
Mengenal Tulang Humerus dan Fungsi Pentingnya untuk Tubuh
“Tulang humerus terdapat pada bagian atas tubuh. Fungsinya untuk membuat berbagai gerakan yang bisa dilakukan oleh sendi bahu dan sendi siku.”

DAFTAR ISI
- Fungsi Tulang Humerus bagi Tubuh
- Cedera dan Kondisi Medis pada Tulang Humerus
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Studi Terkait
- FAQ
Sistem kerangka manusia terdiri dari berbagai jenis tulang yang memiliki peran krusial dalam menopang tubuh, melindungi organ dalam, dan memfasilitasi pergerakan. Salah satu tulang panjang yang sangat penting dalam sistem pergerakan ekstremitas atas adalah tulang humerus. Tulang ini merupakan tulang terpanjang dan terbesar di bagian lengan atas kamu.
Secara anatomis, tulang humerus membentang dari sendi bahu hingga ke sendi siku. Di bagian atas (proksimal), tulang ini terhubung dengan tulang belikat (skapula) membentuk sendi bahu yang memungkinkan lengan kamu bergerak memutar. Sementara di bagian bawah (distal), humerus bersendi dengan tulang pengumpil (radius) dan tulang hasta (ulna) untuk membentuk sendi siku yang berfungsi menekuk dan meluruskan lengan.
Memahami anatomi dan fungsi tulang humerus sangat penting, mengingat lengan atas adalah bagian tubuh yang sangat aktif digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengangkat barang, menulis, berolahraga, hingga aktivitas sederhana seperti menyisir rambut, semuanya membutuhkan stabilitas dan pergerakan dari tulang ini beserta otot-otot yang melekat padanya.
Fungsi Tulang Humerus bagi Tubuh
Tulang humerus bukan sekadar penyangga lengan, melainkan pusat perlekatan dari banyak otot, ligamen, dan tendon penting. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari tulang humerus:
1. Menopang Struktur Lengan Atas
Sebagai tulang panjang yang kokoh, humerus memberikan kerangka struktural yang kuat untuk lengan atas. Bentuknya yang silindris di bagian tengah dan melebar di kedua ujungnya dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata saat kamu mengangkat benda berat.
2. Fasilitator Pergerakan Ekstremitas Atas
Hubungan sendi antara humerus dan tulang belikat (sendi glenohumeral) adalah salah satu sendi dengan jangkauan gerak paling luas di tubuh manusia. Hal ini memungkinkan kamu melakukan gerakan seperti abduksi (menjauhi tubuh), aduksi (mendekati tubuh), rotasi, fleksi, dan ekstensi lengan.
3. Tempat Perlekatan Otot-Otot Utama
Banyak otot besar dan penting menempel pada tulang humerus. Otot deltoid dan pektoralis mayor menempel pada bagian atas humerus untuk menggerakkan bahu. Otot bisep dan trisep, yang bertanggung jawab atas gerakan menekuk dan meluruskan siku, juga memiliki perlekatan pada tulang ini. Tanpa humerus sebagai “jangkar”, otot-otot ini tidak dapat berfungsi untuk menggerakkan lengan.
Cedera dan Kondisi Medis pada Tulang Humerus
Meskipun tergolong tulang yang kuat, humerus rentan terhadap berbagai cedera, terutama karena mobilitas sendi bahu dan siku yang sangat tinggi. Beberapa kondisi medis yang sering memengaruhi tulang ini antara lain:
1. Fraktur (Patah Tulang) Humerus
Patah tulang pada humerus sering terjadi akibat trauma langsung, seperti terjatuh dengan posisi tangan menahan beban tubuh atau benturan keras saat kecelakaan. Fraktur ini dibagi menjadi tiga jenis utama berdasarkan lokasinya: proksimal (dekat bahu), batang/poros humerus (tengah lengan), dan distal (dekat siku). Jika kamu mengalami benturan keras yang menyebabkan nyeri tak tertahankan pada lengan, pembengkakan, atau perubahan bentuk lengan, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis dan rujukan penanganan medis secepatnya.
