Ad Placeholder Image

Menggigil dan Berkeringat di Malam Hari, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Jangan Panik! Ini Sebab Menggigil dan Berkeringat di Malam Hari

Menggigil dan Berkeringat di Malam Hari, Ini SebabnyaMenggigil dan Berkeringat di Malam Hari, Ini Sebabnya

Apa Itu Menggigil dan Berkeringat di Malam Hari?

Menggigil dan berkeringat di malam hari adalah respons tubuh yang bisa menjadi tanda adanya perubahan suhu internal atau proses peradangan. Menggigil merupakan reaksi otot untuk menghasilkan panas saat tubuh merasa kedinginan, sedangkan berkeringat adalah cara tubuh mendinginkan diri.

Kombinasi kedua gejala ini seringkali menimbulkan ketidaknyamanan, mengganggu kualitas tidur, dan dapat mengindikasikan berbagai kondisi. Penting untuk memahami penyebab yang mendasarinya agar penanganan yang tepat bisa dilakukan.

Penyebab Menggigil dan Berkeringat di Malam Hari

Gejala menggigil dan berkeringat di malam hari dapat disebabkan oleh faktor umum sehari-hari hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian. Pemahaman tentang penyebab ini membantu dalam menentukan langkah selanjutnya.

Penyebab Umum

  • Suhu Kamar yang Dingin: Lingkungan tidur yang terlalu dingin, seperti akibat penggunaan AC atau kipas angin berlebihan, dapat memicu tubuh menggigil untuk menjaga suhu intinya.
  • Stres dan Kecemasan: Kondisi psikologis seperti stres dan kecemasan dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik, memicu pelepasan adrenalin. Ini bisa mengubah regulasi suhu tubuh dan menyebabkan sensasi menggigil atau berkeringat, bahkan saat tidur.
  • Hipoglikemia (Gula Darah Rendah): Kadar gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan tubuh bereaksi dengan menggigil dan berkeringat. Ini adalah respons tubuh untuk mencoba menstabilkan kadar gula dan sering terjadi pada orang dengan diabetes yang menjalani pengobatan tertentu, atau pada individu yang melewatkan makan.

Kondisi Medis

  • Infeksi: Berbagai jenis infeksi dapat memicu respons kekebalan tubuh yang ditandai dengan demam, menggigil, dan berkeringat.
    • Flu: Infeksi virus umum ini sering disertai demam, menggigil, dan nyeri otot.
    • Tuberkulosis (TBC): Penyakit infeksi bakteri kronis ini dikenal sebagai penyebab umum keringat malam, sering disertai demam ringan dan batuk berkepanjangan.
    • Malaria: Penyakit parasit yang ditularkan nyamuk ini menyebabkan demam periodik, menggigil hebat, dan keringat berlebihan.
    • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Infeksi ini bisa menyebabkan demam dan menggigil pada kasus yang lebih parah.
  • Gangguan Hormonal: Ketidakseimbangan hormon dapat mengganggu termoregulasi tubuh.
    • Menopause: Perubahan hormon estrogen pada wanita yang memasuki menopause sering menyebabkan hot flashes (rasa panas tiba-tiba) dan keringat malam.
    • Hipertiroidisme: Kondisi di mana kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid dapat mempercepat metabolisme tubuh, menyebabkan peningkatan suhu tubuh, berkeringat, dan terkadang menggigil.
  • Efek Samping Obat: Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang dapat memengaruhi regulasi suhu tubuh. Contohnya termasuk obat antidepresan, obat penurun gula darah, atau obat-obatan tertentu yang digunakan dalam kemoterapi.
  • Gangguan Tidur: Kondisi seperti sleep apnea, di mana pernapasan terhenti sementara saat tidur, dapat mengganggu siklus tidur dan memicu gejala seperti keringat malam.
  • Penyakit Autoimun: Beberapa kondisi autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau lupus, dapat menyebabkan peradangan sistemik yang bermanifestasi sebagai demam, menggigil, dan keringat malam.

Gejala Penyerta yang Perlu Diperhatikan

Menggigil dan berkeringat di malam hari dapat menjadi bagian dari gambaran gejala yang lebih besar. Penting untuk memantau gejala lain yang muncul bersamaan, seperti demam, penurunan berat badan yang tidak disengaja, nyeri sendi, batuk kronis, atau perubahan pola buang air kecil. Gejala-gejala ini dapat memberikan petunjuk penting bagi diagnosis.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika menggigil dan berkeringat di malam hari:

  • Terjadi secara sering atau terus-menerus.
  • Cukup parah hingga mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari.
  • Disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti demam tinggi, penurunan berat badan tanpa sebab, nyeri hebat, atau kelelahan ekstrem.
  • Baru terjadi setelah memulai pengobatan baru.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Penanganan Awal yang Dapat Dilakukan

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, beberapa langkah awal dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan:

  • Pastikan suhu kamar tidur nyaman, tidak terlalu dingin atau panas.
  • Gunakan pakaian tidur yang longgar dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat.
  • Hindari konsumsi kafein, alkohol, dan makanan pedas sebelum tidur.
  • Kelola stres melalui teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam.
  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan minum cukup air sepanjang hari.

Pencegahan Menggigil dan Berkeringat di Malam Hari

Pencegahan berfokus pada gaya hidup sehat dan pengelolaan kondisi yang mendasari. Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan memiliki jadwal tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Hindari pemicu seperti suhu kamar yang ekstrem atau stres yang tidak terkendali. Bagi individu dengan kondisi medis kronis, patuhi rencana pengobatan dan ikuti anjuran dokter.

Kesimpulan

Menggigil dan berkeringat di malam hari bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi, mulai dari faktor lingkungan sederhana hingga masalah kesehatan yang lebih kompleks. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang efektif.

Jika gejala ini sering terjadi, mengganggu aktivitas, atau disertai dengan gejala lain yang mencurigakan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc dapat menjadi langkah awal yang tepat untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rekomendasi penanganan yang sesuai.