Ad Placeholder Image

Mengusir Ular dari Rumah: Cara Praktis Dijamin Aman

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Memahami cara mengusir ular secara aman dan efektif, serta tindakan pencegahan, adalah langkah penting untuk menjaga keselamatan penghuni.

Mengusir Ular dari Rumah: Cara Praktis Dijamin AmanMengusir Ular dari Rumah: Cara Praktis Dijamin Aman

DAFTAR ISI


Menemukan ular di dalam rumah tentu menjadi pengalaman yang menakutkan bagi siapa saja. Terlebih lagi saat musim hujan tiba, habitat alami hewan melata ini sering kali tergenang air, sehingga mereka terpaksa mencari tempat berlindung yang lebih kering dan hangat, yang tidak jarang adalah permukiman manusia. Ular dapat menyelinap masuk melalui celah kecil di bawah pintu, saluran air, atau bahkan atap rumah.

Selain memicu kepanikan, kehadiran ular di area tempat tinggal membawa risiko kesehatan dan keselamatan yang serius. Beberapa jenis ular yang sering masuk ke rumah, seperti kobra atau ular welang, memiliki bisa beracun yang mematikan jika tidak segera ditangani secara medis. Di sisi lain, ular tidak berbisa pun dapat meninggalkan luka gigitan yang rentan mengalami infeksi bakteri, termasuk tetanus, jika tidak dibersihkan dengan benar.

Oleh karena itu, mengetahui cara mengusir ular di rumah dan langkah pencegahannya sangatlah penting. Penanganan yang tepat tidak hanya menyelamatkan nyawa keluarga, tetapi juga mencegah kerusakan ekosistem. Karena ular pada dasarnya takut pada manusia, mereka biasanya hanya akan menyerang jika merasa terancam atau terpojok.

Nah, mau tahu apa saja langkah-langkah dan cara mengusir ular di rumah dengan aman serta panduan medis jika terjadi gigitan? Berikut ulasan lengkapnya!

Mengapa Ular Masuk ke Rumah?

Sebelum membahas cara mengusir ular di rumah, kamu perlu memahami alasan mengapa reptil ini memilih rumahmu sebagai tempat persinggahan. Ular tidak datang tanpa alasan. Biasanya, ada faktor penarik yang membuat rumah menjadi tempat yang ideal bagi mereka. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:

1. Mencari Mangsa atau Sumber Makanan

Ular adalah predator alami yang memakan tikus, katak, cicak, hingga burung kecil. Jika rumahmu memiliki masalah dengan hama tikus yang bersarang di gudang, plafon, atau dapur, ini sama saja dengan menyediakan “prasmanan” bagi ular. Ular memiliki indra penciuman yang sangat tajam melalui lidahnya (organ Jacobson) untuk mendeteksi keberadaan mangsanya dari jarak jauh.

2. Mencari Tempat Berlindung yang Hangat dan Kering

Sebagai hewan berdarah dingin (ektotermik), ular tidak bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri. Saat musim hujan, sarang ular di tanah sering kali kebanjiran, dan suhu di luar menjadi terlalu dingin. Akibatnya, mereka mencari tempat yang kering dan hangat seperti tumpukan barang di gudang, area sekitar mesin cuci atau kulkas, hingga di bawah kasur.

3. Menghindari Suhu Ekstrem di Musim Kemarau

Sebaliknya, pada musim kemarau yang sangat terik, ular mencari tempat yang sejuk dan lembap untuk mencegah dehidrasi. Kamar mandi, saluran pembuangan air, atau area taman yang rimbun dan basah sering kali menjadi tempat persembunyian favorit mereka di musim panas.

Cara Mengusir Ular di Rumah yang Efektif

Jika kamu ingin mencegah reptil ini masuk atau mencari cara mengusir ular di rumah secara alami dan aman, ada beberapa langkah yang bisa kamu terapkan secara rutin. Tindakan pencegahan ini jauh lebih aman daripada mencoba menangkap ular dengan tangan kosong yang berisiko memicu gigitan.

1. Gunakan Wewangian yang Menyengat

Ular sangat mengandalkan indra penciuman untuk bernavigasi dan mencari mangsa. Aroma yang terlalu tajam dapat mengganggu organ Jacobson mereka dan membuat mereka tidak nyaman. Beberapa bahan dengan aroma menyengat yang bisa kamu gunakan antara lain:

  • Cuka dan Amonia: Bau asam dari cuka atau aroma menyengat amonia sangat tidak disukai ular. Kamu bisa menyemprotkan larutan cuka atau menempatkan kain yang dibasahi amonia di area yang rawan dilewati ular, seperti garasi atau dekat pintu masuk.
  • Minyak Cengkeh dan Kayu Manis: Campuran minyak esensial cengkeh dan kayu manis juga ampuh. Semprotkan campuran ini di sekitar ventilasi rumah.
  • Bawang Putih dan Bawang Merah: Bawang mengandung asam sulfonat (bahan yang sama yang membuat kita menangis saat mengirisnya). Menghaluskan bawang dan mencampurnya dengan garam batu (bukan untuk ditabur langsung, tetapi sebagai campuran larutan), lalu menyemprotkannya di sudut ruangan bisa menjadi cara alami yang cukup efektif.