2. Osteoartritis pada Sendi Bahu dan Siku
Osteoartritis adalah kondisi keausan tulang rawan pada persendian. Seiring bertambahnya usia, tulang rawan yang melapisi ujung tulang humerus di bagian bahu maupun siku dapat menipis. Hal ini menyebabkan gesekan antar tulang yang menimbulkan rasa nyeri kronis, kekakuan, dan keterbatasan jangkauan gerak lengan.
3. Osteoporosis
Kondisi penurunan kepadatan tulang atau osteoporosis membuat tulang menjadi rapuh dan keropos. Meskipun sering dikaitkan dengan tulang belakang dan pinggul, humerus proksimal (bagian atas dekat bahu) juga menjadi salah satu lokasi yang paling rentan mengalami patah tulang akibat osteoporosis, terutama pada lansia dan wanita pascamenopause.
Tips Menjaga Kesehatan Tulang Humerus dan Sendi
- Lakukan olahraga beban secara teratur untuk merangsang pembentukan sel tulang baru dan memperkuat otot-otot di sekitar lengan.
- Pastikan asupan kalsium dan vitamin D harian terpenuhi. Jika kebutuhan dari makanan kurang, kamu bisa beli obat dan suplemen di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
- Hindari gerakan repetitif yang berlebihan pada bahu atau posisi jatuh bertumpu pada tangan saat berolahraga ekstrem tanpa perlindungan yang memadai.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Studi Terkait Tulang Humerus
Journal of Orthopaedic Surgery and Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa fraktur humerus proksimal menyumbang sekitar 4-5% dari seluruh kasus patah tulang, dan insiden ini meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia karena faktor osteoporosis.
Studi tersebut menegaskan pentingnya deteksi dini penurunan massa tulang serta penanganan fraktur yang tepat waktu. Pendekatan rehabilitasi fisik yang optimal setelah patah tulang humerus terbukti dapat mengembalikan rentang gerak hingga 90% pada pasien lansia, mencegah kekakuan sendi bahu (frozen shoulder) yang sering menjadi komplikasi utama.
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Humerus Bone.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Broken arm – Symptoms and causes.
NCBI (National Center for Biotechnology Information). Diakses pada 2024. Anatomy, Shoulder and Upper Limb, Humerus.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Musculoskeletal health.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Memahami Osteoporosis dan Pencegahannya.
FAQ
1. Di mana letak pasti tulang humerus pada manusia?
Tulang humerus terletak di bagian lengan atas. Tulang ini memanjang dari sendi bahu (menyambung dengan tulang belikat atau skapula) hingga turun ke sendi siku, tempat ia bersambung dengan tulang pengumpil (radius) dan tulang hasta (ulna).
2. Apa tanda-tanda tulang humerus retak atau patah?
Gejala utamanya meliputi rasa nyeri yang sangat hebat pada lengan bagian atas, pembengkakan, memar kemerahan atau kebiruan, lengan sulit atau tidak bisa digerakkan, serta kemungkinan adanya perubahan bentuk (deformitas) pada area lengan yang cedera.
3. Apakah patah tulang humerus harus selalu dioperasi?
Tidak selalu. Banyak kasus patah tulang humerus (terutama pada batang humerus) dapat ditangani secara konservatif menggunakan gips, bidai, atau sling (gendongan lengan) selama tulang tidak bergeser jauh. Operasi biasanya diwajibkan jika patahan tulang menembus kulit, posisi tulang sangat bergeser, atau terjadi cedera pada saraf dan pembuluh darah di sekitarnya.
4. Nutrisi apa yang paling penting untuk menjaga kekuatan tulang humerus?
Kalsium dan Vitamin D adalah dua nutrisi krusial. Kalsium berfungsi sebagai bahan dasar pembentuk kepadatan tulang, sedangkan Vitamin D dibutuhkan tubuh untuk menyerap kalsium dari saluran cerna. Selain itu, protein, magnesium, dan vitamin K juga penting untuk menjaga integritas kerangka tubuh.


