Mengenal Teori Conditioning Class Ivan Pavlov untuk Mengubah Perilaku

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   18 Januari 2023

“Teori conditioning class diaplikasikan dengan melibatkan interaksi lingkungan untuk mengubah perilaku. Teori ini dapat digunakan oleh terapis psikologi, orang tua, bahwa guru.”

Mengenal Teori Conditioning Class Ivan Pavlov untuk Mengubah PerilakuMengenal Teori Conditioning Class Ivan Pavlov untuk Mengubah Perilaku

Halodoc, Jakarta – Seorang ahli fisiologi Rusia, Ivan Pavlov, menemukan sebuah teori bernama Conditioning Class. Teori yang disebutkan barusan merupakan sebuah proses pembelajaran untuk menciptakan respons terkondisi, melalui hubungan antara stimulus tak terkondisi dan stimulus netral.

Teori conditioning class ini melibatkan interaksi lingkungan. Agar pembelajaran dapat terjadi, harus ada stimulus netral yang kemudian diikuti oleh refleks yang terjadi secara alami. 

Dalam eksperimennya, Pavlov menguji teori ini pada anjingnya. Pavlov menggunakan suara sebagai stimulus netral dan air liur anjing sebagai refleks alami sebagai respons terhadap makanan. Dengan menghubungkan stimulus netral (suara) dengan stimulus tak terkondisi (makanan), suara nada itu sendiri tetap dapat menghasilkan refleks air liur. 

Meskipun teori conditioning classic tidak ditemukan oleh seorang psikolog, tapi teori ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap aliran pemikiran dalam psikologi yang lebih dikenal sebagai behaviorisme. Behaviorisme mengasumsikan bahwa semua pembelajaran terjadi melalui interaksi dengan lingkungan, dan bahwa lingkungan dapat membentuk perilaku. 

Contoh Teori Conditioning Classic Ivan Pavlov di Dunia Nyata

Akan lebih mudah untuk memahami teori Conditioning classic Ivan Pavlov dengan mengetahui contoh bagaimana proses teori ini bekerja dengan baik. Salah satu contoh cara kerja teori Conditioning Classic di dunia nyata yaitu rasa takut. 

Misalnya, seorang anak awalnya tidak menunjukkan rasa takut pada tikus putih, tapi setelah tikus itu dihadirkan berulang kali dengan suara yang keras dan menakutkan, anak itu mulai menangis ketika tikus itu diberikan sebagai hadiah.

Sebelum dikondisikan, tikus putih merupakan ‘stimulus netral’. Sedangkan ‘stimulus tak terkondisi’ adalah suara keras, dan respons alami adalah reflek rasa takut yang ditimbulkan dari kebisingan. 

Dengan berulang kali menghadirkan tikus sebagai stimulus tak terkondisi, tikus putih (yang sekarang jadi stimulus netral) muncul untuk membangkitkan refleks rasa takut (respon terkondisi). 

Eksperimen ini merupakan gambaran bagaimana fobia dapat terbentuk melalui teori conditioning classic. Dalam kebanyakan kasus, stimulus netral (misalnya anjing) dan pengalaman menakutkan (digigit anjing) dapat menyebabkan fobia jangka panjang, misalnya takut pada anjing.

Peran Teori Conditioning Classic dalam Kegiatan Sehari-hari

Melansir Very Well Mind, pada kenyataannya manusia tidak bereaksi persis seperti anjing milin Ivan Pavlov. Namun, ada banyak cara mengaplikasikan teori ini di dunia nyata. Misalnya, banyak pelatih anjing yang menggunakan teori Conditioning Classic untuk membantu orang melatih hewan peliharaannya.

Teknik-teknik pada teori ini juga berguna untuk membantu orang mengatasi masalah fobia atau kecemasan. Terapis atau psikolog mungkin orang yang cukup sering mengaplikasikan teori ini. Misalnya, dengan memaparkan objek pemicu kecemasan secara berulang kali disertai dengan teknik relaksasi untuk menciptakan hubungan agar fobia bisa teratasi. 

Selain psikolog, guru juga dapat mengaplikasikan teori Conditioning Classic di kelas dengan menciptakan lingkungan kelas yang positif, untuk membantu siswa mengatasi kecemasan atau ketakutan. 

Mengkombinasikan situasi yang memicu kecemasan, seperti meminta siswa tampil di depan kelas, dengan lingkungan yang menyenangkan, dapat membantu siswa mempelajari hubungan baru (pelajaran). Bukannya cemas atau tegang dalam situasi kelas, anak justru dapat belajar tetap rileks dan tenang. Dengan begitu, proses belajar di kelas pun bisa berjalan dengan baik.

Itulah yang perlu diketahui tentang teori Conditioning Classic Ivan Pavlov. Jika kamu ingin mendapatkan manfaat dari teori ini, kamu bisa bertanya pada psikolog di Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2023. What Is Classical Conditioning?
First Discoverers. Diakses pada 2023. Child Development Theories: Ivan Pavlov
Positive Psychology. Diakses pada 2023. What Is Classical Conditioning Theory? 6 Real-Life Examples

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan