Ad Placeholder Image

Mengusir Tikus dengan Kapur Barus, Pasti Ampuh!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Mei 2026

Usir Tikus dengan Kapur Barus: Aroma Bikin Tikus Kabur

Mengusir Tikus dengan Kapur Barus, Pasti Ampuh!Mengusir Tikus dengan Kapur Barus, Pasti Ampuh!

Mengusir Tikus dengan Kapur Barus: Efektivitas dan Risiko Kesehatan

Kehadiran tikus di rumah dapat menjadi masalah yang mengganggu, bahkan berpotensi membawa risiko kesehatan. Banyak metode digunakan untuk mengusir hewan pengerat ini, salah satunya adalah kapur barus. Kapur barus dikenal memiliki aroma menyengat yang diklaim tidak disukai tikus. Namun, seberapa efektifkah penggunaan kapur barus untuk mengusir tikus, dan apa saja risiko yang perlu diperhatikan?

Mekanisme Kapur Barus dalam Mengusir Tikus

Kapur barus mengandung senyawa kimia naftalena. Naftalena adalah senyawa organik yang dikenal karena aromanya yang kuat dan menyengat. Aroma inilah yang dipercaya dapat mengganggu indera penciuman tikus dan membuat mereka merasa tidak nyaman di area tersebut.

Tikus memiliki indera penciuman yang sangat sensitif, yang mereka gunakan untuk mencari makanan dan mengenali lingkungan. Bau naftalena yang intens dianggap mengganggu sistem saraf mereka, mendorong tikus untuk menjauhi sumber bau tersebut.

Efektivitas Penggunaan Kapur Barus

Meskipun kapur barus dapat digunakan untuk mengusir tikus karena aromanya yang tidak disukai, efektivitasnya tidak 100% dan hanya bersifat sementara. Tikus mungkin akan menjauhi area yang diberi kapur barus pada awalnya.

Namun, setelah bau memudar atau jika tikus sudah terbiasa dengan aroma tersebut, mereka berpotensi kembali. Kapur barus lebih berfungsi sebagai pengusir daripada pembasmi, artinya ia tidak membunuh tikus melainkan hanya mencoba menghalaunya.

Cara Menggunakan Kapur Barus untuk Mengusir Tikus

Apabila memilih kapur barus sebagai metode pengusiran tikus, ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan penggunaannya dan mengurangi risiko potensial:

  • Sebarkan di Area Strategis: Letakkan kapur barus di lokasi yang sering dilalui tikus, seperti laci, lemari, di bawah wastafel, atau sudut-sudut ruangan.
  • Gunakan dalam Wadah Berlubang: Untuk mengurangi penyebaran uap beracun namun tetap mengeluarkan aroma, letakkan kapur barus dalam kantong kain kecil atau wadah berlubang. Ini membantu membatasi paparan langsung dan mengontrol pelepasan aroma.
  • Ganti Secara Berkala: Aroma kapur barus akan memudar seiring waktu. Ganti kapur barus secara berkala, idealnya setiap 30-45 hari, untuk menjaga intensitas bau dan efektivitasnya.

Risiko Kesehatan dan Lingkungan Penggunaan Kapur Barus

Penting untuk memahami bahwa kapur barus, terutama kandungan naftalena, dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia dan lingkungan jika tidak digunakan dengan hati-hati. Uap naftalena bisa berbahaya jika terhirup dalam konsentrasi tinggi atau terpapar dalam jangka panjang.

  • Masalah Pernapasan: Paparan uap naftalena dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, mual, sakit kepala, dan pusing.
  • Risiko untuk Anak-anak dan Hewan Peliharaan: Kapur barus sangat berbahaya jika tertelan oleh anak-anak atau hewan peliharaan. Gejala keracunan bisa meliputi muntah, diare, lesu, hingga kerusakan sel darah merah.
  • Kontaminasi Lingkungan: Penggunaan kapur barus yang tidak tepat juga dapat mencemari lingkungan, terutama jika larut dalam air atau tanah.

Oleh karena itu, selalu pastikan kapur barus diletakkan di tempat yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak dan hewan peliharaan, serta di area yang memiliki ventilasi baik.

Alternatif Pencegahan dan Pengendalian Tikus yang Lebih Efektif

Mengingat keterbatasan dan risiko kapur barus, metode pencegahan dan pengendalian tikus yang lebih komprehensif seringkali direkomendasikan:

  • Menjaga Kebersihan: Simpan makanan dalam wadah tertutup, bersihkan sisa makanan, dan pastikan tempat sampah selalu tertutup rapat.
  • Perbaiki Kerusakan Bangunan: Tutup celah atau lubang di dinding, lantai, atau fondasi yang bisa menjadi jalan masuk tikus.
  • Gunakan Perangkap: Perangkap tikus fisik (perangkap jepret atau lem) bisa lebih efektif untuk menangkap dan membuang tikus.
  • Pengusir Elektronik: Beberapa alat pengusir tikus elektronik menghasilkan gelombang suara yang tidak disukai tikus.
  • Konsultasi Profesional: Jika infestasi tikus sudah parah dan sulit dikendalikan sendiri, pertimbangkan untuk memanggil jasa pembasmi hama profesional.

Kesimpulan

Penggunaan kapur barus memang dapat memberikan efek pengusiran tikus dalam jangka pendek berkat aroma naftalena yang menyengat. Namun, perlu diingat bahwa metode ini tidak bersifat permanen dan memiliki risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah dari gangguan tikus, pendekatan yang paling efektif adalah kombinasi dari menjaga kebersihan, menutup akses masuk tikus, dan menggunakan metode pengendalian yang terbukti aman dan efisien. Jika ditemukan masalah kesehatan yang timbul akibat paparan hama atau lingkungan yang tidak higienis, segera konsultasikan dengan dokter melalui Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan informasi kesehatan yang akurat.