Ad Placeholder Image

Meriang Setiap Sore: Normal atau Perlu ke Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Kok Meriang Setiap Sore Terus? Ini Alasannya Loh!

Meriang Setiap Sore: Normal atau Perlu ke Dokter?Meriang Setiap Sore: Normal atau Perlu ke Dokter?

Meriang Setiap Sore: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengalami badan meriang setiap sore merupakan keluhan umum yang seringkali menimbulkan pertanyaan. Kondisi ini ditandai dengan perasaan hangat, lemas, atau tidak enak badan, meskipun suhu tubuh mungkin tidak selalu menunjukkan demam tinggi. Gejala ini bisa menjadi indikasi berbagai hal, mulai dari kelelahan biasa hingga pertanda awal infeksi atau kondisi medis tertentu yang memerlukan perhatian.

Memahami penyebab di balik meriang yang muncul secara teratur di sore hari adalah langkah penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Seringkali, penyebabnya relatif ringan dan dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup. Namun, dalam beberapa kasus, meriang setiap sore bisa menjadi sinyal tubuh bahwa ada sesuatu yang lebih serius sedang terjadi.

Apa Itu Meriang?

Meriang adalah sensasi tidak nyaman yang sering diartikan sebagai suhu tubuh yang sedikit meningkat atau perasaan ingin demam. Istilah medis yang mendekati adalah subfebris, yaitu suhu tubuh di atas normal tetapi belum mencapai ambang demam (biasanya di bawah 38°C). Sensasi meriang bisa disertai dengan gejala lain seperti pegal-pegal, lemas, atau menggigil ringan.

Kondisi ini merupakan respons alami tubuh terhadap berbagai stimulus. Meriang bukan suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu kondisi mendasar yang perlu diidentifikasi.

Mengapa Badan Meriang Setiap Sore?

Fenomena badan meriang setiap sore dapat disebabkan oleh beragam faktor. Fluktuasi suhu tubuh alami sepanjang hari, respons terhadap aktivitas harian, atau indikasi kondisi kesehatan tertentu menjadi penyebab yang mungkin. Penting untuk mengamati pola dan gejala penyerta lainnya untuk membantu mengidentifikasi akar masalahnya.

Beberapa penyebab umum dapat dikategorikan menjadi faktor sehari-hari dan kondisi medis yang lebih serius.

Faktor Sehari-hari yang Memicu Meriang Sore

Banyak kasus meriang sore hari berkaitan erat dengan aktivitas dan kondisi tubuh selama seharian penuh. Ini adalah penyebab yang paling sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya.

  • Kelelahan Fisik dan Mental. Aktivitas fisik yang berat atau tuntutan pekerjaan yang tinggi sepanjang hari dapat menguras energi tubuh. Kelelahan ekstrem seringkali memicu tubuh bereaksi dengan sensasi meriang di sore hari, sebagai tanda bahwa tubuh membutuhkan istirahat.
  • Stres. Tekanan emosional atau stres psikologis yang berkepanjangan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Tubuh yang stres dapat mengeluarkan hormon tertentu yang menyebabkan perubahan suhu dan perasaan tidak nyaman, termasuk meriang.
  • Dehidrasi. Kurangnya asupan cairan sepanjang hari dapat mengganggu fungsi normal tubuh, termasuk regulasi suhu. Dehidrasi ringan seringkali membuat seseorang merasa lemas dan meriang, terutama setelah beraktivitas seharian.
  • Fluktuasi Hormon Alami Tubuh. Beberapa orang, terutama wanita, mungkin mengalami fluktuasi hormon yang memengaruhi suhu tubuh. Perubahan hormonal harian atau siklus menstruasi dapat menyebabkan sensasi meriang pada waktu-waktu tertentu, termasuk sore hari.

Meriang Sore sebagai Tanda Awal Infeksi

Meriang setiap sore juga bisa menjadi gejala awal dari infeksi yang sedang berkembang di dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh mulai bereaksi terhadap patogen, dan salah satu responsnya adalah peningkatan suhu.

