Ad Placeholder Image

Mengenal Systolic Murmur dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Gejala Systolic Murmur dan Kapan Harus Segera ke Dokter

Mengenal Systolic Murmur dan Gejala yang Harus DiwaspadaiMengenal Systolic Murmur dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Pengertian Systolic Murmur dan Mekanisme Suara Jantung

Systolic murmur atau murmur jantung sistolik merupakan fenomena akustik medis yang ditandai dengan munculnya suara tambahan berupa desir atau kibas saat otot jantung berkontraksi. Dalam siklus jantung normal, suara yang terdengar melalui stetoskop adalah bunyi lub-dup yang merepresentasikan penutupan katup jantung. Namun, pada kondisi tertentu, terdapat aliran darah turbulen yang menciptakan suara desis di antara denyutan tersebut.

Secara klinis, systolic murmur terjadi pada fase sistol, yaitu periode ketika ventrikel jantung memompa darah keluar menuju paru-paru dan seluruh tubuh. Fenomena ini sangat umum ditemukan dalam praktik medis, mulai dari pemeriksaan rutin pada anak-anak hingga evaluasi pada pasien lanjut usia. Identifikasi yang tepat mengenai waktu dan intensitas suara sangat krusial untuk menentukan langkah medis selanjutnya.

Karakteristik dan Waktu Terjadinya Suara Jantung Tambahan

Karakteristik utama dari systolic murmur adalah waktu kemunculannya yang spesifik di antara bunyi jantung pertama (S1) dan bunyi jantung kedua (S2). Bunyi S1 menandakan penutupan katup mitral dan trikuspidalis, sedangkan S2 menandakan penutupan katup aorta dan pulmonal. Suara tambahan yang terdengar di jendela waktu ini diklasifikasikan sebagai murmur sistolik.

Suara ini dapat bervariasi dalam hal durasi dan intensitas. Beberapa murmur terdengar di awal fase sistol (early systolic), di tengah (mid-systolic), atau di akhir (late systolic). Ada pula jenis holosystolic atau pansystolic murmur yang terdengar sepanjang fase kontraksi berlangsung. Mengutip data dari Cleveland Clinic, evaluasi akustik ini membantu dokter menentukan apakah aliran darah turbulen tersebut disebabkan oleh penyempitan katup atau kebocoran katup.

Klasifikasi Murmur Jantung: Innocent vs Patologis

Penting untuk membedakan antara murmur fungsional atau innocent murmur dengan murmur patologis. Innocent murmur adalah suara jantung tambahan yang tidak berkaitan dengan kelainan struktural jantung. Kondisi ini umumnya bersifat fisiologis dan tidak berbahaya. Sebaliknya, murmur patologis menunjukkan adanya masalah pada anatomi jantung atau pembuluh darah besar.

  • Innocent Murmur (Fisiologis): Sering ditemukan pada bayi, anak-anak, remaja, dan ibu hamil karena laju aliran darah yang lebih cepat.
  • Murmur Patologis: Disebabkan oleh kelainan katup seperti stenosis aorta, regurgitasi mitral, atau defek sekat jantung bawaan.

Meskipun sebagian besar systolic murmur pada populasi muda bersifat tidak berbahaya, setiap temuan suara tambahan pada orang dewasa atau lansia memerlukan pemeriksaan diagnostik yang lebih ketat melalui elektrokardiogram (EKG) atau ekokardiografi untuk menyingkirkan risiko gagal jantung.

Faktor Penyebab dan Kondisi yang Mempengaruhi Aliran Darah

Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya systolic murmur tanpa adanya penyakit jantung primer. Kondisi yang meningkatkan curah jantung atau mempercepat aliran darah sering kali menjadi pemicu utama. Beberapa kondisi medis non-jantung yang sering dikaitkan dengan fenomena ini meliputi:

  • Anemia kronis yang menyebabkan darah lebih encer dan mengalir lebih cepat.
  • Hipertiroidisme yang memacu kerja jantung secara berlebihan.
  • Kehamilan, di mana volume darah meningkat secara signifikan untuk mendukung janin.
  • Aktivitas fisik berat atau olahraga intensitas tinggi.
  • Demam tinggi, terutama pada pasien pediatrik atau anak-anak.

Dalam situasi demam, metabolisme tubuh meningkat sehingga jantung memompa darah lebih kuat. Hal ini sering memicu munculnya suara desir sementara yang akan hilang setelah suhu tubuh kembali normal. Untuk mengatasi demam pada anak yang memicu stres fisiologis pada jantung, pemberian antipiretik yang tepat sangat disarankan.

Pada pasien anak, systolic murmur sering kali terdeteksi saat mereka sedang mengalami infeksi yang disertai demam. Penurunan suhu tubuh menjadi prioritas untuk mengurangi beban kerja jantung dan menghilangkan suara desir fungsional tersebut. Salah satu rekomendasi medis untuk meredakan demam pada anak adalah penggunaan obat berbahan dasar paracetamol.

Gejala yang Memerlukan Evaluasi Medis Segera

Masyarakat perlu memahami bahwa systolic murmur sendiri bukanlah penyakit, melainkan tanda klinis. Namun, jika suara jantung tambahan ini disertai dengan gejala sistemik lainnya, maka kemungkinan besar terdapat masalah pada fungsi jantung. Evaluasi medis mendalam segera diperlukan jika penderita mengalami tanda-tanda berikut:

  • Sesak napas (dyspnea) saat beraktivitas ringan maupun saat beristirahat.
  • Nyeri dada atau rasa tertekan di area toraks.
  • Pusing hebat atau pingsan secara tiba-tiba (syncope).
  • Ujung jari atau bibir tampak kebiruan (sianosis).
  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut.

Kehadiran gejala-gejala di atas menandakan bahwa jantung mungkin mengalami kesulitan dalam memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh. Dokter spesialis jantung biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh diikuti dengan tes penunjang untuk memastikan kondisi katup dan struktur ruang jantung.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Praktis

Systolic murmur adalah temuan klinis yang bisa bersifat normal maupun indikasi adanya gangguan kesehatan serius. Pemahaman mengenai perbedaan antara kondisi fisiologis dan patologis sangat penting bagi setiap individu. Jangan mengabaikan suara jantung tambahan jika diikuti dengan penurunan stamina fisik atau keluhan sesak napas.