2. Basmi Tikus dan Hama Lainnya

Cara mengusir ular di rumah yang paling mendasar adalah dengan memutus rantai makanannya. Pastikan rumah bersih dari tikus. Gunakan perangkap tikus, tutup lubang-lubang pembuangan, dan simpan makanan dalam wadah kedap udara. Tanpa adanya sumber makanan, ular tidak akan memiliki alasan untuk menetap di rumahmu.

3. Tutup Semua Celah dan Lubang

Ular memiliki tubuh yang sangat fleksibel dan dapat masuk melalui celah yang jauh lebih kecil dari ukuran tubuh aslinya. Periksa fondasi rumah, dinding retak, celah di bawah pintu, hingga ventilasi yang bolong. Tutup lubang-lubang tersebut dengan semen, busa silikon, atau pasang kawat kasa yang rapat di setiap ventilasi rumah.

4. Rajin Memangkas Tanaman dan Rumput di Halaman

Rumput tinggi, semak belukar yang rimbun, dan tumpukan daun kering adalah tempat persembunyian yang sangat disukai ular karena memberikan kamuflase yang sempurna. Rutinlah memotong rumput di halaman dan hindari menumpuk kayu bakar, bata, atau puing-puing langsung di atas tanah karena area tersebut sering dijadikan sarang ular.

5. Hubungi Pemadam Kebakaran atau Ahli Penyelamat Satwa

Jika kamu berhadapan langsung dengan ular di dalam rumah, jangan mencoba memukul atau membunuhnya sendiri, terutama jika kamu tidak bisa mengidentifikasi apakah ular tersebut berbisa atau tidak. Segera evakuasi anggota keluarga dan hewan peliharaan, tutup pintu ruangan tempat ular berada (beri penghalang di bawah pintu), dan segera hubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) atau komunitas pecinta reptil yang profesional untuk mengevakuasi ular tersebut.

Tips Tambahan Menjaga Rumah dari Ular
  1. Pastikan tempat sampah di luar rumah selalu tertutup rapat agar tidak mengundang tikus (yang akhirnya mengundang ular).
  2. Hindari membuat kolam ikan di dekat pintu masuk rumah, karena air dan suara katak akan menarik perhatian ular.
  3. Gunakan kapur barus (kamper) yang dihaluskan di sudut-sudut lembap rumah; aromanya yang kuat dapat mengusir serangga dan reptil kecil.

Mitos Seputar Mengusir Ular yang Harus Ditinggalkan

Banyak masyarakat Indonesia yang masih mempercayai cara-cara tradisional yang sebenarnya tidak memiliki dasar ilmiah. Bukannya berhasil, mengandalkan mitos ini justru dapat membahayakan keselamatan keluarga.

1. Menaburkan Garam

Mitos yang paling umum adalah menaburkan garam di sekeliling rumah untuk mencegah ular masuk. Faktanya, ular memiliki kulit bersisik yang tebal dan kering, bukan kulit berlendir seperti siput atau lintah. Oleh karena itu, garam sama sekali tidak memberikan efek perih atau panas pada kulit ular. Ular akan dengan mudah merayap di atas tumpukan garam tanpa masalah.

2. Menggunakan Tali Ijuk

Banyak yang percaya bahwa ular takut pada sapu ijuk atau tali ijuk karena permukaannya yang kasar dipercaya dapat melukai perut ular. Ini adalah mitos besar. Sisik perut ular dirancang khusus untuk merayap di berbagai medan yang ekstrem, mulai dari bebatuan tajam, kulit pohon kasar, hingga aspal. Tali ijuk bukanlah rintangan bagi mereka.

Pertolongan Pertama Jika Digigit Ular

Meski kamu sudah melakukan berbagai cara mengusir ular di rumah, risiko gigitan (snakebite) selalu ada jika terjadi pertemuan yang tidak disengaja. Gigitan ular, baik berbisa maupun tidak, adalah kondisi kegawatdaruratan medis. Kepanikan dan penanganan awal yang salah justru mempercepat penyebaran bisa ke seluruh tubuh.

Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan global:

1. Tetap Tenang dan Kurangi Pergerakan

Hal terpenting adalah jangan panik. Saat jantung berdetak cepat akibat panik, aliran darah akan meningkat, yang menyebabkan bisa ular (venom) menyebar lebih cepat ke kelenjar getah bening dan organ vital. Korban harus diistirahatkan sepenuhnya dan bagian tubuh yang tergigit tidak boleh banyak digerakkan.

