Ad Placeholder Image

Mens 2 Kali Sebulan Saat Pakai IUD, Normalkah?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Normal Nggak Pakai IUD Mens 2 Kali Sebulan?

Mens 2 Kali Sebulan Saat Pakai IUD, Normalkah?Mens 2 Kali Sebulan Saat Pakai IUD, Normalkah?

Mengapa Bisa Menstruasi Dua Kali Sebulan Saat Pakai IUD?

Menstruasi dua kali sebulan saat menggunakan IUD (Intrauterine Device) atau KB Spiral adalah kondisi yang mungkin terjadi pada sebagian individu. Perubahan pola menstruasi ini seringkali memicu kekhawatiran, namun ada beberapa penjelasan medis yang mendasarinya. Secara umum, tubuh dapat mengalami adaptasi terhadap IUD, yang bermanifestasi sebagai perubahan siklus perdarahan.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh respons tubuh terhadap keberadaan IUD sebagai benda asing, perubahan hormonal, atau peradangan lokal di rahim. Meskipun seringkali merupakan bagian dari proses adaptasi, penting untuk memahami penyebabnya dan kapan harus mencari bantuan medis profesional. Pemantauan terhadap intensitas dan durasi perdarahan sangat dianjurkan.

Apa Itu IUD dan Perubahan Siklus Menstruasi

IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif. Terdapat dua jenis utama IUD: IUD hormonal yang melepaskan hormon progestin sintetis, dan IUD non-hormonal (tembaga) yang bekerja dengan memicu respons peradangan steril.

Kedua jenis IUD ini dapat memengaruhi siklus menstruasi. Perubahan pola perdarahan, termasuk flek, perdarahan lebih banyak, atau menstruasi yang lebih sering, umum terjadi terutama dalam beberapa bulan pertama setelah pemasangan. Hal ini merupakan bagian dari penyesuaian tubuh terhadap keberadaan alat kontrasepsi tersebut.

Penyebab Menstruasi Dua Kali Sebulan Saat Pakai IUD

Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin mengalami menstruasi dua kali sebulan setelah pemasangan IUD. Pemahaman tentang penyebab ini dapat membantu dalam mengelola kekhawatiran yang mungkin timbul.

  • Reaksi Tubuh terhadap Benda Asing
    Tubuh dapat menganggap IUD sebagai benda asing, yang memicu respons peradangan ringan pada lapisan rahim. Peradangan ini dapat menyebabkan perdarahan lebih banyak atau lebih sering, termasuk kemungkinan terjadinya menstruasi dua kali dalam satu bulan. Reaksi ini lebih sering terjadi pada IUD tembaga.
  • Perubahan Hormonal
    IUD hormonal melepaskan hormon progestin yang bekerja untuk menipiskan lapisan rahim dan mengubah lendir serviks. Perubahan hormonal ini dapat memengaruhi pola perdarahan, menyebabkan flek, perdarahan tidak teratur, atau siklus menstruasi yang lebih pendek sehingga terasa seperti dua kali menstruasi. IUD tembaga juga dapat memengaruhi hormon lokal di rahim, memicu perdarahan lebih berat dan sering.
  • Masa Adaptasi Awal
    Dalam beberapa bulan pertama setelah pemasangan IUD, tubuh sedang beradaptasi dengan keberadaan alat tersebut. Pada periode ini, perdarahan tidak teratur, termasuk menstruasi yang datang lebih cepat dari biasanya, adalah hal yang cukup umum terjadi. Seiring waktu, pola perdarahan seringkali akan kembali normal atau lebih stabil.
  • Posisi IUD Bergeser
    Jika IUD bergeser dari posisinya yang seharusnya, alat tersebut dapat mengiritasi dinding rahim dan menyebabkan perdarahan tidak normal, termasuk perdarahan yang lebih sering atau lebih banyak. Pergeseran IUD juga dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi.
  • Masalah Kesehatan Lain
    Perdarahan vagina yang tidak biasa tidak selalu berkaitan langsung dengan IUD. Kondisi medis lain seperti kista ovarium (kantong berisi cairan pada indung telur), polip rahim (pertumbuhan jaringan kecil pada lapisan rahim), mioma (tumor jinak pada dinding rahim), infeksi rahim atau leher rahim, atau ketidakseimbangan hormon lainnya juga dapat menyebabkan perdarahan yang tidak teratur.

Kapan Harus Konsultasi Dokter Kandungan?

Meskipun perdarahan yang lebih sering dengan IUD bisa menjadi normal, ada beberapa tanda yang menunjukkan perlunya konsultasi dengan dokter kandungan.

  • Perdarahan sangat banyak yang mengharuskan penggantian pembalut setiap satu jam atau kurang.
  • Menstruasi dua kali sebulan yang berlangsung secara terus-menerus dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Nyeri perut bagian bawah yang hebat atau kram yang tidak mereda dengan obat pereda nyeri.
  • Gejala lain seperti demam, keputihan tidak normal yang berbau, atau nyeri saat berhubungan intim.
  • Kekhawatiran akan kemungkinan IUD bergeser atau tidak pada tempatnya.

Diagnosis dan Penanganan Medis

Saat konsultasi, dokter kandungan akan melakukan beberapa langkah untuk menentukan penyebab perdarahan.

  • Pemeriksaan Fisik
    Dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengevaluasi posisi IUD dan kondisi organ reproduksi.
  • Ultrasonografi (USG)
    USG panggul dapat dilakukan untuk memverifikasi posisi IUD dan mendeteksi adanya kista, polip, mioma, atau masalah lain pada rahim dan indung telur.
  • Pemeriksaan Penunjang Lain
    Jika dicurigai ada infeksi atau ketidakseimbangan hormon, dokter mungkin akan menyarankan tes darah atau tes lainnya.

Berdasarkan diagnosis, dokter akan merekomendasikan penanganan yang sesuai. Ini bisa berupa observasi lebih lanjut, pemberian obat-obatan untuk mengurangi perdarahan, atau dalam kasus tertentu, dokter mungkin menyarankan pelepasan IUD jika perdarahan terus-menerus mengganggu, posisi IUD bergeser, atau ditemukan masalah medis lain yang memerlukan penanganan terpisah. Pemilihan metode kontrasepsi lain juga bisa menjadi pilihan.

Kesimpulan

Menstruasi dua kali sebulan saat menggunakan IUD adalah fenomena yang bisa terjadi karena adaptasi tubuh, perubahan hormonal, atau respons peradangan terhadap alat kontrasepsi. Meskipun seringkali merupakan hal yang normal, penting untuk tetap memantau kondisi ini.

Apabila perdarahan yang dialami sangat banyak, disertai nyeri hebat, atau menimbulkan kekhawatiran, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan. Melalui pemeriksaan medis yang tepat, penyebabnya dapat dipastikan dan penanganan yang sesuai dapat diberikan. Gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter kandungan secara virtual atau membuat janji temu di fasilitas kesehatan terdekat.