Ad Placeholder Image

Mengenal TURP: Tindakan Emas Atasi Pembesaran Prostat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   31 Maret 2026

TURP: Tindakan Jitu Atasi Prostat, Kencing pun Lancar

Mengenal TURP: Tindakan Emas Atasi Pembesaran ProstatMengenal TURP: Tindakan Emas Atasi Pembesaran Prostat

TURP Adalah Tindakan: Memahami Prosedur Operasi Prostat Minimal Invasif

Transurethral Resection of the Prostate (TURP) adalah tindakan operasi yang sering direkomendasikan untuk mengatasi pembesaran kelenjar prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Prosedur ini dikenal sebagai standar emas dalam penanganan BPH. TURP dirancang untuk mengangkat jaringan prostat yang membesar dan menghalangi aliran urine.

Prosedur TURP adalah tindakan minimal invasif, yang berarti tidak memerlukan sayatan di perut. Alat khusus bernama resektoskop dimasukkan melalui uretra atau saluran kemih. Ini membantu pasien mengalami pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan operasi terbuka.

Apa Itu TURP?

TURP merupakan singkatan dari Transurethral Resection of the Prostate. Ini adalah metode bedah untuk mengangkat bagian prostat yang membesar. Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra, yaitu saluran yang membawa urine keluar dari tubuh.

Pembesaran prostat jinak dapat menekan uretra, menyebabkan berbagai masalah saluran kemih. Melalui tindakan TURP, sumbatan ini akan dihilangkan. Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis urologi.

Indikasi: Kapan TURP Diperlukan?

Tindakan TURP direkomendasikan ketika gejala pembesaran prostat sudah parah dan tidak merespons pengobatan lain. Gejala-gejala BPH yang mengganggu kualitas hidup pasien antara lain:

  • Kesulitan memulai buang air kecil.
  • Aliran urine yang lemah atau terputus-putus.
  • Perasaan kandung kemih tidak kosong sepenuhnya setelah buang air kecil.
  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari (nokturia).
  • Dorongan mendesak untuk buang air kecil.

Selain itu, TURP juga dapat diindikasikan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Komplikasi tersebut meliputi infeksi saluran kemih berulang, batu kandung kemih, kerusakan ginjal, atau ketidakmampuan untuk buang air kecil sama sekali (retensi urine akut).

Bagaimana Cara Kerja Prosedur TURP?

Prosedur TURP melibatkan penggunaan resektoskop, sebuah alat tipis dan fleksibel. Resektoskop dilengkapi dengan kamera kecil dan loop kawat listrik di ujungnya. Dokter memasukkan alat ini melalui penis dan uretra hingga mencapai prostat.

Melalui kamera, dokter dapat melihat dengan jelas jaringan prostat yang perlu diangkat. Loop kawat listrik kemudian digunakan untuk memotong jaringan prostat berlebih secara hati-hati. Proses pemotongan ini juga sekaligus menyegel pembuluh darah kecil di area tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko pendarahan selama tindakan operasi.

Potongan jaringan prostat yang telah diangkat akan terbawa oleh cairan irigasi. Cairan ini digunakan untuk membersihkan area operasi selama prosedur. Di akhir operasi, semua potongan jaringan dan cairan akan dikeluarkan dari tubuh.

Keunggulan Tindakan TURP

Sebagai prosedur standar emas, TURP memiliki beberapa keunggulan signifikan dibandingkan metode operasi prostat lainnya:

  • Minimal Invasif: Tidak memerlukan sayatan eksternal di perut. Ini berarti rasa sakit pasca-operasi lebih sedikit dan risiko infeksi luka berkurang.
  • Pemulihan Lebih Cepat: Karena sifatnya yang minimal invasif, pasien umumnya mengalami masa pemulihan yang lebih singkat. Ini memungkinkan pasien untuk kembali ke aktivitas normal lebih cepat.
  • Efektivitas Tinggi: TURP sering kali memberikan solusi jangka panjang yang efektif untuk gejala BPH. Banyak pasien merasakan perbaikan signifikan dalam aliran urine mereka setelah prosedur.
  • Mengurangi Ketergantungan Obat: Bagi beberapa pasien, TURP dapat menghilangkan atau mengurangi kebutuhan untuk minum obat BPH secara terus-menerus.

Potensi Efek Samping Setelah TURP

Seperti halnya prosedur bedah lainnya, TURP memiliki beberapa potensi efek samping. Efek samping ini biasanya bersifat sementara dan membaik seiring waktu.

  • Darah dalam Urine: Adalah hal umum melihat darah dalam urine setelah TURP. Ini biasanya berlangsung beberapa hari hingga minggu dan akan berangsur-angsur membaik.
  • Nyeri atau Rasa Tidak Nyaman saat Berkemih: Pasien mungkin merasakan sensasi terbakar atau tidak nyaman saat buang air kecil. Ini juga sering mereda dalam beberapa minggu.
  • Kateter Urine: Kateter urine biasanya akan dipasang untuk sementara waktu setelah operasi. Ini membantu kandung kemih mengalirkan urine saat saluran kemih pulih dari prosedur.

Efek samping yang lebih jarang namun serius perlu dibicarakan dengan dokter.

Pemulihan Pasca-Operasi TURP

Masa pemulihan setelah tindakan TURP bervariasi setiap individu. Namun, secara umum, pasien disarankan untuk beristirahat cukup dan menghindari aktivitas fisik berat. Minum banyak cairan dapat membantu membilas kandung kemih dan mencegah pembentukan bekuan darah.

Dokter akan memberikan instruksi khusus mengenai perawatan kateter, jika ada. Pasien juga akan diberi tahu mengenai tanda-tanda komplikasi yang perlu diwaspadai, seperti demam tinggi atau nyeri hebat. Penting untuk mengikuti semua anjuran medis selama masa pemulihan untuk memastikan hasil terbaik.

Kesimpulan dan Rekomendasi

TURP adalah tindakan operasi yang sangat efektif untuk mengatasi gejala pembesaran prostat jinak (BPH) yang mengganggu. Dengan sifat minimal invasif dan tingkat keberhasilan yang tinggi, prosedur ini telah membantu banyak pria mendapatkan kembali kualitas hidup mereka. Pemahaman yang komprehensif tentang prosedur ini penting sebelum mengambil keputusan pengobatan.

Jika mengalami gejala gangguan saluran kemih yang mengarah pada BPH, konsultasi dengan dokter spesialis urologi sangat disarankan. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah menemukan dokter spesialis urologi yang terpercaya. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menentukan apakah TURP adalah tindakan yang tepat untuk kondisi medis pasien. Jangan ragu untuk mencari penanganan medis yang sesuai untuk menjaga kesehatan saluran kemih dan kualitas hidup.