Kapan Waktu Tepat Mewarnai Rambut Setelah Bleaching?

DAFTAR ISI
- Mengenal Proses Bleaching Rambut
- Apakah Setelah Bleaching Boleh Langsung Diwarnai?
- Risiko Mewarnai Rambut Tanpa Jeda
- Tips Perawatan Rambut Setelah Bleaching
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Mewarnai rambut telah menjadi tren gaya hidup yang sangat populer di Indonesia, mulai dari warna-warna natural hingga warna pastel yang cerah. Namun, untuk mencapai warna yang terang dan sesuai ekspektasi, proses bleaching atau penghilangan pigmen alami rambut sering kali menjadi tahapan yang wajib dilewati. Proses ini melibatkan bahan kimia kuat yang bekerja dengan cara membuka kutikula rambut dan mengoksidasi melanin di dalamnya.
Banyak orang sering bertanya-tanya, apakah setelah proses yang cukup ekstrem ini, rambut boleh langsung ditimpa dengan cat warna? Pertanyaan mengenai apakah setelah bleaching boleh langsung diwarnai sangatlah penting untuk dipahami agar kesehatan rambut tetap terjaga. Jika dilakukan secara sembarangan, rambut yang sudah rapuh akibat bleaching bisa mengalami kerusakan permanen, seperti tekstur yang menyerupai karet hingga kerontokan parah.
Sebagai langkah pencegahan, sangat penting bagi kamu untuk memahami kondisi rambut sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur kimia berturut-turut. Jika kamu mengalami masalah kulit kepala atau rambut rontok yang abnormal setelah melakukan prosedur ini, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Nah, mau tahu apa saja ulasan mendalam mengenai prosedur pewarnaan rambut setelah bleaching serta cara menjaganya agar tetap sehat? Berikut ulasannya!
Mengenal Proses Bleaching Rambut
Bleaching adalah proses kimia yang menggunakan zat oksidasi, biasanya hidrogen peroksida yang dicampur dengan bubuk pemutih (persulfat). Fungsinya adalah untuk mengangkat warna alami rambut (melanin) agar rambut menjadi jauh lebih terang. Tanpa bleaching, warna-warna seperti ash blonde, biru, atau merah muda tidak akan muncul secara maksimal pada rambut asli orang Indonesia yang cenderung gelap.
Namun, proses ini tidaklah “gratis” bagi kesehatan rambut. Saat bleaching diaplikasikan, kutikula (lapisan terluar rambut) dipaksa terbuka lebar agar bahan kimia bisa masuk ke korteks (bagian tengah rambut). Proses ini menghilangkan kelembapan alami, minyak, dan protein (keratin) yang menjaga kekuatan batang rambut. Hasilnya, rambut yang baru di-bleaching akan memiliki porositas yang sangat tinggi—artinya, ia sangat cepat menyerap air dan bahan kimia, tetapi juga sangat cepat melepaskannya.
Apakah Setelah Bleaching Boleh Langsung Diwarnai?
Jawaban singkatnya adalah: Tergantung pada jenis pewarna yang digunakan dan kondisi rambut kamu.
1. Penggunaan Toner atau Semi-Permanent Dye
Dalam dunia profesional, penggunaan toner atau cat rambut semi-permanen biasanya dilakukan langsung setelah proses bleaching. Hal ini bertujuan untuk menetralkan warna kekuningan atau kemerahan (brassiness) yang muncul setelah pigmen rambut diangkat. Pewarna jenis ini umumnya tidak mengandung amonia dan menggunakan volume pengembang (developer) yang sangat rendah, sehingga relatif aman dilakukan segera setelah bleaching.
2. Penggunaan Permanent Dye (Cat Rambut Permanen)
Berbeda dengan toner, cat rambut permanen biasanya mengandung amonia dan membutuhkan developer dengan volume yang lebih tinggi untuk memasukkan pigmen ke dalam batang rambut. Jika kamu bertanya apakah boleh langsung menggunakan cat permanen setelah bleaching, para ahli sangat menyarankan untuk memberikan jeda waktu minimal 7 hingga 14 hari. Memberikan waktu istirahat memungkinkan kutikula untuk sedikit menutup kembali dan kelembapan alami rambut pulih secara perlahan.
Tanda Rambut Mengalami Over-Processing
- Rambut terasa lembek dan elastis seperti karet saat basah.
- Ujung rambut sangat kering dan mudah patah saat disisir.
- Rambut kehilangan kilau alaminya dan terasa kasar seperti sapu ijuk.
