Ad Placeholder Image

Meriang Tiap Sore Malam: Penyebab dan Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Badan Meriang Tiap Sore Malam, Kenali Pemicunya

Meriang Tiap Sore Malam: Penyebab dan Cara MengatasiMeriang Tiap Sore Malam: Penyebab dan Cara Mengatasi

Badan Meriang Setiap Sore dan Malam: Penyebab, Gejala, dan Kapan Perlu Waspada

Mengalami badan meriang setiap sore dan malam hari bisa menjadi pengalaman yang tidak nyaman dan memicu kekhawatiran. Kondisi ini sering kali merupakan respons alami tubuh terhadap suatu kondisi, mulai dari yang ringan hingga indikasi masalah kesehatan yang lebih serius. Memahami penyebab di balik gejala ini penting untuk penanganan yang tepat.

Apa Itu Meriang?

Meriang atau demam ringan merupakan kondisi ketika suhu tubuh sedikit lebih tinggi dari normal, namun belum mencapai ambang batas demam tinggi. Seseorang mungkin merasa tidak enak badan, menggigil, atau merasa kedinginan meskipun suhu di sekitarnya normal. Pola meriang yang muncul di waktu tertentu, seperti setiap sore atau malam, menunjukkan adanya siklus atau pemicu spesifik dalam tubuh.

Mengapa Badan Meriang Setiap Sore dan Malam?

Munculnya rasa tidak enak badan atau meriang pada sore dan malam hari dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebabnya umum dan relatif tidak berbahaya, sementara yang lain memerlukan perhatian medis.

Penyebab Umum Badan Meriang Setiap Sore dan Malam

  • Infeksi Virus atau Bakteri Ringan: Flu, pilek, atau infeksi saluran pernapasan atas seringkali memicu demam ringan yang memburuk di sore atau malam hari. Sistem kekebalan tubuh bekerja lebih keras saat beristirahat, menyebabkan peningkatan suhu.
  • Kelelahan Fisik atau Stres: Aktivitas fisik yang berlebihan atau tekanan mental yang tinggi dapat melemahkan sistem imun. Akibatnya, tubuh lebih rentan terhadap infeksi ringan atau mengalami reaksi peradangan yang memicu meriang.

Penyebab Lain yang Perlu Diperhatikan

  • Infeksi Spesifik: Beberapa jenis infeksi menunjukkan pola demam yang khas. Contohnya, Infeksi Saluran Kemih (ISK), Tuberkulosis (TBC), Demam Tifoid (Tifus), atau Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat menyebabkan demam yang cenderung memuncak di sore atau malam hari.
  • Fluktuasi Hormonal: Perubahan hormon, terutama pada wanita, bisa mempengaruhi regulasi suhu tubuh. Hal ini bisa terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause.
  • Kekurangan Nutrisi: Defisiensi vitamin atau mineral tertentu, seperti kekurangan zat besi (anemia), dapat memengaruhi fungsi tubuh secara keseluruhan. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh lebih mudah merasa lelah dan mengalami demam ringan.
  • Penyakit Autoimun: Kondisi seperti rheumatoid arthritis atau lupus menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat. Aktivitas autoimun ini dapat memicu peradangan kronis dan demam yang berulang.
  • Gangguan Tiroid: Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Ini bisa mengakibatkan perubahan suhu tubuh dan gejala lain seperti kelelahan.

Gejala Penyerta Badan Meriang

Selain rasa hangat di badan, meriang setiap sore dan malam dapat disertai beberapa gejala lain. Gejala penyerta ini bisa memberikan petunjuk mengenai penyebabnya. Beberapa gejala yang mungkin timbul antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Kelelahan dan lemas.
  • Tenggorokan tidak nyaman.
  • Batuk atau pilek.
  • Menggigil.
  • Hilang nafsu makan.

Penanganan Awal di Rumah

Apabila merasakan badan meriang setiap sore dan malam, beberapa langkah awal dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya. Tindakan ini bertujuan untuk membantu tubuh pulih dan meningkatkan kenyamanan:

  • Istirahat Cukup: Memberikan waktu istirahat yang memadai sangat penting agar tubuh dapat memulihkan diri.
  • Minum Banyak Cairan: Konsumsi air putih atau minuman hangat seperti teh herbal membantu mencegah dehidrasi. Cairan juga membantu mengeluarkan toksin dari tubuh.
  • Konsumsi Makanan Bergizi: Asupan nutrisi yang baik mendukung sistem kekebalan tubuh. Pilihlah makanan yang mudah dicerna seperti sup ayam atau bubur.
  • Parasetamol: Jika meriang disertai rasa tidak nyaman atau nyeri, konsumsi parasetamol sesuai dosis yang direkomendasikan dapat membantu meredakan gejala.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus meriang dapat diatasi dengan penanganan di rumah, ada beberapa situasi yang memerlukan konsultasi medis. Segera cari pertolongan dokter jika:

  • Meriang berlanjut atau memburuk setelah beberapa hari.
  • Disertai demam tinggi (di atas 38°C).
  • Muncul gejala serius lainnya seperti sesak napas, nyeri hebat, ruam kulit, atau kaku pada leher.
  • Meriang terjadi pada bayi, lansia, atau individu dengan kondisi medis kronis.
  • Tidak membaik dengan penanganan awal yang dilakukan di rumah.

Pentingnya Diagnosis Akurat

Untuk mengetahui penyebab pasti dari badan meriang setiap sore dan malam, diagnosis oleh profesional medis sangat penting. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan mengumpulkan riwayat medis. Tes penunjang seperti tes darah atau urin mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi adanya infeksi atau kondisi medis lainnya.

Hasil tes ini akan membantu dokter menentukan diagnosis yang akurat. Penanganan yang efektif sangat bergantung pada identifikasi penyebab yang mendasari. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi jika gejala tidak membaik.

Pencegahan Meriang Berulang

Menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko badan meriang berulang. Beberapa tips pencegahan meliputi:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.
  • Mengonsumsi makanan seimbang yang kaya vitamin dan mineral.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Memastikan tidur yang cukup dan berkualitas.
  • Mengelola stres dengan teknik relaksasi atau hobi.
  • Mendapatkan vaksinasi yang direkomendasikan sesuai jadwal.

Badan meriang setiap sore dan malam hari bisa menjadi pertanda bahwa tubuh sedang melawan sesuatu atau menunjukkan adanya ketidakseimbangan. Penting untuk tidak menyepelekan gejala yang persisten atau memburuk. Jika mengalami kekhawatiran atau gejala tidak kunjung membaik, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.