Ad Placeholder Image

Mimisan pada Anak Saat Demam? Kenali DBD, Ini Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Anak Mimisan Saat Demam: Normal atau Tanda Bahaya?

Mimisan pada Anak Saat Demam? Kenali DBD, Ini SolusinyaMimisan pada Anak Saat Demam? Kenali DBD, Ini Solusinya

Memahami Mimisan pada Anak Saat Demam: Panduan Lengkap dan Kapan Harus Waspada

Mimisan pada anak saat demam dapat menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Kondisi ini sering kali terjadi akibat pembuluh darah di hidung yang melebar karena suhu tubuh tinggi, membuatnya lebih rapuh dan mudah pecah. Meskipun sering tidak berbahaya, mimisan yang disertai demam juga bisa menjadi pertanda kondisi medis yang memerlukan perhatian lebih serius, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) atau infeksi virus tertentu.

Penyebab Mimisan pada Anak yang Sedang Demam

Ada beberapa alasan mengapa anak bisa mengalami mimisan saat demam. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam penanganan awal dan menentukan kapan harus mencari bantuan medis.

Pembuluh Darah yang Melebar

Saat tubuh anak mengalami demam, suhu inti tubuh meningkat. Peningkatan suhu ini menyebabkan pembuluh darah kecil di seluruh tubuh, termasuk di dalam hidung, melebar atau membesar. Pembuluh darah yang melebar menjadi lebih tipis dan rentan pecah, bahkan oleh tekanan ringan seperti menggosok hidung atau bersin, yang kemudian memicu mimisan.

Potensi Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Infeksi Lain

Selain penyebab umum di atas, mimisan pada anak saat demam juga bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu kondisi yang patut diwaspadai, di mana infeksi virus menyebabkan penurunan jumlah trombosit yang penting untuk pembekuan darah. Infeksi virus lain dengan demam tinggi yang tidak kunjung turun atau disertai gejala seperti tubuh lemas, timbulnya bintik merah di kulit, atau tanda-tanda pendarahan lain juga memerlukan evaluasi medis.

Pertolongan Pertama Saat Anak Mimisan pada Demam

Ketika anak mengalami mimisan saat demam, penting untuk tetap tenang dan memberikan pertolongan pertama yang tepat. Langkah-langkah ini dapat membantu menghentikan pendarahan dan mengurangi kecemasan anak.

  • Tenangkan Anak: Bantu anak untuk tetap tenang karena panik dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk pendarahan.
  • Duduk Tegak Condong ke Depan: Minta anak untuk duduk tegak dan condongkan kepalanya sedikit ke depan. Posisi ini mencegah darah mengalir ke tenggorokan yang bisa menyebabkan mual atau tersedak.
  • Jepit Cuping Hidung: Gunakan jari telunjuk dan ibu jari untuk menjepit cuping hidung (bagian lunak hidung) selama 5-10 menit secara terus-menerus. Bernapaslah melalui mulut selama proses ini.
  • Kompres Dingin: Tempelkan kompres dingin atau es yang dibungkus kain di pangkal hidung atau dahi anak. Kompres dingin membantu menyempitkan pembuluh darah dan mempercepat penghentian pendarahan.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus mimisan tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang mengharuskan konsultasi medis segera. Memperhatikan tanda-tanda ini sangat penting untuk memastikan anak mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Pendarahan hidung sangat banyak atau tidak berhenti setelah 15-20 menit penekanan langsung.
  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun atau semakin memberat.
  • Mimisan disertai dengan gejala lain seperti tubuh sangat lemas, pucat, pusing, atau tampak bingung.
  • Muncul bintik-bintik merah di kulit atau memar yang tidak jelas penyebabnya.
  • Mimisan terjadi setelah cedera kepala atau wajah.
  • Mimisan sering berulang tanpa pemicu yang jelas.

Pencegahan Mimisan Berulang pada Anak

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk membantu mencegah mimisan berulang, terutama jika anak memiliki riwayat mimisan.

  • Jaga kelembapan udara di lingkungan anak, terutama saat cuaca kering, dengan menggunakan pelembap ruangan (humidifier).
  • Hindari anak mengorek hidung atau membuang ingus terlalu keras.
  • Gunakan salep hidung khusus atau gel petroleum (vaseline) di bagian dalam lubang hidung untuk menjaga kelembapan selaput lendir.
  • Pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi, terutama saat demam.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Mimisan pada anak saat demam umumnya disebabkan oleh pembuluh darah hidung yang melebar dan rapuh karena suhu tubuh yang tinggi. Pertolongan pertama yang tepat dapat membantu menghentikan pendarahan. Namun, jika mimisan disertai demam tinggi yang tidak turun, perdarahan banyak dan tidak berhenti, atau muncul gejala seperti lemas dan bintik merah, segera konsultasikan kondisi anak ke dokter. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis profesional. Untuk diagnosis dan penanganan yang akurat, kunjungi fasilitas kesehatan atau gunakan layanan konsultasi dokter terpercaya melalui Halodoc.