital, agar terapi lanjutan seperti radiasi atau kemoterapi bekerja lebih efektif.
  • Paliatif: Mengurangi rasa sakit atau tekanan yang disebabkan oleh tumor besar guna meningkatkan kualitas hidup pasien, meskipun kanker mungkin sudah tidak bisa disembuhkan secara total.

Jenis-Jenis Prosedur Bedah Onkologi

Berdasarkan tujuannya, prosedur bedah onkologi dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis utama:

1. Biopsi

Ini adalah prosedur diagnostik yang paling umum. Dokter bedah akan mengambil sampel jaringan kecil menggunakan jarum atau melalui sayatan kecil. Hasil biopsi inilah yang akan menjadi dasar penentuan rencana pengobatan pasien.

2. Pembedahan Kuratif

Dilakukan ketika kanker masih berada di satu area (terlokalisasi). Misalnya, pengangkatan seluruh payudara (mastektomi) pada kanker payudara tahap awal atau pengangkatan bagian usus pada kanker kolorektal.

3. Pembedahan Preventif (Profilaksis)

Dilakukan untuk mengangkat jaringan yang belum menjadi kanker tetapi memiliki risiko sangat tinggi untuk berkembang menjadi kanker di masa depan. Contoh klasiknya adalah pengangkatan ovarium pada wanita dengan mutasi genetik BRCA yang memiliki risiko tinggi kanker ovarium.

4. Pembedahan Rekonstruksi

Setelah pengangkatan tumor besar, struktur tubuh mungkin berubah. Bedah rekonstruksi bertujuan untuk mengembalikan fungsi atau penampilan bagian tubuh tersebut, seperti rekonstruksi payudara setelah mastektomi.

Siapa yang Berisiko Memerlukan Bedah Onkologi?
  1. Pasien dengan benjolan yang tumbuh cepat dan tidak nyeri.
  2. Individu dengan riwayat genetik kanker yang kuat dalam keluarga.
  3. Pasien yang hasil pemeriksaan radiologinya (seperti CT Scan atau MRI) menunjukkan adanya massa tumor padat.

Teknik Bedah Onkologi Modern

Dunia medis terus berkembang, dan bedah onkologi kini tidak hanya terbatas pada sayatan besar (open surgery). Beberapa teknik modern meliputi:

  • Laparoskopi: Pembedahan dengan sayatan minimal menggunakan kamera kecil dan alat khusus. Teknik ini meminimalkan rasa sakit dan mempercepat waktu pemulihan.
  • Bedah Robotik: Memberikan presisi yang lebih tinggi bagi dokter bedah dalam mengangkat tumor di area yang sulit dijangkau.
  • Cryosurgery: Menggunakan suhu dingin yang ekstrem untuk membekukan dan membunuh sel kanker.
  • Laser Surgery: Menggunakan sinar cahaya berintensitas tinggi untuk menghancurkan tumor atau mengecilkannya.

Persiapan Sebelum Operasi

Sebelum menjalani bedah onkologi, pasien biasanya harus melewati serangkaian tes kesehatan seperti tes darah, rontgen dada, dan EKG untuk memastikan kondisi fisik kuat menjalani anestesi. Pasien juga disarankan untuk menjaga asupan nutrisi dan menghentikan kebiasaan merokok guna mempercepat penyembuhan luka nantinya.

Pemulihan Pasca Bedah Onkologi

Masa pemulihan sangat bergantung pada jenis operasi yang dilakukan. Luka operasi memerlukan perawatan intensif untuk mencegah infeksi. Selain itu, manajemen nyeri pasca operasi menjadi fokus utama tim medis.

Selama masa pemulihan di rumah, kamu mungkin membutuhkan alat kesehatan atau suplemen pendukung. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan praktis tanpa harus keluar rumah saat kondisi fisik masih lemah pasca operasi.

Studi Mengenai Bedah Onkologi

Journal of Clinical Oncology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa keberhasilan bedah onkologi sangat dipengaruhi oleh ketepatan margin pembedahan (surgical margins). Studi tersebut menekankan bahwa pengangkatan jaringan sehat di sekitar tumor (clear margins) secara signifikan menurunkan risiko kekambuhan kanker di area yang sama.

Selain itu, perkembangan teknik minimal invasif dalam bedah onkologi terbukti secara klinis dapat menurunkan tingkat morbiditas pasien pasca operasi tanpa mengurangi efektivitas onkologisnya, terutama pada kasus kanker saluran cerna dan ginekologi.

Jika kamu merasakan gejala yang mengarah pada keganasan atau memerlukan opini kedua terkait rencana operasi kanker, jangan menunda untuk mendapatkan bantuan profesional. Penanganan lebih dini sering kali memberikan peluang kesembuhan yang lebih tinggi.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan atau alat perawatan luka di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Cancer Surgery: Why it’s done, what to expect.
American Cancer Society. Diakses pada 2026. Evolution of Cancer Surgery.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Surgical Oncology: Types and Procedures.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Cancer: Surgery and Treatment Modalities.

FAQ

1. Apakah bedah onkologi selalu menyembuhkan kanker?

Bedah onkologi bisa bersifat kuratif (menyembuhkan) jika kanker ditemukan pada tahap awal dan belum menyebar. Namun, pada stadium lanjut, bedah mungkin hanya bertujuan untuk meredakan gejala (paliatif).

2. Apa perbedaan bedah umum dan bedah onkologi?

Bedah umum menangani berbagai kasus bedah secara luas, sedangkan bedah onkologi memiliki spesialisasi khusus dalam penanganan massa tumor ganas dengan teknik yang meminimalisir penyebaran sel kanker selama operasi.

3. Berapa lama waktu pemulihan pasca operasi kanker?

Waktu pemulihan bervariasi, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada lokasi tumor, teknik pembedahan yang digunakan (terbuka atau laparoskopi), dan kondisi kesehatan umum pasien.

4. Apakah operasi bisa menyebabkan kanker menyebar?

Ini adalah mitos yang umum. Secara medis, dokter bedah onkologi telah terlatih dengan teknik khusus untuk mencegah penyebaran sel kanker selama prosedur dilakukan. Justru membiarkan tumor tanpa penanganan yang meningkatkan risiko penyebaran (metastasis).

Punya Kekhawatiran Terkait Benjolan atau Risiko Kanker? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan yang mencurigakan, atau bingung harus menemui dokter spesialis apa untuk gejala yang kamu alami? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.