2. Lakukan Imobilisasi (Bidai)

Pasang bidai (spalk) pada anggota tubuh yang tergigit layaknya menangani tulang patah. Gunakan kayu atau bambu dan ikat dengan perban elastis atau kain di atas dan di bawah area luka. Tujuannya adalah membatasi pergerakan otot, yang menjadi jalur utama penyebaran bisa ular.

3. Hindari Tindakan Berbahaya Berikut

Banyak adegan di film yang mencontohkan penanganan gigitan ular yang keliru dan fatal. JANGAN PERNAH melakukan hal-hal ini:

  • Mengisap luka gigitan dengan mulut untuk mengeluarkan bisa (bisa sangat berisiko menelan bisa atau masuk melalui luka di mulut penolong).
  • Membuat sayatan silang di area gigitan (menyebabkan perdarahan hebat dan risiko infeksi tinggi).
  • Mengikat tourniquet terlalu kencang (dapat mematikan aliran darah secara total yang berujung pada amputasi).
  • Mengompres luka dengan es (dapat merusak jaringan kulit lebih parah).

4. Segera Cari Pertolongan Medis

Bawa korban secepat mungkin ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat yang memiliki fasilitas Serum Anti Bisa Ular (SABU). Jangan menunda meskipun tidak ada gejala awal yang terlihat parah. Jika kamu tergigit, segera cari pertolongan medis atau konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan panduan instruksi gawat darurat selama perjalanan ke rumah sakit.

Untuk mengantisipasi luka terbuka atau infeksi bakteri sekunder pasca gigitan ular tidak berbisa, pastikan kamu selalu Sediakan selalu kotak P3K di rumah. Kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk melengkapi persediaan kassa steril, cairan antiseptik, dan obat pereda nyeri.

Studi Mengenai Gigitan Ular dan Pencegahannya

World Health Organization (WHO) menerbitkan laporan studi berkelanjutan mengenai Snakebite Envenoming yang menjelaskan bahwa gigitan ular adalah penyakit tropis terabaikan yang memakan ratusan ribu korban setiap tahunnya, terutama di daerah padat penduduk yang bersinggungan dengan lahan pertanian.

Studi klinis tersebut menegaskan kembali bahwa efektivitas pengusiran ular terbaik adalah dengan modifikasi lingkungan (membersihkan semak dan hama). Selain itu, WHO secara tegas menolak efektivitas metode tradisional seperti menabur garam atau bawang dalam mencegah masuknya ular berbisa tinggi ke dalam rumah.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Snakebite envenoming.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Venomous Snakes – First Aid.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Snakebites: First aid.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Penatalaksanaan Gigitan Ular.

FAQ

1. Apakah menabur garam adalah cara mengusir ular di rumah yang ampuh?

Tidak. Mitos bahwa ular takut pada garam sama sekali tidak terbukti secara ilmiah. Ular memiliki kulit kering dan bersisik tebal, bukan kulit berlendir, sehingga garam tidak memberikan efek panas atau iritasi pada tubuh mereka.

2. Bau apa yang paling dibenci oleh ular?

Ular sangat tidak menyukai aroma yang tajam dan menyengat karena dapat mengganggu organ penciuman (organ Jacobson) mereka. Aroma seperti amonia, cuka, minyak cengkeh, kayu manis, dan kapur barus (kamper) cukup efektif membuat ular menjauh dari area tersebut.

3. Apa yang harus dilakukan jika melihat ular masuk ke dalam kamar?

Tetap tenang dan jangan melakukan gerakan tiba-tiba. Mundur secara perlahan, segera keluar dari kamar, dan tutup pintunya rapat-rapat. Beri penyumbat seperti handuk di celah bawah pintu agar ular tidak kabur, lalu segera hubungi pemadam kebakaran atau penangkap ular profesional.

4. Bagaimana membedakan ular berbisa dan tidak berbisa?

Membedakan secara pasti membutuhkan keahlian khusus, namun umumnya ular berbisa memiliki bentuk kepala menyerupai segitiga (seperti panah), pupil mata berbentuk elips vertikal seperti kucing, dan memiliki taring panjang di bagian depan rahangnya. Namun, karena tidak semua ular mengikuti aturan ini (seperti kobra yang kepalanya oval), sebaiknya hindari kontak dengan ular jenis apa pun jika kamu tidak yakin.

5. Bolehkan menyedot bisa ular dari luka gigitan?

Sangat tidak disarankan. Menyedot luka gigitan dengan mulut justru berbahaya karena bisa memicu infeksi pada luka korban, dan penolong berisiko keracunan jika memiliki sariawan, luka terbuka di mulut, atau tidak sengaja menelan bisa tersebut. Segera lakukan imobilisasi dengan bidai dan bawa korban ke rumah sakit.