Ad Placeholder Image

Mirtazapine: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Peringatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Mirtazapine: Fungsi, Dosis, Efek Samping, & Peringatan

Mirtazapine: Fungsi, Dosis, Efek Samping, PeringatanMirtazapine: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Peringatan

Apa Itu Mirtazapine?

Mirtazapine adalah obat antidepresan yang termasuk dalam golongan tetrasiklik atipikal. Obat ini bekerja dengan cara menyeimbangkan kadar zat kimia alami (neurotransmiter) di otak, seperti serotonin dan norepinefrin, yang berperan penting dalam mengatur suasana hati.

Indikasi Penggunaan Mirtazapine

Mirtazapine umumnya digunakan untuk mengobati gangguan depresi mayor pada orang dewasa. Selain itu, dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan mirtazapine untuk kondisi lain di luar indikasi utama (off-label), terutama jika depresi disertai dengan:

  • Insomnia atau kesulitan tidur
  • Kecemasan
  • Penurunan nafsu makan atau penurunan berat badan

Perlu diingat bahwa penggunaan mirtazapine di luar indikasi yang disetujui harus selalu berdasarkan rekomendasi dan pengawasan dokter.

Dosis dan Aturan Pakai Mirtazapine

Mirtazapine adalah obat resep, yang berarti hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Dosis dan aturan pakai mirtazapine akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi medis pasien dan respons terhadap pengobatan.

Berikut adalah informasi umum mengenai dosis dan aturan pakai mirtazapine:

  • Dosis awal yang umum: 15 mg sekali sehari, diminum secara oral, biasanya pada malam hari sebelum tidur karena efek samping kantuk.
  • Dosis efektif: Umumnya berkisar antara 15 mg hingga 45 mg per hari.
  • Peningkatan dosis: Dokter dapat meningkatkan dosis secara bertahap, dengan interval tidak lebih sering dari setiap 1-2 minggu, berdasarkan respons pasien terhadap obat.
  • Cara minum: Tablet mirtazapine sebaiknya ditelan utuh dengan air, bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk tablet orodispersible (yang larut di mulut), letakkan tablet di lidah dan biarkan hingga larut sepenuhnya.

Penting: Jangan menghentikan penggunaan mirtazapine secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena dapat menyebabkan gejala putus obat (withdrawal symptoms).

Efek Samping Mirtazapine

Seperti semua obat, mirtazapine dapat menyebabkan efek samping. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi:

  • Kantuk atau kelelahan (terutama pada dosis rendah)
  • Peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan
  • Mulut kering
  • Sembelit
  • Pusing

Jika mengalami efek samping yang mengganggu atau tidak kunjung hilang, segera konsultasikan dengan dokter.

Peringatan dan Interaksi Obat Mirtazapine

Berikut adalah beberapa peringatan dan interaksi obat penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan mirtazapine:

  • Peringatan Kotak Hitam (Black Box Warning): Antidepresan, termasuk mirtazapine, dapat meningkatkan risiko pikiran dan perilaku bunuh diri pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda (di bawah 24 tahun), terutama pada awal pengobatan atau saat penyesuaian dosis.
  • Inhibitor MAO: Jangan menggunakan mirtazapine jika sedang mengonsumsi atau baru saja berhenti mengonsumsi obat penghambat monoamine oxidase (MAOI) dalam 14 hari terakhir, karena dapat menyebabkan interaksi obat yang berbahaya (sindrom serotonin).
  • Alkohol dan Obat Penenang Lainnya: Hindari konsumsi alkohol dan berhati-hatilah saat menggunakan obat penenang lain (seperti benzodiazepin), karena dapat meningkatkan efek sedasi mirtazapine.
  • Kondisi Medis Lainnya: Informasikan dokter jika memiliki riwayat penyakit hati, ginjal, jantung, glaukoma, kejang, atau gangguan bipolar.

Selalu informasikan dokter mengenai semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang dikonsumsi untuk menghindari potensi interaksi obat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala depresi atau gangguan suasana hati lainnya, penting untuk mencari pertolongan medis profesional. Dokter dapat mengevaluasi kondisi dan menentukan apakah mirtazapine atau pengobatan lain sesuai dengan kebutuhan.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping yang serius setelah mengonsumsi mirtazapine, seperti:

  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang drastis
  • Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain
  • Demam tinggi, otot kaku, atau kebingungan

Kesimpulan dan Rekomendasi

Mirtazapine adalah obat antidepresan yang efektif untuk mengobati depresi mayor dan kondisi lain yang terkait. Penggunaan mirtazapine harus selalu di bawah pengawasan dokter. Jika memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai mirtazapine, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc. Dokter dapat memberikan informasi yang akurat dan sesuai dengan kondisi kesehatan.