  • Flu dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Gejala awal flu atau ISPA seringkali diawali dengan meriang, pegal-pegal, dan rasa tidak enak badan yang memburuk di sore hari.
  • Infeksi Saluran Kemih (ISK). ISK dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk demam ringan atau meriang, terutama jika infeksi sudah mulai menyebar atau bertahan cukup lama.
  • Tifus. Demam tifoid atau tifus dikenal dengan pola demam yang meningkat secara bertahap, seringkali mencapai puncaknya di sore atau malam hari, disertai meriang dan gejala pencernaan.
  • Malaria. Bagi individu yang tinggal atau bepergian ke daerah endemik, meriang yang diikuti demam tinggi dengan pola tertentu (misalnya, setiap dua atau tiga hari) bisa menjadi indikasi malaria.

Kondisi Medis Lain yang Perlu Diwaspadai

Jika meriang setiap sore berlangsung terus-menerus dan disertai gejala lain yang tidak biasa, ini bisa menjadi pertanda kondisi medis yang lebih serius.

  • Gangguan Autoimun. Penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis dapat menyebabkan peradangan kronis yang memicu demam ringan atau meriang yang persisten.
  • Masalah Tiroid. Gangguan pada kelenjar tiroid, seperti hipertiroidisme, dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan menyebabkan fluktuasi suhu atau perasaan panas dingin.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Meskipun seringkali ringan, ada situasi di mana meriang setiap sore membutuhkan evaluasi medis. Jika meriang berlangsung lebih dari tiga hari secara terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan. Hal ini juga berlaku jika meriang disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti penurunan berat badan yang tidak disengaja, nyeri hebat, ruam, sesak napas, atau pembengkakan.

Diagnosis yang tepat dari dokter akan membantu mengidentifikasi penyebab pasti dan memastikan penanganan yang sesuai. Penundaan bisa memperburuk kondisi yang mendasari.

Langkah Awal Mengatasi Meriang Setiap Sore di Rumah

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk meredakan sensasi meriang dan meningkatkan kenyamanan tubuh.

  • Banyak Minum Air Putih. Pastikan asupan cairan cukup sepanjang hari untuk mencegah dehidrasi. Air putih membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal dan mengatur suhu.
  • Istirahat Cukup. Berikan tubuh waktu yang cukup untuk pulih dari kelelahan harian. Tidur yang berkualitas dan waktu istirahat yang memadai sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh.
  • Makan Makanan Bergizi. Konsumsi makanan seimbang yang kaya vitamin dan mineral. Nutrisi yang cukup mendukung daya tahan tubuh dan membantu melawan infeksi.
  • Kompres Hangat. Kompres hangat pada dahi atau area tubuh yang terasa tidak nyaman dapat membantu meredakan sensasi meriang dan membuat tubuh lebih rileks.
  • Kelola Stres. Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau hobi yang menyenangkan untuk mengurangi tingkat stres.

Pencegahan Meriang Setiap Sore

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa kebiasaan sehat dapat membantu mengurangi risiko mengalami meriang setiap sore.

  • Pertahankan pola tidur yang teratur dan cukup.
  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang, kaya buah serta sayuran.
  • Rutin berolahraga secara moderat.
  • Minum air putih yang cukup setiap hari.
  • Hindari stres berlebihan dan kelola dengan baik.
  • Cuci tangan secara teratur untuk mencegah penularan infeksi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis dari Halodoc

Badan meriang setiap sore dapat menjadi gejala dari berbagai kondisi, mulai dari kelelahan ringan hingga indikasi infeksi atau masalah medis yang lebih serius. Penting untuk tidak mengabaikan sinyal tubuh ini, terutama jika berlangsung lebih dari tiga hari atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

Untuk diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, seseorang dapat dengan mudah berbicara dengan dokter tepercaya, mendapatkan saran medis, dan memahami langkah selanjutnya yang perlu diambil tanpa perlu keluar rumah. Menjaga gaya hidup sehat dengan istirahat cukup, hidrasi optimal, dan nutrisi seimbang juga merupakan kunci utama untuk menjaga daya tahan tubuh.