Ad Placeholder Image

Meski Berbau Tak Sedap, Ini 5 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Manfaat jengkol banyak untuk kesehatan, dengan tips aman konsumsi dan dua resep olahan praktis.

Meski Berbau Tak Sedap, Ini 5 Manfaat Jengkol bagi KesehatanMeski Berbau Tak Sedap, Ini 5 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan

DAFTAR ISI


Jengkol (Archidendron pauciflorum) adalah salah satu bahan pangan yang sangat populer di Indonesia. Meskipun dikenal memiliki aroma yang sangat menyengat dan sering kali dihindari karena menyebabkan bau mulut serta bau urine yang tajam, jengkol memiliki penggemar setia. Di balik aromanya yang khas, jengkol sebenarnya menyimpan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dalam batas wajar dan diolah dengan benar.

Sebagai bagian dari keluarga polong-polongan (Fabaceae), jengkol mengandung berbagai senyawa aktif yang memiliki potensi farmakologis. Di masyarakat, jengkol sering diolah menjadi semur, rendang, hingga lalapan. Namun, penting bagi kamu untuk memahami bahwa meskipun bermanfaat, jengkol juga memiliki sisi lain yang perlu diwaspadai, terutama terkait kandungan asam jengkolat yang dapat memicu gangguan pada ginjal jika dikonsumsi berlebihan.

Memahami khasiat jengkol bukan hanya soal menikmati rasanya, tetapi juga tentang bagaimana mengoptimalkan asupan nutrisinya tanpa mengabaikan aspek keamanan medis. Banyak orang yang belum menyadari bahwa jengkol kaya akan protein, serat, dan berbagai mineral penting seperti kalsium dan zat besi yang jarang ditemukan dalam jumlah tinggi pada sayuran lain. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai manfaat kesehatan dari jengkol serta panduan keamanannya bagi kamu.

Nah, mau tahu apa saja khasiat jengkol dan bagaimana cara mengonsumsinya dengan aman? Berikut ulasannya!

Kandungan Nutrisi dalam Jengkol

Sebelum membahas manfaatnya secara spesifik, penting untuk melihat profil nutrisi dari jengkol. Dalam 100 gram jengkol mentah, terkandung berbagai nutrisi esensial seperti:

  • Protein: Jengkol memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis kacang-kacangan lainnya. Protein berperan penting dalam perbaikan sel dan pertumbuhan jaringan tubuh.
  • Serat: Kandungan seratnya yang melimpah sangat baik untuk kesehatan sistem pencernaan dan membantu mencegah sembelit.
  • Kalsium dan Fosfor: Dua mineral ini sangat krusial untuk menjaga kepadatan tulang dan kesehatan gigi.
  • Zat Besi: Jengkol merupakan sumber zat besi yang baik, yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia.
  • Vitamin: Mengandung vitamin A, vitamin B kompleks (termasuk B1 dan B2), serta vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan.
  • Senyawa Fitokimia: Jengkol kaya akan alkaloid, terpenoid, saponin, flavonoid, dan tanin yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan.

Deretan Khasiat Jengkol bagi Kesehatan

Banyak penelitian mulai mengeksplorasi potensi jengkol dalam dunia medis. Berikut adalah beberapa khasiat jengkol yang perlu kamu ketahui:

1. Mencegah Anemia (Kekurangan Darah)

Kandungan zat besi yang tinggi dalam jengkol sangat efektif untuk membantu produksi hemoglobin di dalam tubuh. Hemoglobin berfungsi mengikat oksigen dalam darah untuk dialirkan ke seluruh organ. Dengan mengonsumsi jengkol dalam porsi yang tepat, kamu dapat membantu tubuh memenuhi kebutuhan zat besi harian, sehingga gejala anemia seperti cepat lelah, pusing, dan pucat dapat diminimalisir.

2. Mendukung Kesehatan Tulang dan Gigi

Kalsium dan fosfor adalah komponen utama dalam struktur tulang. Jengkol mengandung mineral-mineral ini dalam jumlah yang signifikan. Konsumsi jengkol secara rutin (namun tidak berlebihan) dapat membantu mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis, terutama pada orang dewasa dan lansia. Gigi pun menjadi lebih kuat dan tidak mudah berlubang jika asupan kalsium harian tercukupi.

3. Mengatasi Masalah Sembelit

Serat pangan adalah kunci dari kelancaran sistem pencernaan. Serat dalam jengkol membantu menambah massa feses dan melunakkannya, sehingga proses buang air besar (BAB) menjadi lebih teratur. Jika kamu sering mengalami kesulitan BAB, mengonsumsi jengkol dalam batas wajar bisa menjadi solusi alami untuk membantu melancarkan saluran cerna.

4. Sumber Antioksidan Alami

Kandungan polifenol, flavonoid, dan vitamin C dalam jengkol bertindak sebagai antioksidan yang kuat. Antioksidan berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan memicu berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Dengan asupan antioksidan yang cukup, sistem imun tubuh juga akan bekerja lebih optimal.

5. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa jengkol memiliki potensi efek hipoglikemik atau kemampuan menurunkan kadar gula darah. Hal ini dikarenakan kandungan serat dan senyawa bioaktif tertentu yang dapat memperlambat penyerapan glukosa di usus. Namun, bagi penderita diabetes, hal ini tetap harus dikonsultasikan dengan dokter karena risikonya terhadap ginjal (asam jengkolat) bisa berbenturan dengan kondisi nefropati diabetik.

Tips Mengurangi Bau Setelah Makan Jengkol
  1. Rendam jengkol dalam air kapur sirih atau air cucian beras sebelum dimasak untuk mengurangi kandungan asam jengkolat dan aroma menyengat.
  2. Konsumsi kopi hitam tanpa gula atau kunyah beras setelah makan jengkol untuk menetralisir bau mulut.
  3. Minum air putih yang banyak untuk membantu pembilasan sisa metabolisme jengkol melalui urine.

Waspadai Risiko Asam Jengkolat (Jengkolan)

Meskipun memiliki banyak manfaat, jengkol mengandung asam jengkolat (djenkolic acid), yaitu sejenis asam amino non-protein yang mengandung sulfur. Jika asam ini menumpuk di dalam ginjal, ia dapat membentuk kristal tajam yang bisa melukai saluran kemih. Kondisi ini dikenal masyarakat sebagai “jengkolan”.

Gejala jengkolan antara lain adalah nyeri pinggang yang hebat, nyeri saat buang air kecil, urine berwarna keruh atau disertai darah (hematuria), hingga kesulitan buang air kecil sama sekali. Jika kamu merasakan gejala nyeri saat buang air kecil setelah mengonsumsi jengkol, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Untuk meminimalkan risiko ini, sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi jengkol mentah secara berlebihan dan selalu pastikan jengkol dimasak hingga benar-benar empuk. Perebusan yang lama dapat membantu mengurangi kadar asam jengkolat di dalam bijinya.

Studi Mengenai Khasiat Jengkol

The Journal of Ethnopharmacology pernah membahas mengenai penggunaan tradisional tumbuhan genus Archidendron dalam pengobatan berbagai keluhan di Asia Tenggara. Studi tersebut mencatat bahwa jengkol secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan gejala diabetes dan sebagai pembersih darah, meskipun mekanismenya secara klinis masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.

Selain itu, penelitian lokal di Indonesia juga menunjukkan bahwa ekstrak kulit jengkol memiliki aktivitas antimikroba yang cukup baik terhadap bakteri tertentu. Hal ini memperkuat posisi jengkol sebagai tanaman dengan potensi farmakologis yang luas, tidak hanya pada bijinya tetapi juga pada bagian lain dari tumbuhan tersebut.

Penting untuk diingat bahwa jengkol bukanlah obat utama untuk penyakit kronis. Fungsinya lebih kepada asupan nutrisi pelengkap yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selalu seimbangkan dengan pola makan bergizi seimbang lainnya agar kebutuhan nutrisi makro dan mikro kamu tetap terpenuhi dengan baik.

Bagi kamu yang ingin menjaga kesehatan atau sedang dalam masa pemulihan setelah sakit, pastikan juga asupan vitamin dan mineral harian terpenuhi. Untuk mendukung pemulihan atau menjaga daya tahan tubuh, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Jika kamu memiliki riwayat penyakit ginjal, sangat disarankan untuk menghindari konsumsi jengkol sepenuhnya. Sifat asam jengkolat yang dapat mengkristal akan memperberat kerja ginjal yang sudah mengalami gangguan. Konsultasikan selalu kondisi kesehatanmu dengan tenaga medis profesional sebelum melakukan perubahan diet yang signifikan.

Referensi:
Data Komposisi Pangan Indonesia. Diakses pada 2026. Jengkol, Biji Mentah.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Keracunan Asam Jengkolat (Jengkolan).
Journal of Ethnopharmacology. Diakses pada 2026. Potential medicinal benefits of Archidendron pauciflorum.
PubMed – National Institutes of Health. Diakses pada 2026. Djenkolic acid and its effect on renal function.

FAQ

1. Apakah jengkol aman dikonsumsi setiap hari?

Tidak disarankan mengonsumsi jengkol setiap hari dalam jumlah banyak karena risiko penumpukan asam jengkolat di ginjal yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut atau jengkolan. Konsumsilah secukupnya dan tidak terlalu sering.

2. Bagaimana cara paling aman memasak jengkol?

Cara paling aman adalah dengan merebus jengkol dalam waktu yang lama dan mengganti air rebusannya beberapa kali. Proses ini membantu melarutkan sebagian asam jengkolat sehingga lebih aman bagi ginjal.

3. Apakah ibu hamil boleh makan jengkol?

Ibu hamil boleh mengonsumsi jengkol dalam jumlah yang sangat terbatas sebagai variasi makanan, namun harus sangat waspada terhadap risiko jengkolan yang dapat memperumit kondisi kehamilan dan fungsi ginjal.

4. Mengapa urine berbau tajam setelah makan jengkol?

Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa sulfur (asam jengkolat) yang ikut terbuang melalui urine setelah proses metabolisme di dalam tubuh. Bau ini bersifat sementara dan akan hilang dengan banyak minum air putih.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.