Ad Placeholder Image

Mengigau: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Mengigau bisa disebabkan karena stres, depresi, serta penggunaan obat-obatan.

Mengigau: Penyebab, Dampak, dan Cara MengatasinyaMengigau: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu terbangun di pagi hari dan diberitahu oleh orang terdekat bahwa kamu berbicara atau berteriak saat tidur? Fenomena ini dikenal secara medis sebagai somniloquy atau mengigau. Bagi banyak orang, mengigau mungkin dianggap sebagai hal lucu atau sepele, namun dalam beberapa kasus, hal ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan atau tekanan psikologis yang perlu diperhatikan.

Dalam pandangan Islam, tidur bukan sekadar fase istirahat fisik, melainkan sebuah kondisi yang memiliki dimensi spiritual yang dalam. Tidur sering kali disebut sebagai “kematian kecil” karena jiwa berada dalam genggaman Allah SWT. Oleh karena itu, fenomena yang terjadi saat tidur, termasuk mengigau dan mimpi, sering kali dikaitkan dengan kondisi ruhani dan psikologis seseorang.

Mengigau bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kelelahan yang luar biasa, stres yang menumpuk, hingga faktor lingkungan. Penting bagi kamu untuk memahami penyebab mengigau saat tidur menurut Islam dan medis agar bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat. Dengan menjaga kebersihan diri dan hati sebelum tidur, kualitas istirahatmu tentu akan menjadi lebih baik.

Jika mengigau disertai dengan gejala lain seperti sesak napas atau rasa cemas yang berlebihan saat bangun, ada baiknya kamu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mendukung kesehatan tubuh secara umum, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan vitamin atau suplemen yang membantu meningkatkan kualitas tidurmu.

Nah, mau tahu apa saja penjelasan lengkap mengenai penyebab mengigau saat tidur menurut Islam dan kaitan medisnya? Berikut ulasannya!

Memahami Fenomena Mengigau dalam Islam

Dalam Islam, tidur merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 23. Saat seseorang tidur, ruhnya “dipegang” oleh Allah, dan ada yang dikembalikan serta ada yang ditahan. Mengigau dalam hal ini sering kali dilihat sebagai refleksi dari apa yang dirasakan atau dipikirkan oleh jiwa sebelum beristirahat.

Islam membagi fenomena yang terjadi dalam tidur, terutama mimpi, menjadi tiga bagian: mimpi yang benar (ru’ya sadiqah) yang datang dari Allah, mimpi buruk yang berasal dari gangguan setan untuk menyedihkan hati manusia, dan mimpi yang merupakan buah pikiran atau keinginan manusia itu sendiri (haditsun nafsi). Mengigau biasanya masuk dalam kategori ketiga, di mana beban pikiran terbawa hingga ke alam bawah sadar.

Penyebab Mengigau saat Tidur menurut Islam

Berikut adalah beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan penyebab mengigau saat tidur menurut Islam:

1. Lalai dari Berdzikir dan Adab Sebelum Tidur

Salah satu penyebab utama seseorang mudah mengalami gangguan saat tidur, termasuk mengigau yang tidak jelas atau mimpi buruk, adalah meninggalkan adab tidur yang diajarkan Rasulullah SAW. Berwudhu, membaca ayat kursi, dan membaca doa sebelum tidur berfungsi sebagai benteng perlindungan spiritual agar jiwa tetap tenang dan terjaga dari gangguan setan.

2. Beban Pikiran dan Masalah Duniawi

Dalam perspektif Islam, mengigau sering dianggap sebagai haditsun nafsi atau bisikan jiwa. Jika seseorang terlalu sibuk memikirkan urusan duniawi, merasa dengki, atau memiliki beban emosional yang belum terselesaikan sebelum tidur, maka pikiran-pikiran tersebut akan muncul kembali saat ia terlelap dalam bentuk igauan.

3. Gangguan Setan (Was-was)

Islam mengajarkan bahwa setan dapat masuk ke dalam alam bawah sadar manusia ketika benteng iman dan dzikir melemah. Jika seseorang mengigau dengan kata-kata yang buruk, makian, atau teriakan ketakutan, hal ini bisa mengindikasikan adanya gangguan setan yang mencoba mengusik ketenangan istirahatnya.

Penjelasan Medis tentang Somniloquy (Mengigau)

Secara medis, mengigau atau somniloquy adalah salah satu jenis parasomnia, yaitu perilaku abnormal yang terjadi saat tidur. Berikut adalah beberapa penyebab medis yang perlu kamu ketahui:

1. Stres dan Kecemasan

Penyebab paling umum dari mengigau adalah stres psikologis. Ketika otak masih aktif memproses kecemasan di siang hari, mekanisme tidur tidak dapat sepenuhnya mematikan sistem vokal, sehingga kata-kata terucap secara spontan tanpa disadari.