Risiko Mewarnai Rambut Tanpa Jeda
Memaksakan pewarnaan segera setelah bleaching, terutama jika dilakukan sendiri di rumah tanpa pengawasan profesional, membawa beberapa risiko kesehatan rambut yang signifikan:
1. Kerusakan Korteks Rambut
Ketika dua proses kimia kuat dilakukan berturut-turut, korteks rambut bisa mengalami kerusakan struktur yang parah. Rambut bisa kehilangan elastisitasnya dan menjadi sangat rapuh.
2. Iritasi Kulit Kepala
Bleaching seringkali membuat kulit kepala menjadi lebih sensitif atau bahkan menyebabkan luka mikro. Mengaplikasikan cat rambut segera setelahnya bisa menyebabkan sensasi terbakar, kemerahan, hingga dermatitis kontak.
3. Warna Tidak Merata
Karena porositas rambut yang tidak merata setelah bleaching, pigmen warna mungkin akan terserap lebih gelap di area tertentu dan sangat terang di area lainnya. Hasil warnanya pun cenderung akan lebih cepat luntur karena kutikula tidak mampu mengunci warna dengan baik.
Tips Perawatan Rambut Setelah Bleaching
Jika kamu telah memutuskan untuk mewarnai rambut, pastikan kamu memberikan nutrisi tambahan agar rambut tidak rusak total. Untuk menunjang kesehatan rambut dari dalam, kamu bisa beli obat online di Halodoc, terutama suplemen vitamin rambut yang mengandung biotin dan zinc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
1. Gunakan Deep Conditioning
Lakukan perawatan masker rambut atau deep conditioning minimal seminggu sekali. Cari produk yang mengandung protein keratin atau minyak argan untuk membantu mengisi celah pada kutikula yang rusak.
2. Hindari Suhu Panas
Rambut yang baru di-bleaching dan diwarnai sangat rentan terhadap panas. Sebisa mungkin hindari penggunaan hair dryer, catokan, atau pengeriting rambut setidaknya selama satu minggu pertama.
3. Gunakan Sampo Khusus
Gunakan sampo bebas sulfat (sulfate-free) atau purple shampoo jika warna rambutmu pirang/ash. Sulfat dapat mengangkat minyak alami rambut dan mempercepat lunturnya warna.
Kapan Harus ke Dokter?
Masalah rambut akibat proses kimia terkadang bukan hanya sekadar estetika, tapi bisa berkaitan dengan reaksi alergi berat atau kerusakan folikel. Kamu harus segera mencari bantuan profesional medis jika:
- Kulit kepala terasa panas membara, bengkak, atau mengeluarkan cairan setelah pewarnaan.
- Terjadi kerontokan rambut dalam jumlah besar (gumpalan) saat keramas atau menyisir.
- Timbul gatal-gatal hebat atau ruam yang menyebar ke wajah dan leher.
Studi Mengenai Kerusakan Rambut Akibat Bleaching
International Journal of Trichology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan bahan oksidasi secara berulang tanpa interval waktu yang cukup dapat menyebabkan degradasi protein keratin secara signifikan. Studi ini menekankan bahwa kerusakan pada serat rambut bersifat kumulatif, artinya semakin sering dilakukan tanpa pemulihan, semakin besar kemungkinan terjadi patah rambut permanen.
Penelitian lain menunjukkan bahwa kelembapan rambut berkurang hingga 60% setelah satu kali sesi bleaching dengan volume developer tinggi. Hal ini mendukung rekomendasi para ahli untuk memberikan jeda waktu agar rambut dapat merehidrasi dirinya sendiri sebelum terpapar zat kimia lainnya.
FAQ
1. Apakah boleh mewarnai rambut 1 hari setelah bleaching?
Boleh saja jika menggunakan toner atau pewarna semi-permanen tanpa amonia. Namun, jika menggunakan cat permanen, sebaiknya tunggu minimal 7 hari agar kulit kepala dan batang rambut tidak terlalu stres.
2. Apa yang harus dilakukan jika rambut terasa seperti karet setelah bleaching?
Jangan diwarnai terlebih dahulu! Gunakan produk protein treatment atau bond builder untuk memperkuat struktur rambut. Hindari menyisir rambut saat basah karena rambut akan sangat mudah putus.
3. Mengapa warna rambut cepat luntur setelah bleaching?
Karena kutikula rambut yang terbuka lebar membuat pigmen warna mudah keluar saat terkena air atau sampo. Pastikan selalu menggunakan air dingin saat keramas untuk membantu menutup kutikula.
4. Apakah bleaching merusak akar rambut?
Secara teori, bleaching diaplikasikan pada batang rambut. Namun, jika cairan bleaching mengenai kulit kepala terlalu lama, ia dapat merusak folikel rambut dan menghambat pertumbuhan rambut baru.
Punya Masalah Rambut Setelah Bleaching? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan rambut rusak atau iritasi kulit kepala setelah bleaching, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



