
Meriang Setiap Malam Gejala Apa Kenali Pemicu Dan Tandanya
Meriang Setiap Malam Gejala Apa? Yuk Kenali Penyebabnya

Kondisi badan terasa dingin, menggigil, atau panas-dingin secara konsisten pada waktu tertentu sering menimbulkan pertanyaan mengenai meriang setiap malam gejala apa. Meriang sebenarnya bukan merupakan penyakit mandiri, melainkan sebuah sinyal atau alarm dari sistem kekebalan tubuh yang sedang bereaksi terhadap gangguan kesehatan tertentu.
Fenomena peningkatan suhu tubuh di malam hari sering dikaitkan dengan ritme sirkadian tubuh yang secara alami mengalami fluktuasi suhu.
Suhu tubuh manusia cenderung meningkat pada sore dan malam hari, sehingga gejala infeksi atau peradangan akan terasa lebih nyata pada waktu tersebut. Ketika sistem imun mendeteksi adanya patogen seperti virus atau bakteri, tubuh akan meningkatkan suhu internal melalui proses metabolisme dan kontraksi otot (menggigil) untuk menghambat perkembangan mikroorganisme tersebut. Memahami penyebab di balik gejala ini sangat penting untuk menentukan langkah penanganan medis yang tepat.
Meriang Setiap Malam Gejala Apa Secara Medis
Munculnya rasa panas-dingin yang terjadi secara berulang setiap malam dapat mengindikasikan beberapa kondisi medis, mulai dari infeksi ringan hingga penyakit kronis yang memerlukan perhatian serius. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab medis yang sering mendasari keluhan tersebut:
- Infeksi Bakteri Kronis: Penyakit seperti Tuberkulosis (TBC) sering kali ditandai dengan demam ringan atau meriang yang disertai dengan keringat dingin di malam hari tanpa aktivitas fisik yang berat.
- Demam Tifoid: Penyakit tipes yang disebabkan bakteri Salmonella typhi memiliki karakteristik pola demam yang meningkat secara bertahap pada sore dan malam hari, namun menurun pada pagi hari.
- Infeksi Saluran Kemih (ISK): Peradangan pada saluran kemih akibat bakteri dapat menyebabkan tubuh terasa meriang dan pegal-pegal sebagai respons inflamasi sistemik.
- Infeksi Virus: Virus flu biasa, COVID-19, atau hepatitis sering kali memicu demam ringan dan meriang sebagai bentuk perlawanan imun tubuh terhadap invasi virus.
- Gangguan Tiroid: Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat mengganggu regulasi suhu tubuh, sehingga pengidapnya sering merasa kedinginan atau kepanasan di waktu yang tidak wajar.
Penyebab Meriang Akibat Faktor Eksternal dan Psikologis
Selain faktor infeksi mikroorganisme, meriang di malam hari juga dapat dipicu oleh kondisi fisik dan mental. Kelelahan kronis akibat aktivitas fisik yang berlebihan di siang hari sering kali membuat tubuh kesulitan melakukan regulasi suhu saat beristirahat. Ketika otot-otot tubuh sangat lelah, terjadi proses pemulihan jaringan yang terkadang memicu sensasi panas-dingin atau sumeng.
Kondisi stres psikologis dan kecemasan juga memiliki peran dalam munculnya gejala fisik ini. Stres dapat memengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur suhu tubuh dan aliran darah ke kulit. Hal ini menyebabkan seseorang merasa merinding atau menggigil meskipun suhu ruangan dalam keadaan normal. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara waktu bekerja dan waktu istirahat menjadi kunci utama dalam mencegah meriang akibat kelelahan.
Pertolongan Pertama dan Rekomendasi Produk Kesehatan
Jika gejala meriang atau demam ringan terjadi pada anak-anak, penting untuk segera memberikan penanganan yang aman dan efektif. Pengukuran suhu tubuh adalah langkah awal yang krusial, di mana seseorang dinyatakan demam jika suhu tubuh mencapai 38.1 derajat Celcius.
Selain itu, demam biasa dapat dikenali dengan melakukan cek terhadap keluhan yang menyertai, mulai dari ciri fisik seperti mata sayu dan wajah pucat, ekspresi anak yang lemas atau lesu, hingga keluhan badan seperti meriang atau sumeng.
Praxion Suspensi 60 ml dapat menjadi solusi yang tepat sebagai pertolongan pertama. Praxion Suspensi Sirup merupakan pertolongan pertama untuk membantu meredakan nyeri gigi ringan hingga sedang pada anak, seperti saat gigi berlubang, tumbuh gigi, atau setelah cabut gigi. Dengan kandungan paracetamol micronized, Praxion bekerja cepat mengurangi rasa atau persepsi nyeri sehingga anak menjadi lebih nyaman. Obat ini juga bisa digunakan untuk demam biasa (ringan-sedang).
Praxion Suspensi Sirup dapat dikonsumsi oleh anak mulai usia 0 tahun sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai resep yang dianjurkan dokter. Praxion aman digunakan selama dosis yang digunakan sesuai aturan pakai. Tersedia juga Praxion Forte Sirup untuk anak mulai usia 6 tahun yang membutuhkan dosis lebih sesuai dengan berat badan dan usianya.
Langkah Pencegahan dan Kapan Harus Menemui Dokter
Mencegah terjadinya meriang berulang memerlukan pola hidup yang mendukung sistem imun tetap optimal. Memastikan asupan cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga kelembapan sel dan membantu tubuh membuang racun melalui sistem ekskresi. Selain itu, mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan vitamin C dan zinc dapat membantu memperkuat benteng pertahanan tubuh dari serangan patogen.
Meskipun meriang sering kali bersifat ringan, terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang segera melakukan konsultasi medis di rumah sakit atau melalui layanan kesehatan terpercaya. Segera hubungi tenaga medis apabila meriang disertai dengan gejala berikut:
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun setelah pemberian obat pereda panas.
- Penurunan berat badan yang signifikan tanpa alasan yang jelas.
- Batuk terus-menerus selama lebih dari dua minggu (curiga gejala TBC).
- Nyeri hebat saat buang air kecil atau nyeri di area punggung bawah.
- Munculnya ruam pada kulit atau sesak napas yang mengganggu aktivitas.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah meriang setiap malam sering kali menjadi tanda adanya proses infeksi atau kelelahan yang perlu diwaspadai. Dengan menjaga kebersihan diri, istirahat yang cukup, dan memiliki persediaan obat penurun demam yang tepat, kesehatan tubuh dapat lebih terjaga dari berbagai risiko komplikasi penyakit lebih lanjut.