2. Kurang Tidur (Sleep Deprivation)

Saat tubuh sangat lelah tetapi otak sulit untuk benar-benar masuk ke fase tidur dalam, terjadilah fragmentasi tidur. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan mengalami igauan karena siklus tidur yang tidak stabil.

3. Efek Samping Obat atau Penyakit

Beberapa jenis obat-obatan tertentu atau kondisi medis seperti demam tinggi dapat memicu aktivitas otak yang berlebihan saat tidur. Jika kamu merasa kondisi ini sangat mengganggu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Tips Mencegah Mengigau secara Alami
  1. Terapkan sleep hygiene dengan jadwal tidur yang konsisten setiap hari.
  2. Hindari konsumsi kafein atau makanan berat menjelang waktu tidur.
  3. Lakukan relaksasi atau dzikir untuk menenangkan sistem saraf sebelum berbaring.

Cara Mengatasi Mengigau Sesuai Sunnah dan Medis

Menggabungkan pendekatan spiritual dan medis adalah cara terbaik untuk mendapatkan tidur yang berkualitas (thayyib). Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Menjaga Kesucian Diri (Berwudhu)

Berwudhu sebelum tidur membantu memberikan efek relaksasi pada tubuh dan menjaga kebersihan secara spiritual. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk tidur dalam keadaan suci.

2. Membaca Al-Mu’awwidzatain

Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas lalu meniupkannya ke telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh dapat memberikan rasa aman dan menjauhkan dari gangguan yang menyebabkan mengigau.

3. Mengatur Posisi Tidur

Secara medis dan sunnah, tidur miring ke sisi kanan sangat disarankan. Posisi ini membantu menjaga kesehatan jantung dan melancarkan pernapasan, sehingga risiko mengigau akibat sesak atau posisi tidak nyaman dapat diminimalisir.

Studi Mengenai Gangguan Tidur dan Psikologis

Journal of Clinical Sleep Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa parasomnia seperti mengigau memiliki kaitan erat dengan tingkat stres emosional dan gangguan kecemasan menyeluruh pada orang dewasa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang memiliki beban kerja tinggi dan kurang melakukan relaksasi sebelum tidur memiliki frekuensi mengigau yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang mempraktikkan ritual penenangan diri sebelum istirahat.

Jika kondisi mengigau yang kamu alami sudah mulai mengganggu kualitas hidup atau menyebabkan kelelahan kronis di siang hari, jangan anggap remeh. Konsultasi dengan tenaga profesional dapat membantu mengidentifikasi apakah ada gangguan tidur serius seperti apnea tidur atau depresi.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung di Toko Kesehatan Halodoc untuk membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Sleep Foundation. Diakses pada 2026. Sleep Talking (Somniloquy).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Parasomnias: Causes, Symptoms, and Treatments.
NU Online. Diakses pada 2026. Adab Tidur Menurut Rasulullah SAW.
Journal of Clinical Sleep Medicine. Diakses pada 2026. Stress and Parasomnias.

FAQ

1. Apakah mengigau dalam Islam pertanda terkena sihir?

Tidak selalu. Mengigau lebih sering disebabkan oleh beban pikiran atau kelelahan. Namun, jika disertai mimpi buruk yang konsisten, Islam menganjurkan untuk memperbanyak ruqyah mandiri dengan dzikir.

2. Apakah mengigau bisa sembuh total?

Ya, dengan mengelola stres, menjaga pola tidur yang teratur, dan mengikuti adab tidur yang baik, frekuensi mengigau biasanya akan berkurang drastis atau hilang sama sekali.

3. Mengapa orang mengigau sering menggunakan bahasa yang tidak jelas?

Secara medis, hal ini terjadi karena otot vokal dalam keadaan lemas saat tidur, sehingga suara yang keluar tidak terartikulasi dengan sempurna oleh otak yang sedang beristirahat.

4. Apakah mengigau berbahaya bagi kesehatan?

Mengigau itu sendiri tidak berbahaya, namun jika disebabkan oleh stres berat atau apnea tidur, maka kondisi pemicunya itulah yang perlu segera ditangani medis.


## Punya Masalah Tidur atau Sering Mengigau? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan sering mengigau atau tidur terasa tidak nyenyak, tapi bingung harus konsultasi ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.