Ad Placeholder Image

Mimisan Saat DBD: Pertanda Apa dan Harus Gimana?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Mimisan Saat DBD? Jangan Panik, Ini yang Perlu Diketahui

Mimisan Saat DBD: Pertanda Apa dan Harus Gimana?Mimisan Saat DBD: Pertanda Apa dan Harus Gimana?

Mimisan Saat DBD: Kenali Bahaya, Penyebab, dan Penanganan Tepat

Mimisan saat Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah gejala yang tidak boleh diabaikan. Kondisi ini seringkali menjadi pertanda adanya masalah serius dalam tubuh penderita, terutama terkait dengan jumlah trombosit dan kerapuhan pembuluh darah. Memahami bahaya, penyebab, serta penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi fatal.

Mimisan pada fase kritis DBD, yaitu setelah demam mulai turun, dapat menunjukkan bahwa penyakit telah memasuki tahap yang lebih serius. Gejala ini memerlukan perhatian medis segera untuk menghindari risiko komplikasi seperti Dengue Shock Syndrome (DSS) yang berpotensi mengancam jiwa.

Apa Itu Mimisan Pada DBD?

Mimisan, atau epistaksis, adalah perdarahan yang keluar dari hidung. Pada kasus DBD, mimisan terjadi akibat dampak infeksi virus Dengue pada sistem peredaran darah.

Perdarahan ini seringkali muncul di fase kritis penyakit, yaitu sekitar hari ke-3 hingga ke-7 setelah demam tinggi. Pada fase ini, suhu tubuh penderita mulai turun, namun justru menjadi periode paling berbahaya.

Kemunculan mimisan saat DBD menjadi indikator kuat bahwa kondisi penderita memerlukan pemantauan intensif di fasilitas kesehatan.

Mengapa Mimisan Terjadi Saat DBD?

Penyebab utama terjadinya mimisan pada penderita DBD adalah trombositopenia dan peningkatan kerapuhan pembuluh darah.

Virus Dengue secara langsung menyerang sumsum tulang belakang, organ yang bertanggung jawab memproduksi trombosit. Akibatnya, terjadi penurunan drastis jumlah trombosit.

Trombosit merupakan kepingan darah yang berperan vital dalam proses pembekuan darah. Ketika jumlahnya menurun secara signifikan, kemampuan tubuh untuk menghentikan perdarahan menjadi terganggu.

Selain itu, infeksi virus Dengue juga menyebabkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah. Kondisi ini membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rapuh dan mudah bocor atau pecah, bahkan oleh tekanan ringan sekalipun.

Gejala Penyerta Mimisan yang Perlu Diwaspadai

Mimisan saat DBD adalah gejala berbahaya, apalagi jika disertai dengan tanda-tanda lain yang menunjukkan komplikasi serius. Masyarakat perlu mewaspadai gejala-gejala penyerta ini.

  • Nyeri perut hebat yang tidak kunjung reda.
  • Muntah terus-menerus, kadang disertai darah.
  • Pendarahan lain, seperti gusi berdarah, buang air besar kehitaman, atau urine berdarah.
  • Perubahan kondisi mental, seperti kebingungan, gelisah, atau mengantuk berlebihan.
  • Kulit dingin dan lembap, seringkali disertai denyut nadi cepat dan lemah (tanda syok).
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi pertanda Dengue Shock Syndrome (DSS), sebuah komplikasi fatal dari DBD yang memerlukan penanganan medis darurat.

Penanganan Medis Mimisan Saat DBD

Penanganan mimisan saat DBD harus dilakukan di rumah sakit di bawah pengawasan tenaga medis profesional. Penanganan mandiri di rumah tidak disarankan karena risiko komplikasi yang tinggi.

Tindakan medis yang umum dilakukan meliputi:

  • Pemantauan Ketat: Observasi kondisi penderita secara berkala, termasuk tekanan darah, denyut nadi, laju pernapasan, dan saturasi oksigen.
  • Pemeriksaan Darah: Pemantauan jumlah trombosit dan hematokrit secara rutin untuk menilai tingkat keparahan dan respons terhadap pengobatan.
  • Terapi Cairan Intravena: Pemberian cairan melalui infus untuk mengatasi dehidrasi dan menjaga volume darah, sangat penting untuk mencegah syok.
  • Transfusi Darah atau Komponen Darah: Dalam kasus perdarahan hebat atau penurunan trombosit yang sangat drastis, transfusi trombosit atau komponen darah lain mungkin diperlukan.
  • Manajemen Gejala: Pemberian obat-obatan untuk meredakan demam, nyeri, atau mual, sesuai anjuran dokter.

Penting untuk tidak memberikan obat pereda nyeri yang mengandung aspirin atau ibuprofen, karena dapat memperparah perdarahan.

Pencegahan Mimisan dan Komplikasi DBD

Pencegahan mimisan saat DBD adalah dengan mencegah infeksi DBD itu sendiri dan mengenali gejalanya sejak dini agar tidak berkembang menjadi parah. Upaya pencegahan meliputi:

  • Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN): Menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
  • Perlindungan Diri: Menggunakan losion antinyamuk, memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang, serta memasang kawat kasa pada ventilasi.
  • Vaksinasi: Mendapatkan vaksin DBD sesuai rekomendasi dan anjuran dokter.
  • Mengenali Gejala Dini: Segera mencari pertolongan medis jika mengalami demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, sakit kepala parah, atau ruam kulit.

Deteksi dan penanganan dini sangat krusial untuk mencegah mimisan dan komplikasi serius lainnya.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Jika ada anggota keluarga atau orang terdekat mengalami demam tinggi yang dicurigai DBD dan mulai mengalami mimisan, segera bawa ke rumah sakit terdekat. Jangan menunda penanganan medis.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai gejala DBD, pencegahan, atau penanganan awal, masyarakat dapat memanfaatkan layanan konsultasi medis melalui aplikasi Halodoc. Dokter di Halodoc siap memberikan panduan dan rekomendasi yang tepat.